
Jika hati sudah terikat mau seberapa jauhnya jarak , mau sembunyi di mana pun, dan menghindari seperti apa juga semua percuma pada akhirnya cinta yang bicara menyatukan kembali dua hati yang sempat terpisah. meruntuhkan ego masing - madjng.
Air mata luka yang selama ini menjadi teman dalam kesendirian berganti dengan senyum. Genggakan tangan Rey seolah ingin memberi keyakinan bahwa cinta yang dia punya bukan sekedar cinta biasa. Inginnya akan menjadi kenyataan setiap saat akan menjadi sandaran Risa. merengkuh tubuh mungilnya memberi kekuatan dan kenyamanan menjalani hari dan waktu..
Setulus itu cinta yang mereka punya.. hingga takdir berpihak dan mempertemukan kembali
Risa dan Rey kembali kerumah tante Ira.
"Ris, kamu harus jelasin ada, hubungan apa kamu dengan Arya" Rey menatap tajam mata bila Risa yang indah.
"Dia sahabat aku Rey. Selama dikota ini dialah yang telah membantu aku hingga aku punya tempat tinggal dan pekerjaan, kenapa kamu tanyakan ini" Risa balik bertanya
"Jangan bilang kamu cemburu pada Arya" mata Risa melotot pada Rey
__ADS_1
"Kamu yakin dia hanya sebatas teman nggak lebih? karna informasi yang dicari Alan bilang kalau Arya adalah kekasihmu" Rey menahan cemburunya.
"Rey dengar, selama aku meninggalkanmu pergi ke kota ini tak pernah seharipun aku memikirkan pria lain dalam hatiku. meskipun kamu begitu menyakitkanku tapi diotak ,hati dan fikiranku hanya kamu Rey. aku nggak pernah bisa menhadirkan kisah lain. meskipun aku akui Arya adalah sosok yang ideal melihatnya bagiku seperti melihatmu. wajah kalian mirip, sifat juga sama tapi aku nggak pernah bisa jatuh hati padanya karena dia bulan kamu Rey." Risa menatap Rey penuh arti mencoba mencari cinta dimata Rey dan dia melihat bahwa cinta itu masih ada. Tatapan mata Rey masih sama, seperti yang dulu.
Rey melihat kejujuran dimata Risa, dia percaya Risa nggak pernah membohonginya..
Rey merengkuh tubuh mungil Risa memeluknya dengan kerinduan ,baginya menemukan sosok kekasih yang paling dia sayang , yang selama hampir 2 tahun membuat dia gila karena kepergiannya. Rey tak ingin kehilangan Risa kembali baginya ini kesempatan kedua yang diberi Tuhan padanya dan dia, tidak akan menyia-nyiakannya lagi. Dia tak ingin cinta terhebatnya pergi lagi.
"Risa, aku sayang kamu dan sampai kapanpun hanya kamu, aku ingin kamulah cinta terakhirku, aku ingin kamulah sosok wanita satu- satunya yang akan menemaniku. aku ingin kita menua bersama" Rey mengecup lembut bibir mungil Risa menenggelamkan nya dalam pelukan kokohnya.
Tak lama ponsel Risa berbunyi. membuat dia, tersadar dan melepaskan ciuman Rey.
"Beb... kamu kemana sih koq nggak ngantor. Tiba-tiba ngilang seenak jidatmu ya.. aku kesepian beb tanpa ocehanmu.. " Karin merengek dengan kepergian Risa yang tiba-tiba.
__ADS_1
"Sabar beb, cuma sehari doang kok, besok aku udah balik ngantor"
"3 hari sayang, kamu cuti tiga hari" Rey memotong pembicaraan Risa. Risa dengan spontan menutup mulut Rey dia tidak ingin Karin tahu saat ini dia dengan siapa.
"Astaga beb.. itu suara siapa. cowok kan, kamu lagi sama siapa beb, Dokter Arya bukan" berondong Karin dia, penasaran banget.
"Bukan beb.. aku nggak sama Arya kok" jawab
Risa. tangannya masih sibuk menutupulut Rey dia tidak ingin Karin semakin kepo.
"Trus itu suara siapa beb.. yakin itu bukan dokter Arya. Selidik Karin
"Yakin beb.. aku belum bisa cerita beb.. ntar kalau aku balik ngantor deh aku ceritain semuanya. aku tutup dulu beb aku masih dijalan ntar deh aku ceritain.. " Risa langsung menutup telpon dari Karin, bestie nya yang paling heboh.
__ADS_1
Risa dan Rey kembali melanjutkan perjalanan mereka. Selama 3 hari dia harus menemani Rey disini