
bunda citra menatap putri satu-satunya itu yang sedang merasa tidak di perhatikan oleh nya.
'' bunda yakin kalau zea baik-baik saja kan sekarang zea bersama bunda Hemm....'' ucap bunda citra dengan lembut sambil menatap Zea dengan tersenyum.
'' zea mengerti kan....'' ucap bunda citra dengan lembut.
'' ya...'' sahut zea dengan cemberut.
bunda citra tersenyum saat putri nya itu mengerti maksud ucapannya meskipun masih memasang wajah cemberut.
'' dasar bocah....'' ucap Attar sambil menatap Zea dengan tersenyum mengejek.
'' coba kau ulangi lagi ucapan mu itu '' sahut zea dengan sorot mata yang tajam.
'' kau bocah-bocah '' ucap Attar sambil menunjuk ke arah zea.
'' bukannya kau yang bocah yang hanya bisa sembunyi di balik kakak mu dan Daddy mu itu tuan muda Attar hah......'' teriak zea dengan sorot mata yang tajam.
'' kau....'' ucap Attar dengan marah.
'' Attar cukup '' ucap Arthur dengan nada tegas.
'' tapi..... kak'' sahut Attar yang tidak terima dengan ucapan zea.
__ADS_1
'' sudahlah Attar sekarang bukan waktunya untuk ribut '' sahut mommy Ressi sambil memandang Attar dengan tersenyum.
'' dengar mommy mu '' ucap Daddy Reno dengan dingin sambil menatap Attar saat putra nya itu akan bicara.
'' maaf ya nak Attar zea masih remaja jadi seperti ini lah'' ucap bunda citra sambil menatap Attar.
'' bunda zea udah dewasa '' sahut zea yang tidak terima dengan ucapan bundanya yang bilang masih remaja.
'' zea ingin ayah tau '' ucap bunda citra sambil menatap Zea dengan tegas.
zea menundukkan kepalanya saat mendengar omongan bundanya itu.
'' tidak apa-apa kak cita '' ucap mommy Ressi sambil tersenyum pada zea.
'' iya bener sekarang gimana '' sahut Daniel sambil menatap mereka semua.
'' kita tidak mungkin terus menerus seperti ini'' ucap elang.
'' kita pergi dari sini '' jawab bunda citra dengan tegas.
'' kemana lagi kita akan pergi kalau pada akhirnya mereka juga akan menemukan kita dan melukai kembali '' ucap Ken.
'' Ken....'' ucap tuan Arbinata dengan tegas sambil menatap Ken yang berbicara seperti itu pada bunda citra.
__ADS_1
'' tidak apa-apa saya mengerti kalian capek akan kejadian hal seperti ini terus '' sahut bunda citra dengan lembut sambil menatap mereka semua.
'' ya mungkin bagi kalian hal biasa tapi....tidak dengan kita, saya dan keluarga tidak ingin melakukan apa yang biasa bagi kalian '' ucap Attar dengan tegas sambil menatap bunda citra dan zea.
'' Attar '' ucap mommy Ressi yang memeringati akan ucapan Attar yang sudah lewat batas.
bunda citra diam dia tidak tau harus menjelaskan seperti apa karena dari awal dia dan yang lainnya memutuskan untuk tidak memberitahu akan apa yang terjadi sebenarnya.
'' kau sudah keterlaluan tuan Attar putra Leo Mahendra maaf kara adik ipar mu sudah melewati batas nya '' ucap zea dengan dingin sambil menatap Attar dengan sorot mata yang tajam.
'' zea '' ucap kara dan bunda citra.
'' dengar baik-baik oke, kau dan kakak mu maupun orang tua mu harus sudah mati dari dulu tapi... paman menyelamatkanmu dan keluarga mu. kalau kakak mu dan orang tua mu tidak pernah di libatkan karena karena itu lemah dan tidak pernah ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, tidak peduli akan kebenaran yang terjadi di masa lalu maupun di masa sekarang '' ucap zea dengan dingin sambil menatap Attar.
'' hanya untuk melindungi dia dan keluarganya ada orang yang bahkan berkorban hanya untuk dia dan keluarganya baik-baik saja tanpa mempedulikan dirinya dan keluarga nya kau ingin tau kan itu kenyataan nya '' teriak zea.
'' zea udah cukup itu tidak baik untuk kesehatan mu '' ucap bunda citra dengan lembut sambil memeluk zea.
'' zea.... '' ucap kara dengan lembut sambil menatap Zea.
'' kenapa aku harus diam saat ada orang yang tidak tau diri seperti nya itu '' lirih zea dengan mata berkaca-kaca.
zea menangis di pelukan bunda citra saat mendengar alarm di jam.
__ADS_1
bersambung......