Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir
Keputusan


__ADS_3

Dikantor...


Setelah sepekan almas izin tidak bekerja dengan alasan kerumah saudara acara nikahan sepupunya dan tentunya ia mendapatkan izin dari bos karna almas memang selama ini hampir tak pernah izin tidak masuk kerja, ia merupakan karyawan yang sangat rajin, pintar dan disenengi oleh bosnya.


Pagi ini almas masuk kerja kembali. Ya, sebenarnya ia tak benar-benar pergi kerumah saudaranya, ia hanya bersembunyi dan mencoba menghindar dari iril dan ray untuk memantapkan pilihan hatinya.


"almas". Sapa iril saat ia melihat almas pagi ini dikantor.


Almas membalas sapaan iril dengan senyuman termanis yang ia punya, senyuman yang membuat semua laki-laki mudah tertarik padanya.


"kamu kemana saja?, aku dengar dari teman-teman katanya kamu kerumah sepupu kamu tapi kenapa kamu gak aktifin hape kamu?". Tanya iril pada almas.


"iya aku gak aktifitin hape aku karna memang aku ingin bener-bener menikmati masa liburku san konsentrasi pada pernikahan sepupuku, aku juga disana mengurusi banyak hal jadi aku putuskan untuk tidak mengaktifkan hapeku dulu". Jawab almas yang tentu saja ia sedang berbohong.


"*iya tapi setidaknya kamu bilang kek sama aku, sepekan ini aku cemas memikirkan kamu mas, aku takut kamu menghilang dariku, ya meski aku tau kamu tak kan menjadi milikku"


"iya maaf ril, gini deh nanti waktu jam istirahat aku traktir kamu dikantin sebagai ucapan permintaan maaf ku sama kamu, gimana*?". Tawar almas pada ir.

__ADS_1


"oke, sekarang kita masuk dulu yuk" ajak iril yang segera diangguki oleh almas.


Kini mereka berdua berjalan bersama memasuki ruangan kerja mereka.


Dikantin...


Waktu istirahat sudah tiba kini almas dan iril berjalan menuju kantin dan memesan makanan yang mereka inginkan.


Setelah memesan makanan mereka memilih untuk dusuk dikursi paling ujung, dan tak lama pesanan mereka pun datang.


"silahkan pak, bu, selamat makam" kata pelayan yang mengantarkan makanan mereka dan mereka pun menjawab secara serentak dengan kalimat terima kasih.


Masih ada waktu 30 menit lagi sebelum waktu istirahat berakhir, kini almas mulai berbicara pada iril, ia memang sengaja mengajak iril kekantin karna ia bermaksud menyampaikan keputusan cintanya pada iril.


"ril, boleh gak aku ngmong serius sama kamu sekarang? ". Tandanya pada iril


Iril :" tentu saja, mengenai hatimu kan??

__ADS_1


Almas :"iya kamu kok tau?


Iril :"udah ngmong aja aku akam dengarkan semua dengan baik.


Almas :"iya, ril maaf sepertinya kita harus sedikit agak jaga jarak, maaf sekali jika aku membuatmu terluka, aku akan sepenuhnya kembali pada ray aku gak bisa hatiku terus-terusan tersiksa seperti ini, semakin aku melihatmu dan dan dekat denganmu semakin aku gak bisa menghilangkan rasaku untukmu, aku sakit ril saat aku tau kenyataan bahwa semakin aku menyayangimu, semakin aku harus melepaskanmu dari kehidupanku"


Kini air mata almaspun sudah tak bisa ditahan lagi, ia menangis disedapn iril yang kini sedang merasa sangat sakit dan kecewa dengan cintanya.


"kita harus saling menjauh agar rasa ini tidak semakin tumbuh, aku rasa dengan tetap bersamamu hingga rasamu hilang bisa membuat perasaanku perlahan hilang, tapi ternyata perasaanku semakin dalam untukmu, aku tak bisa dengan semua ini, aku rasa kita harus saling menghindar ril agar rasa kita hilang". jelas almas kembali pada iril.


"ya sudah kalo memang itu maumu, aku juga gak ingin lihat kamu rapuh kayak gini, mungkin memang benar cinta tak harus memiliki, biarlah rasa ini tetap menjadi kenangan indah untukku dan aku tak akan pernah menepis rasa ini, aku akan mencoba menjauh dari mu tapi kamu harus tau jika tak mudah untukku mencari penggantimu mas". Kini iril memegang pipi almas dengan kari lembutny dan mengusap air mata almas yang jatuh dipipinya.


"terima kasih ril kamu mau mengerti dan mengalah, maafkan aku ril, maafkan aku". Almas menundukkan pandangannya sembari terua menangis, kali ini dadanya begitu sesak, ia tak percya dengan kenyataan bahwa ia harus menjauh dari orang yang masih sangat ia cintai.


"sudah-sudah gak papa, sudah jangan menangis aku tak mau melihatmu seperti ini". . Kata iril yang kini posisinya sesang berdiri dan memeluk tubuh mungil almas.


Almas merasakan kenyamanan saat berada dipelukan iril dan begitupun dengan iril yang merasa nyaman memeluk almas wankta yang sangat ia cintai, kini keduanya tidak memperdulikan sorotan mata yang memandang kearah merekaa karna memang posisi mereka berada dikantin yang jika jam istirahat seperti ini ramai oleh karyawan-karyawan yang kelaparan.

__ADS_1


Keputusan yang sangat memilukan


__ADS_2