
Tengah malam Risa terbangun dia tidak bisa tidur lagi. Risa keluar dari paviliun duduk ditaman sambil menikmati keindahan malam,udara yang dingin tidak dia perdulikan. Entah kenapa malam ini bayangan Rey sangat mengganggunya hingga dimimpipun Rey selalu datang.
"Ya Tuhan ijinkan aku melupakannya aku hanya ingin hidup tenang, selama satu setengah tahun ini aku tersiksa setiap malam harus insomnia bayangannya selalu menggangguku,aku lelah benar-benar lelah" batin Risa.
Sementara itu Rey terbangun karena udara dingin masuk kekamarnya dia lupa menutup jendela kamar,Rey beranjak dari ranjang hendak menutup jendela dan dia melihat Risa sedang duduk didepan paviliun.Rey kaget sekali lagi dia mengerjapkan matanya takut dia bermimpi atau salah lihat tapi yang dia lihat benar-benar Risa.Rey segera berlari turun dia ingin menghampiri Risa.
Sampai ditaman Rey benar-benar terdiam wanita yang dia cari selama ini ada didepan matanya. Ingin dia memeluk erat tubuh mungil Risa namun dia menahan diri dia tidak ingin mengagetkan Risa dan membuat gadis itu pergi lagi.
"Rey..kamu Rey..nggak mungkin kan" Risa tercengang melihat seorang laki-laki yang berdiri didepannya ,dia tepuk-tepuk pipinya ternyata sakit ini bukan mimpi,Risa segera sadar bahwa laki-laki didepannya adalah Rey.
Risa berusaha berlari menghindar dari Rey namun sayang tangan kokoh Rey lebih dulu menahannya Rey menarik tangan Risa hingga terjatuh dalam pelukan Rey. Risa tak bisa berbuat apa-apa dia hanya menangis dalam pelukan Rey begitu juga Rey tanpa dia sadari dia meneteskan air mata. Cukup lama mereka berpelukan.
" Kenapa ingin lari lagi..begitu bencikah kamu padaku" tanya Rey masih memeluk erat Risa.
Risa hanya terdiam tanpa kata hanya isak tangisnya terdengar lirih.
" Tahukah kamu Ris,Satu setengah tahun kamu pergi dariku tanpa penjelasan tanpa apapun dan selama itu juga aku terus mencarimu seperti orang gila dan saat aku sudah menemukanmu kamu masih ingin pergi lagi" Rey masih bertanya. Rey melepas pelukannya menatap tajam mata Risa yang sembab.
" Lihat aku Ris,aku butuh penjelasan kenapa kamu pergi kenapa kamu tak menungguku" Rey mendongakkan kepala Risa.
" kenapa hanya diam" tanya Rey lagi
__ADS_1
" Tak ada penjelasan lagi Rey,semua sudah berakhir. sudah tak ada lagi yang harus kita bicarakan" jawab Risa lirih,dia berusaha pergi dan masuk kekamarnya namun dengan cepat Rey mengejarnya.
Risa mencoba menutup pintu kamarnya namun didorong oleh Rey,tubuh Risa yang mungil tidak dapat menahannya dengan mudah Rey masuk ke kamar Risa. Rey segera menutup dan mengunci pintu dan mengambil kuncinya hanya ini satu cara yang bisa dia lakukan agar Risa tak pergi lagi.
"Kumohon Rey pergilah..tidak baik kita berdua ada disini apa kata tante Ira" Risa mencoba memberi pengertian pada Rey. Beribu pertanyaan terlintas dipikirannya mengapa Rey disini ada hubungan apa dengan tante Ira namun semua pertanyaan itu enggan ia utarakan dia hanya ingin Rey segera pergi dari kamarnya.
" Tidak ada yang tahu aku disini,aku tidak akan pergi sebelum kita selesaikan masalah kita" Rey mendorong Risa hingga ditembok mengunci tubuh Risa dibalik tubuhnya.
" Rey kumohon jangan seperti ini,masalah kita sudah selesai.hubungan kita juga sudah berakhir" Risa berusaha melepaskan diri,namun usahanya sia-sia tubuhnya terlalu mungil melawan Rey,dia kemudian hanya pasrah bersandar ditembok.
