
Dalam sebuah kamar yang serba ungu almas merenung memikirkan sebuah keputusan yang tepat untuk hatinya,
Setelah ia mendengar nasihat dari tara kini ia tau siapakan yang akan ia pilih, cinta ataukah sayang??
Tak gampang untuk almas memutuskan sesuatu apalagi itu masalah hati. Almas memikirkan sebuah cara untuk mengetes hatinya, siapakah laki-laki yang lebih almas cari saat ia tak ada.
Kini almas berencana untuk menghindari ray dan iril, almas ingin tau siapa yang lebih almas rindukan, dan siapa yang lebih almas khawatirkan.
"baiklah, selama sepekan ini ponselku akan aku matikan, biar aku tau kemana hatiku memilih, aku tau aku menyukai kalian tapi aku pasti bisa mencari perbedaan dari rasa yang sama ini untuk menentukan pilihanku".
Kata almas sembari menatap kedua foto ray dan iril di ponselnya.
Dan saat semua terjawab almas akan segera memberikan keputusan pada mereka. Almas harus kuat dan tegar untuk apapun keputusan yang nantinya akan ia ambil. Ia tak ingin terlalu berlarut larut dalam kesedihan dan juga dalam menyakiti hati laki-laki.
Tring.. Tring..
2 pesan masuk
Pesan 1 dari iril : "almas"
Pesan 2 dari ray :"kekasihku"
Almas sengaja tidak membalas pesan mereka berdua untuk sepekan kedepan dan akan mematikan ponselnya.
--------000--------
__ADS_1
Ray...
"sebenarnya kamu kenapa sih, udah 5 hari ini kamu menghilang dariku, apa kamu memutuskan untuk menjauhiku dan memilih dia". Lirih ray dalam kamarnya sambil mengusapkan kedua tangan pada mukanya.
Pasalnya ia kini sangat frustrasi memikirkan kekasihnya yang Tiba tiba saja menghindarinya.
Iril...
"kamu kemana mas? Kanapa kamu menghilang dariku, bukankah kamu sudah berjanji padaku bahwa kamu gak akan pergi sebelum rasa ini hilang untukmu? Tapi.. Kenapa kamu sekarang menghilang? Apa kamu tlah memutuskan untuk benar-benar kembali padanya dan meninggalkan ku begitu saja? ". . Kata iril yang kini sedang termenung dijendela apartemennya yang indah dan bernuasa klasik itu. Ia gelisah memikirkan almas yanh tiba-tiba saja tak ada kabar dan tak bisa dihubungi.
Almas..
" sudah 5 hari ini aku menghindari dari mereka dan kini aku tau siapa yang lebih aku rindukan dan siapa yang lebih aku cari. Mungkin aku tinggal menentukan waktu yang tepat dan cara untuk menyampaikan keputusan ini pada mereka. Ray... Iril.. Kaulah laki-laki terbaik yang ku kenal".
Kini air mata almas mengalir membasahi pipi cantiknya itu, didalam kamar dengan suasana sunyi dan sepi almas memeluk boneka panda yang diberikan oleh ray.
Telpon masuk dari yunita,
Betapa bahagianya almas ketika melihat nama kontak yang kini sedang menelphonnya itu.
Segera almas mengangkatnya.
Almas :"hallo
Yunita :"rindu.....
__ADS_1
Almas :" aku juga, bagaimana keadaanmu lama gak saling bertukar kabar"
Yunita :"iya kamu sih sibuk banget kayaknya sekarang sampek-sampek lupa sama aku"
"bukan begitu, aku takut ganggu keromantisan kamu sama guswa aja, maklumlah biasanya pengantin baru kan maunya berdua terus". ledek almas pada yunita
"manten baru dari mana udah lama gini kok, "
" ya tetep aja aku anggap baru, atau bahkan kamu harus nikah lagi sama guswa karna aku anggap pernikahan kalian yang dulu gak sah"
"eh kok bisa gitu? "
" ya.. Kan loe gak ngundang gue yun.. Ya gak sah lah dan harus nikah ulang dengan mengundang gue"
"yaelah masih aja dibahas. Iya-iya gue minta maaf, gue bener-bener gak ada perayaan apapun mas jadi ya g undang undang, lagian jarak kita juga jauh aku g mau loe repot rwpot kesini apalagi dengan kesibukan loe sekarang "
" tapi ya tetep aja namanya sahabat, kalo nikah mah jauh dekat harus diundang donk" protes almas pada yunita.
"iya-iya sorry deh kapan-kapan gue kesana kalo loe udah nikah sama ray,
Oh ya ada perkembangan apa nih loe sama ray, masak gitu gitu aja sih? " tanya yunita
Dan almas pun mulai bercerita tentang semua yang ia alami dan doa juga bercerita siapa yang kini akan ia pilih.
Sebenarnya yunita tidak terkejut dengan hal itu. Ia telah mengetahuinya lebih dulu dari ray yang waktu masalah itu terjadi ray sempat menghilang dari almas dan pergi ke rumah guswa sahabatnya itu sekaligus juga suami dari yunita, sahabat almas.
__ADS_1
Oh.. Cinta begitu rumit dirasa, bagai rumus fisika