
Hari ini keluarga almarhum Farhan terutama Ferdi putra sulung mereka membawa kabar bahagia istrinya sudah hamil 2 bulan. Tante Ira dan Arya juga ikut merayakan kebahagiaan mereka.
" Akhirnya cucu pertama dari Keluarga Farhan Buana akan hadir,terima kasih sayang kamu sudah memberikan yang terbaik untuk Ferdi" Tante Ira memeluk Risma istri Ferdi
" Iya kak ,selamat ya akhirnya aku bakal dipanggil om jg hahaha " Arya tertawa bahagia
" Trus kamu kapan nyusulnya,kakak lihat kamu dan Dina sedah dekat apa kalian sudah jadian " goda Ferdi pada adiknya
" Jadian apanya sih kak,kita cuma berteman aja kok Dina hanya fokus pada pekerjaannya" jelas Arya
"Kalau kam dengan Dina kakak setuju banget,Dina itu orangnya pekerja keras dan mau berusaha,dia cukup cemerkang menjadi seorang penyiar handal sejak kedatangan Dina radio kakak banyak kemajuan" jelas Ferdi
" nggak taulah kak,kita lihat aja nanti kalau jodoh nggak bakal kemana" Canda Arya
" jangan hanya pasrah,kejar dong. Saingan kamu cukup banyak lho,Banyak karyawan dan relasi bisnis kakak yang tertarik pada Dina. kalau kamu cuma pasrah saja bisa- bisa kalah dong" Ferdi berusaha menyemangati Arya
" Udah..udah..mau siapapun juga pilihan Arya mama pasti setuju terlebih kalau dapatnya Dina wah mama bakal seneng,2 mantu mama bisa diajak arisan semua ,mama akan bangga ngenalinnya soalnya Risma dan Dina sama- sama cantik" puji tante Ira
Mereka berempat tertawa mendengar candaan tante Ira.
" Fer,gimana kalau 7 bulanan kita undang semua keluarga Buana ,udah lama kita tidak kumpul- kumpul terakhir kita bertemu om Fahri dan tante Hana 3 th yang lalu saat Helen melahirkan si kembar" Tante Ira memberi ide pada Ferdi
__ADS_1
" Iya ma,kita usahakan aja keluarga Buana bisa berkumpul aku juga kangen pada Helen dan Rey" ucap Ferdi
" Iya kak,aku lupa kemaren kak Helen telpon aku dia bilang ingin membuka cabang radio disini cuma tidak aku perbolehkan karena radio disini udah terlalu banyak" kata Arya
" Iya kakak juga nyaranin gitu sayang2 dengan modalnya. Tapi udah kakak atur Helen akan bekerja sama dengan Bos Dery membuka stasiun televisi disini jadi nanti kita bertiga akan bekerjasama.kemungkinan 2bln lagi kita ajan meeting bersama" jelas Ferdy
" Baguslah kalau begitu ,silaturahmi kita dengan keluarga tidak terputus mama setuju banget Fer" Tante Ira tersenyum bahagia mendapat 2 kabar bahagia kabar pertama akan kelahiran cucu pertamanya dan yang kedua bisnis anaknya semakin sukses.
Memang keluarga Arya adalah keluarga Buana. Papanya Farhan Buana adalah kakak kandung Fahri Buana papa dari Rey. Namun sejak om Farhan meninggal ,tante Ira kembali ke kota kelahirannya meneruskan bisnis suaminya dibidang kesehatan. Om Farhan papa Arya adalah seorang dokter ahli yang mendirikan sebuah Rumah Sakit besar yang saat ini dikelola oleh Arya,sedangkan tuan Fahri seorang pebisnis sejati.
Itulah mengapa Ferdi dan Helen sama2 memiliki sebuah stasiun radio karena ada bakat dari neneknya yang dulunya senior di dunia kepenyiaran. Tak heran jika anak cucunya juga terjun didunianya.
" Iya kelamaan mas,gimana kalau pas 4 bulan aja kita adakan syukurannya" Risma memberi ide
" Sayang dimana- mana itu rame- ramenya pas 7 bulan kalau yang 4 blan kita syukuran satu keluarga aja gimana. Baru kalau udah 7 bulanan kita undang keluarga besar dan karyawan kantor" ucap Ferdy
"Terserah mas aja deh,Risma ikut aja hehehe" Risma tertawa bahagia sambil memeluk Ferdy.
Rasanya kebahagiaan tante Ira lengkaplah sydah dengan kehadiran cucu pertamanya.
"Alangkah bahagianya kalau ada kamu mas Farhan, lihatlah aku sudah menepati janjiku padamu menjaga dan membesarkan anak- anak,mereka sudah sukses dengan jalan yang mereka pilih" batin tante Ira sambil menatap kedua anak dan menantunya.
__ADS_1
" Mama mengapa menangis" Arya menyadari mamanya menangis,segera dia mengusap air mata dari pipi mamanya dan memeluknya memberi kehangatan.Sedangkan Ferdy dan Risma juga kaget mereka mendekati tante Ira duduk bersama di sofa panjang.
" Tidak ada apa- apa.Mama hanya teringat pada papa,seandainya papamasih bersama kita pasti dia akan sangat bahagia dengan kehadiran cucunya" Tante Ira terisak kerinduannyapada almarhum suaminya kembali hadir disaat- saat ada kabar kebahagiaan ini.
" Sudah ma..jangan sedih lagi kasian papa disana kalau melihat mama bersedih,papa pasti bahagia disana ma" bujuk Ferdi sambil memeluk erat tante Ira
" Iya fer,mama hanya teringat saja bukan menyesali takdirNya, mama ikhlas Allah lebih sayang pada papa" isak tante Ira
Mereka berpelukan mencoba menguatkan tante Ira sedangkan Risma mencari akal agar mertuanya itu tidak bersedih lagi tiba- tiba dia berteriak.. kontan saja Ferdy,Arya dan Tante Ira kaget
" Ada apa sayang" tanya Ferdi
" ini mas,perutku kayak gerak- gerak deh,bayi kita nendang- nendang nih" Rismamengelus perutnya yang masih rata
" Aduh Risma,nana mungkin bayinya bergerak dia masih 2bln,mana ada bayi umur segitu udah nendang- nendang" jelas tante Ira sambil tertawa,sontak mereka tertawa mendengar penjelasan mama.
" bukan ma,maksud Risma perut Risma gerak- gerak karena udah laper,dari tadi kita ngobrol sampai lupa mau makan malam" jekas Risma
" Ah..iya kita kan belum makan ma,Arya juga udah kelaperan nih.yuk kita makan sekarang" ajak Rey. mereka berempat beranjak dari ruang tengah menuju ruang makan.
Risma tersenyum akhirnya dia berhasil membuat mertuanya tertawa dan melupakan kesedihannya tadi. Risma tertawa sendiri dia juga tahu mana ada janin 2 bulan bisa nendang- nendang itu hanya candaannya yang sok lugu untuk menghibur ibu mertuanya.
__ADS_1