" Enak saja kamu bilang semua sudah berakhir,kamu pikir aku bisa terima begitu saja tanpa menungguku kamu pergi tanpa sedikitpun memberiku penjelasan " Rey berteriak emosinya mulai datang dia merasa tidak dihargai.
" Salahku apa Ris,hingga kau menghukumku sepeti ini" Rey menatap tajam mata Risa.Risa mencoba menundukkan kepalanya namun Rey meraih dagu Risa dan dengan tiba-tiba Rey mencium bibir Risa.
" Cukup Rey" Risa mendorong tubuh kekar Rey.
" Aku mohon,pergilah aku tidak mau tante Ira salah paham padaku" pinta Risa
Rey menarik tubuh Risa memeluknya dengan erat dia mencurahkan kerinduan pada gadisnya yang telah lama menghilang. Risa hanya diam saja dia tidak ingin ribut takut keluarga Tante Ira terbangun.
" Aku butuh penjelasanmu Ris,kenapa kamu tiba-tiba pergi dan memilih menghindar dariku" Kembali Rey mempertanyakan alasan Risa meninggalkannya.
__ADS_1
" Bukankah kamu sudah bahagia bersama Sinta,dengan kepergianku itu lebih baik Rey agar tak ada lagi hati yang tersakiti" jelas Risa
" Tidak ada hati yang tersakiti,kamu pikir dengan kamu pergi semua bisa baik-baik saja,aku yang tersakiti Ris,aku yang tidak baik-baik saja" Rey setengah berteriak pada Risa. Dia benar-benar kecewa dengan alasan Risa yang tidak masuk akal.
" Bukankah semua sudah terbukti bahwa foto itu bukan aku dan aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Sinta" jelas Rey
"Harusnya waktu itu kamu tunggu kedatanganku bukan malah pergi begitu saja,kamu egois Ris kamu tidak mengerti bagaimana sakitnya aku menahan diri" Rey masih berusaha menyelesaikan masalah yang dulu meski dia tahu Risa sudah tak ingin membahasnya lagi.
Risa hanya terdiam dia merasa bersalah karena keegoisannya sendiri. Apalagi dia melihat Rey benar-benar terluka oleh sikapnya.
" Ya Tuhan..aku harus bagaimana sekarang,mudah-mudahan tante Ira tidak terbangun" batin Risa dia merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini .Tengah malam dikamar dengan seorang laki-laki bisa menimbulkan salah paham dan dia harus cepat mencari cara agar Rey segera pergi dari kamarnya.
" Aku tahu Rey,aku salah. maafkan aku tapi aku mohon pergilah Rey tidak baik untuk kita hanya berdua disini" pinta Risa
" Tidak Ris,sebelum kita selesaikan semua masalah kita jangan harap aku bisa pergi,aku tahu kamu masih ingin menghindar dariku iyakan" Tanya Rey
"Tidak Rey,aku janji aku tidak akan menghindar kita akan selesaikan semuanya tapi please jsngan sekarang waktunya tidak benar Rey,tidak baik untuk kita berdua aku mohon hargai pemilik paviliun ini ya" Pinta Risa sambil melihat jam didinding tepat pukul 2 malam. Dia semakin gelisah.
Dan Rey melihat kegelisahan Risa dia merasa iba padanya.
" Oke..aku bisa memberimu waktu besok pagi kita selesaikan semuanya aku tidak mau hubungan kita menggantung seperti ini Ris,aku tunggu besok pagi,jika kamu masih ingin pergi dan menghindar dariku jangan salahkan aku jika aku tidak bisa mengontrol diri" Ancam Rey sembari keluar kamar.
__ADS_1
" Aku janji Rey kita selesaikan dan aku tidak akan lari lagi" jawab Risa yang tertegun saat Rey mencium keningnya. dan segera meninggalkan kamar Risa. Namun sebelum Rey keluar dia kemudian berubah pikiran dia menarik Risa membawanya kegarasi dan melajukan mobilnya keluar dari kediaman tante Ira.
Risa hanya terdiam dia menyadari sikap Rey mungkin Rey takut dirinya akan pergi lagi. Rey melajukan mobilnya dikeheningan malam tanpa sepatah katapun hanya sesekali melirik pada Risa begitupun Risa dia terdiam.dan menunduk.