
* maaf ya ceritanya di singkat karena terlalu panjang kalau di jelaskan*
kara bercerita panjang mengenai dirinya maupun orang-orang yang di sekitarnya yang selama ini sama mengalami penderitaan yang dialami oleh mereka semua.
'' sampai hakhirnya aku bertemu dengan Yasmine saat aku ingin melihat keadaan bunda Yuka yang ternyata sudah lebih baik secara fisik tapi, sebenarnya bunda Yuka belum sembuh dari mental nya yang harus melihat putri nya di bawa oleh mereka semua.
saat itu yang aku tau kalau Yasmine adalah putri bunda Yuka tapi, sebenarnya bukan putri bunda Yuka adalah Rubby yang selama ini di jaga oleh pria itu untuk membuat semua orang percaya kalau Yasmine putri dari bunda Yuka dan tuan Rahaja bukan putri dari siapapun. dan sampai hakhirnya ada kejadian yang membuat panti asuhan cinta dibakar oleh orang yang tidak di kenal dan hal itu menjadi banyak pertanyaan diri ku apa yang sebenarnya terjadi '' ucap kara dengan dingin.
'' sampai hakhirnya aku mencari tau sendiri dan ayah Aditya mengetahui kalau aku mencari tau, ayah Aditya tidak marah akan hal itu malah sebaliknya ayah Aditya memberitahukan banyak hal kepada ku termasuk dalang dari kematian mami.satu hal yang tidak di beritahu oleh ayah Aditya adalah mengenai latar belakang keluarga Yasmine yang sebenarnya, ayah Aditya dan pria itu hanya bilang kalau keluarga Yasmine masih ada tapi, mereka tau nya kalau Yasmine sudah meninggal. '' ucap kara dengan mata yang berkaca-kaca.
'' aku sampai waktu nya tiba saat aku remaja ayah Aditya mengenalkan aku kepada Deviana dan Yasmine mau Rubby yang saat itu aku tidak tau kalau Rubby adalah anak dari bunda Yuka. aku mengenal zea saat aku berlatih beladiri dan aku pun mengenal gia akan suatu kejadian yang tidak bisa aku bilang pada siapapun '' ucap kara.
__ADS_1
'' intinya aku bertemu dengan mereka berempat karena pria itu, dan dia juga bilang kalau aku dan mereka harus saling melindungi karena kami berlima memang sejak lahir selalu ingin di celakai oleh orang-orang yang berpakaian hitam-hitam yang pernah kalian lihat. lebih tepatnya mereka ingin melukai atau membunuh Yasmine dan Deviana, aku kurang tau apa alasannya yang sebenarnya. kalau mereka ingin mencelakai ku karena aku membunuh orang yang membuat mami tiada dan orang itu adalah adik tiri papi. ya aku yang membuat keluarga adik tiri papi menghilang atau lebih tepatnya mereka semua mati di tangan ku '' ucap kara dengan sorot mata yang tajam.
'' kaisra Sudah cukup tidak perlu di lanjutkan lagi '' ucap tuan Arbinata dengan lembut sambil menatap kara dengan mata berkaca-kaca.
kara menangis di pelukan tuan Arbinata dan kai mau Ken mereka menangis bersama, maupun dengan tuan Rahaja dan Aryan mereka menangis akan apa yang terjadi pada bunda Yuka maupun Rubby.
tuan Rahaja memeluk Rubby dengan hangat, Aryan pun memeluk adik perempuannya yang selalu ini jauh dari mereka.
Deviana dan Yasmine memasang wajah datar saat melihat mereka semua menangis sama halnya pun dengan Anggia yang hanya diam saja berbeda dengan zea yang sudah menangis saat mendengar cerita kara padahal dia sudah tau segalanya tapi,tatap saja dia menangis.
'' siapa pria itu kara '' tanya Daddy Reno dengan tegas sambil menatap kara.
__ADS_1
'' aku tidak tau.... ayah Aditya tidak memberitahu siapa pria itu hanya di beritahu kalau pria itu sahabat Mami dan adik kandung dari Daddy kandung nya Yasmine hanya itu yang aku tau '' jawab kara.
'' apa kalian mengenal wajah pria itu '' tanya Daddy Reno pada kara dan keempat sahabatnya.
'' tentu kita tau karena pria itu kan.....'' ucap zea yang kepotong dengan ucapan Deviana.
'' kalian tidak perlu tau tentang pria itu '' jawab Deviana dengan dingin sambil menatap Zea dengan sorot mata yang tajam.
'' kenapa kau tidak suka kalau mereka bilang siapa pria tersebut '' ucap Arthur dengan dingin sambil menatap Deviana.
Deviana melihat ke arah Arthur dan Daddy Reno dia menarik nafas panjang dan membuangnya.
__ADS_1
'' kalian ingin tau...... siapkan dulu hati anda tuan Reno dan keluarga anda karena saat anda tau siapa pria itu maka anda akan menyesali atas apa yang selama ini anda nilai buruk tapi, ternyata sebaliknya '' ucap Deviana dengan dingin.
bersambung...........