
Akhirnya mobil yang dikendarai Rey menepi dipantai. Rey mencari tempat untuk menyelesaikan semuanya. Mereka masih terdiam didalam mobil.
" Maaf bukannya aku tidak ingin menepati janji dan dengan paksa membawamu kemari,aku hanya ingin semua cepat selesai agar kamu tidak bisa lari lagi" Ucap Rey
" Aku mengerti Rey,kita selesaikan saja semuanya hari ini juga" Risa menahan emosinya. gimana nggak emosi jam 2 dini hari waktunya dia tidur malah harus begadang dipinggir pantai dengan udara dingin.
" Harus..aku nggak mau nunda-nunda lagi selama satu setengah tahun aku menunggu momen ini" paksa Rey.Mereka masih didalam mobil udara dingin membuat mereka enggan keluar dari mobil.
"Oke..sekarang mau kamu apa,aku udah jeladin tadi semua sudah berakhir tidak ada yang perlu aku jelaskan lagi" jawab Risa
" Aku yang mau jelasin,banyak hal yang harus kita bicarakan,dan harus kamu ingat aku tidak mau semua berakhir tanpa kejelasan" Rey menatap tajam Risa
" Aku kan udah bilang mas,lebih baik kamu dengan Sinta apalagi mama Hana sangat setuju dan sangat menyukai Sinta,aku dibandingkan Sinta bukan siapa-siapa mas" jelas Risa.
" Siapa bilang mama setuju,asal kamu tahu saja mamalah yang paling terluka dengan kepergian kamu.Selama ini kamu terlalu percaya ocehan Sinta tanpa mencari tahu dari aku dan keluargaku .Itu sangat tidak adil buatku Ris" Rey masih menatap Risa.
" Tidak adil buat keluargaku,kamu pergi begitu saja tanpa penjelasan apapun,menghilang begitu saja,apa itu yang kamu sebut langkah terbaik.Kamu egois sangat egois.Selama ini aku merasa kamu menghukumku satu setengah tahun aku mencoba mencari tahu apa salahku hingga kamu ninggalin aku.kalau soal berita di sosmed bukankah semua sudah jelas kalau itu bukan aku tapi kamu masih pergi meninggalkanku,satu setengah tahun aku menyiksa diri agar tak mengingatmu kerja dari pagi sampai pagi semua kulakukan agar tidak memikirkanmu tapi apa yang kudapat,sedetikpun aku tidak bisa melupakanmu.Aku tersiksa Ris" Rey mulai melunak meluapkan rasa kecewanya yang dia tahan selama ini. Sedangkan Risa hanya terisak dia merasa bersalah pada Rey.
" Setiap hari aku mencarimu mencari kabar tentangmu tapi nenek menutup rapat semua,meski aku tahu tidak mungkin nenek tidak tahu keberadaanmu tapi aku menghargai keputusanmu dan nenek menutup informasi tentangmu" jelas rey lagi
" Aku minta maaf Rey..semua memang salahku,aku saat itu begitu emosi membaca berita tentangmu dan Sinta ,kedekatan Sinta dan keluargamu,apalagi melihat foto-foto kalian berdua..." Belum selesai Risa menjelaskan tiba-tiba Rey memotong
" Itu bukan fotoku Ris" poting Rey
__ADS_1
"Iya aku ngerti tapi sebelum ada klarifikasi itu semua aku mengira memang foto-fotomu dan Sinta,sakit banget Rey apalagi Sinta tak berhenti menerorku setiap hari selalu saja dia datang padaku,aku lelah Rey dan saat itupun kepulanganmu tak pasti,aku bingung Rey dan aku memilih menyerah apalagi aku bukan siapa-siapa dibandingkan Sinta aku merasa dia lebih pantas untukmu " isak Risa
" Kita akhiri saja Rey..kamu berhak mendapatkan yang lebih baik dariku" lanjut Risa.
Dengan emosi Rey menatap Risa dia tidak terima dengan keputusan Risa sampai detik ini Rey masih sangat mencintai Risa begitu juga sebaliknya Risa juga masih mencintai Rey.
" Jawab dengan jujur Ris,kamu masih mencintai aku atau sudah ada yang lain" Tanya Rey
" Dengar Risa aku tidak ingin mendengar kata putus,kamu adalah milikku sampai kapanpun hanya milikku" Rey menarik dagu Risa menatapnya tajam seolah mata itu hendak menerkam Risa.
" Dan satu lagi,aku tidak ingin mendengar kabar apapun dengan Arya,aku bisa lepas kontrol Ris,aku bisa menghancurkan siapapun yang menyakitiku" Rey mengancam
Risa hanya diam dia juga tidak mempunyai alasan apapun untuk mengakhiri semua kisahnya dengan Rey,karena Rey memang tidak memiliki kesalahan apapun juga padanya.
" Rey,kita pulang ya sudah mau subuh Rey" ajak Risa.Rey tak menjawab dia malah mempererat pelukannya seolah-olah takut Risa pergi lagi.
" Tidak Ris..kita disini saja.Aku masih ingin bersamamu" jawab Rey
"Tapi aku harus kerja ,aku ngantuk banget"
" Tidurlah "Rey merebahkan tubuh Risa,menyandarkannya dibahunya.
"Tapi Rey..."
__ADS_1
" Tidak ada tapi-tapian Ris..ini perintah" jawab Rey.
Karena mengantuk akhirnya Risa tertidur menyandarkan diri pada Rey. Rey hanya terdiam memandang Risa yang menurutnya tidak ada perubahan sedikitpun masih tetap cantik seperti dulu.Rey merasa lega akhirnya bisa menemukan Risa. Dia menelpon Ferdy meminta ijin Risa tidak masuk kerja.
" Rey..Risa siapa yang libur kenapa kamu yang meminta ijin,kamu salah sambung kali Rey" Ferdy terheran-heran dengan telpon Rey.
"Aku tidak salah kak Ferdy,kamukan bos dari radio kanaya" jelas Rey.
" tapi Rey diradioku tidak ada karyawan bernama Risa" jelas Ferdy juga.
Rey tersadar bahwa Risa memakai nama Dina
" oh ya maksudku Dina,Faradina kak,hari ini dia ijin ,bolehkan kak" tanya Rey
" Ah..meski nggak bolehpun hari ini Dina libur kak" lanjut Rey
" tunggu..tunggu ..Dina yang libur kenapa kamu yang meminta ijin" tanya Ferdy keheranan
" Itu..itu.." Rey bingung memberi penjelasan pada Ferdy
" Ah..nggak bisa jelasin kak..nanti aja" Rey segera menutup telponnya.Sementara Ferdy masih kebingungan dengan semua ini. Banyak pertanyaan melintas diotaknya bagaimana bisa Dina libur tapi Rey yang meminta ijin ,ada hubungan apa antara Rey dan Dina..
Ferdy segera bangun dari ranjangnya,rasa ingin taunya begitu kuat dia kembali menelpon Rey namun sayang tidak diangkat oleh Rey..
__ADS_1