
Ditempat kerja..
Jam istirahat pun telah datang, seperti biasa almas pergi kekantin untuk makan siang dan iril pun mengikuti almas kekantin dan duduk semeja dengan almas.
"ril, aku ingin berbicara tentang aku, kau dan dia"
"iya mas silahkan. Aku akan mendengarnya"
"ril.. Kamu tau kan bagaimanapun keadaannya aku akan kembali padanya dan kamu telah mengetahui hal itu,"
"iya aku tau". Iril pun terlihat begitu sedih
"aku akan kembali padanya ril tapi aku juga tak akan meninggalkanmu seperti ini, aku kan tetap bersamamu menjadi teman dekatmu hingga rasamu hilang padaku, kamu begitu baik aku tak ingin menyakitimu ril meski aku tau aku telah menyakitimu saat ini tapi setidaknya aku tak ingin terlalu dalam menyakitimu"
"aku tak apa mas, jika memang kamu akan menjauhi ku"
"gak ril, gak sekarang. Aku juga masih mencintaimu dan sulit bagiku untuk melupakan rasa itu dengan begitu cepat". Air mata almaspun jatuh membasahi pipinya.
Melihat itu iril pun mengambil tissu dan memberikannya pada almas
Kini tangan iril menyentuh lembut kepala almas yang terbalut hijab seraya berkata :"jangan menangis, aku gak papa, hadirku memang kesalahan, cintaku memang terlarang, aku siap dengan apapu. Keputusan itu tapi jangan menyuruhku untuk membuang rasaku padamu, biarlah rasa ini dengan sendirinya akan hilang, dan aku tak ingin melihatmu sedih seperti ini, aku tau saat ini kaulah yang berada diposisi paling sulit.
Sudah jangan pikirkan aku, tersenyumlah mas"
"hiks.. Hikss.." tangisan almas semakin keras terdengar.
Dan iril pun menyeka air mata almas yang jatuh membasahi pipinya dengan tangan iril yang lembut.
Sungguh inilah Saat-saat tersulit bagi almas, ia tak menyadari jika yang ia cintai dan ia sayangi adalah orang yang berbed. Ya, almas menyayangi ray bahkan sangat begitu menyayanginya hingga tak bisa lepas darinya, seakan-akan ia telah terikat dengan ray.
__ADS_1
Dan cintanya, ya.. Cintanya adalah iril ia mencintai iril hingga ia tak bisa memilih antara iril dan ray.
-----------0000----------
#POV RAY
Didalam kamar yang hening dan sepi ia menyalahkan sebuah radio 📻, disana terdengar suara host yang memandu acara tersebut.
"*Hallo kaula muda bagaimanakah kabar anda hari ini? Tentu baik-baik saja kan?? Atau mungkin ada yang lagi galau. Ya gelisah dan risau karna sesuatu hal yang berkenaan dengan hati??
Oke, baiklah jangan hawatir, saya akan memutarkan sebuah lagu untuk kalian disana yang lagi mengalami galau karna cinta, inilah lagu dari souqy "*cinta stadium akhir" .
*Tuhan...
Perubahannya semakin terlihat dimataku
Mungkinkah rasa sayangku tak lagi berarti untuknya
Tuhan...
Kusangat menyayanginya
Aku disini...
Kan slalu menunggumu
Sampai kapanpun, ku kan menunggumu
Walau hati ini slalu kau sakiti
__ADS_1
Karena yang kuinginkan hanya kamu
Kembalilah... duhai kekasihku
Teruskan kisah, yang sempat terhenti
Ingatlah janji kita tuk saling setia
Walau ku tahu, ini berat bagimu
Aku disini, kan slalu menunggumu
Sampai kapanpun, ku kan menunggumu
Walau hati ini, slalu kau sakiti
Karena yang kuinginkan hanya kamu
Kembalilah... duhai kekasihku
Teruskan kisah yang sempat terhenti
Ingatlah janji kita, tuk saling setia
Walau ku tahu, ini berat bagimu***
Tanpa sadar air mata ray menetes, kini ia memikirkan kekasihnya, almas yang sekarang mulai berubah padanya. Ya.. Almas berubah, ia telah berpaling, ia tak lagi sehangat dulu, ia tak lagi se perhatian dulu dan yang lebih menyakitkan lagi ia tak bisa memilih antara ray dan iril (laki-laki ya g baru dikenalnya).
Like n komen ya sob.. 😘
__ADS_1