
Waktu seakan begitu cepat berlalu, sudah satu bulan lamanya almas risent dari kantor lamanya dan bekerja dikantor yang baru,
Dan ia pun tak mengetahui kabar iril sekarang. Tapi yang ia tau iril tetap bekerja disana.
Sore ini almas pulang dari kantor. Kali ini ia pulang sendiri dengan menggunakan mobil pribadinya, biasanya ia tak pernah pulang sendiri. Ia selalu bersama ray, namum saat ini ray sedang tugas diluar kota selama 2 hari.
Ciiittt....
Bunyi rem mobil almas, ia menepikan mobilnya dan memarkirkannya didepan sebuah supermarket.
Didalam supermarket ia mengambil beberapa barang yang ia butuhkan dan tak lupa ia selalu membeli coklat 🍫 kesukaannya, jika biasanya ray yang selalu memberikannya coklat kali ini ia membelinya sendiri. Sudah 2 hari ini ray meninggalkannya dan tak ada yang memberinya coklat.
"Eh maaf". Ucap almas yang kini tangannya bersentuhan dengan tangan laki-laki yang ia rasa tak asing lagi dengan tangan itu. Secara tidak sengaja dan bersamaan mereka akan mengambil cokalat yang hanya tinggal satu itu.
Almas segera menjauhkan tangannya ketika ia tau jika pemilik tangan itu adalah iril.
"Hah dia, ya tuhan takdir apa ini kenapa engkau pertemukan aku lagi dengannya saat hati ini mulai melupakannya". Gumam almas dalam hati
"almas?? , ambil saja ini buat kamu". Kata iril seraya mengambil coklat itu dan memberikannya pada almas.
"enggak deh kamu aja, lagian tangan kamu dulu yang nyentuh tu coklat. Aku akan cari ditempat lain nanti". Jawab almas, kini ia tak berani memandang wajah yang sangat ia rindukan itu.
__ADS_1
Saat almas akan melangkah pergi tiba-tiba saja terdengar suara wanita yang memanggil.
"sayang, kamu disini ternyata, aku cariin dari tadi tau". Wanita itu menghampiri iril dan menggandeng lengan tangan iril dan menempelkan kepalanya pada pundak iril.
Almas memutar kembali badannya untuk melihat siapakah wanita itu. Dan ternyata wanita itu menghampiri iril dan bergelayut manja pada iril.
"Apa?? Sayang?? Jadi dia sudah punya kekasih sekarang?." Gumam almas dalam hati
"ini untuk ku ya?". Kata wanita itu sembari mengambil coklat ditangan iril yang tadi hendak diberikan pada almas.
"Eh, bukan ini punya dia, tadi kebetulan saat aku mau ngambil ini di juga mau ngambil dan tinggal satu ini, dia dulu tadi yang megang nih coklat, mana sini". Jawab iril sembari mengambil kembali cokalat itu ditangan kekasihnya.
"ini punya kamu mas" iril memberikan coklat itu pada almas.
"jadi kalian saling kenal, pasti ini teman kamu ya sayang, kenalin aku dewik kekasih iril". Wanita itu memperkenalkan diri pada almas dan menjulurkan tangannya.
"Aku almas, iya aku teman iril". Almas menjabat tangan dewik.
"ini buat kamu aja anggap saja ini hadiah dariku atas jadian kalian, aku baru tau kalo ternyata temanku ini sudah punya kekasih". Kata almas sambil memberikan coklat itu pada dewik dan pandangannya melirik pada iril, iril pun melihat kearah almas dengan mata berkaca-kaca.
"ah, terimakasih kamu baik sekali aku seneng deh kenal kamu, pasti iril juga senang punya temen kayak kamu, ya kan yank?". Tanya dewik pada iril.
__ADS_1
"hah apa? Eh.. Iy.. Iyya aku seneng banget punya temen kayak dia, dia emang sangat baik" jawab iril sambil terbata-bata, pasalnya ia kaget dengan pernyataan kekasihnya itu, andai saja dewik tau bahwa kekasihnya itu bukan hanya menyukai almas saja tapi ia mencintai almas dan menyayangi almas bahkan sampai sekarang.
"ya sudah aku pergi dulu ya, sampai jumpa kembali". Ucap almas seraya pergi meninggalkan mereka berdua.
Kali ini hatinya benar-benar hancur. Ia memang sedikit bisa melupakan perasaannya pada iril tapi saat ia mengetahui iril telah memiliki kekasih rasanya ia ingin menangis sejadi-jadinya. Tapi semua itu ia tahan saat berhadapan dengan iril dan kekasihnya.
"Dulu bilang akan sulit membuang perasaannya dan gak akan bisa mencintai wanita lain lagi tapi apa kenyataannya?, Begitu mudah ia melupakan itu semua
Padahal disini aku tak bisa sedikitpun melupakannya, Aku jadi sadar bahwa aku memang salah sempat jatuh cinta padanya dan menghianati laki-laki yang jelas-jelas begitu tulus padaku dan tak pernah sekalipun menghianatiku, ya tuhan.. Kenapa engkau pertemukan kami kembali dalam keadaan yang seperti ini, Iriiillll kamu jahat, jahat". Teriak almas dalam mobil yang masih terparkir dilaur supermarket itu. Ia menenggelamkan wajahnya pada setir mobil seraya tangannya memukul-mukul stir mobil. Ia menangis, ia tak kuat menahan air mata yang sedari tadi ia tahan.
Dari dalam supermarket iril melihat kearah luar dan menemukan mobil almas masih terparkir disana. Iril berusaha untuk mencari alasan pada kekasihnya agar ia bisa keluar terlebih dahulu dan menghampiri almas.
Namun ketika iril hendak keluar menemui almas ia melihat mobil almas telah pergi meninggalkan halaman supermarket.
"maafkan aku mas aku tau kamu pasti tak suka melihat semua ini". Lirih iril yang kemudian ia dikagetkan dengan tangan yang memukul bahunya. Pemilik tangan itu adalah kekasihnya.
"ayo sayang udah selesai nih". Ajak dewik pada iril yang segera diangguki oleh iril.
Sore ini sore yang begitu membahagiakan buat iril karna ia bisa melihat almas kembali setelah sebulan ini ia memendam rindu pada almas dan berharap bisa bertemu dengannya.
Namun sore ini bukan sore yang bahagia untuk almas karna setelah ia bertemu dengan iril hatinya hancur dan terluka.
__ADS_1
Hay.. Saran yang mendukung akan selalu kami nantikan dan kami terima dengan senang hati ya para pembaca yang budiman.