Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir
bab 33


__ADS_3

Dengan hati riang Risa meninggalkan penginapan. Akhirnya dia memiliki tempat tinggal yang nyaman untuknya. Sebelum menuju rumah tante Ira ,Risa juga sudah mengabari nenek dan Sisil bahwa dia sudah memiliki pekerjaan dan tempat tinggal.


Mendengar kabar tersebut nenek dan Sisil bahagia mereka saling berpelukan. Sisil berusaha menguatkan nenek yang sangat sedih harus berpisah dengan Risa. Dia berjanji akan menjaga nenek Fatma seperti neneknya sendiri. Begitu juga Rey sesekali datang untuk mengunjungi nenek Fatma,bahkan Rey menyewa sepasang suami istri sebagai ART dirumah nenek agar nenek tidak merasa kesepian dan aman. Pak Diro dan Ibu Lusi mereka disewa khusus oleh Rey.


Terkadang nenek tidak tega melihat Rey ,melihat ketulusan dan kebaikan Rey yang tak pernah berubah padanya. Kadang nenek ingin mengatakan keberadaan Risa namun dia sudah terikat janji pada Risa. Nenek hanya berharap suatu saat mereka akan berjodoh.


Risa sampai dikediaman Tante Ira ditemui bi Sumi mereka berdua langsung ke paviliun.


"Perkenalkan nona,saya Bi Sumi asisten rumah tangga disini jika ada apa2 nona bisa memanggil saya" ucap bi sumi memperkenalkan diri.


" Aduh,jangan panggil nona bi cukup Dina saja ya" jawan Risa


" Wah kalau langsung panggil Dina rasanya kok nggak sopan ya,bagaimana kalau saya panggil mbak Dina saja" lanjut Bi Sumi


"Terserah Bibi deh mau manggil apa,yang penting jangan nona kesannya kayak nona rumah aja hahaha.." Risa tertawa senang,dia merasa Bi Sumi sangat ramah padanya.


" Lho bi,kok paviliunnya sudah bersih padahal saya belum beresin" Risa kaget saat dia masuk ruangannya sudah bersih dan tertata rapi.


" Oh..ya tadi sudah saya bersihkan mbak, Nyonya yang menyuruh saya jadi mbak Dina tinggal beres-beres pakaian saja" jelas Bi Sumi


" wah jadi ngerepoti bi Sumi..terima kasih ya bi" Risa tersenyum manis


" Sudah menjadi tugas saya mbak,ya udah mbak Dina saya tinggal dulu ya,jangan lupa kalau ada apa2 cari saya ya mbak" ucap bi Sumi


"ya bi sumi ..terima kasih ya" Risa mulai menata pakaiannya dilemari. Paviliun yang dia tempati sangat nyaman ,perabotannya juga sangat lengkap mulai dari sofa,ranjang,lemari,kulkas, meja kerja ,televisi semua ada begitu juga dengan dapur dan kamar mandinya sangat bersih. Risa merasa beruntung sekali bisa menempati paviliun ini.

__ADS_1


Setelah semuanya beres Risa duduk disofa sambil menonton televisi. Dia ingin beristirahat sejenak. Besok dia harus memulai aktivitasnya sebagai penyiar lagi. Sambil membaca skrip yang harus dia baca besok Risa mwnikmati waktu istrahatnya sambil rebahan di sofa.


Skrip tentang semangat hidup yang dia baca mampu menambah ketekatan dirinya untuk memulai hidup yang baru.


" Tak ada cinta lagi aq harus fikus dwngan karirku ,harus membultikan diri bahwa aku bisa menjadi seorang penyiar radio yang sukses aku harus membahagiakan nenekku orang satu-satunya yang tulus padaku " batin Risa.


Tak terasa sore berganti malam tiba waktunya makan malam Risa berencana untuk keluar rumah mencari super market terdekat untuk belanja kebutuhan sehari-harinya.


Risa mencari super market terdekat dan mulai memilih barang- barang kebutuhannya mulai dari sayur,ikan dan bumbu-bumbu dapur. Risa memilih buah- buahan yang dua sukai ketika memilih anggur merah ada tangan yang sama-sama mengambilnya Risa kaget dia menoleh pada pemilik tangan tersebut dan ternyata dia adalah Arya ,laki- laki yang bertemu Risa di warung bakso.


" Hai..ternyata kamu Din,kita jodoh ternyata bisa bertemu lagi disini" sapa Arya


" Apa kabar Din,lagi belanja apa aja nih,oh ya ini anggur yang tadi kamu pilih" Arya memberikan sekotak anggur yang mereka pilih secara bersama tadi.


" Alhamdulillah sehat,mas Arya lagi belanja jufa ternyata ya" Risa tersenyum


Setelah mereka rasa sudah cukup barang belanjaannya mereka segera meninggalkan super market.


"Din,aku antar ya ,belanjaan kamu banyak banget" Arya menawarkan diri untuk mengantar Risa


"Nggak usah mas nanti ngerepoti aku udah pesan taksi tadi kasian kalau aku batalkan orderannya" Risa menolak tawaran Arya


" oke kalau gitu,hati- hati Din" jawab Arya


" Ya makasih mas Arya,sampai ketemu lagi ya" Risa tersenyum melambaikan tangannya kemudian naik kedalam taksi yang dia pesan.

__ADS_1


Begitu juga Arya dia kemudian melajukan mobilnya segera pulang kerumahnya. Tak betapa lama Arya sampai dirumah mewah keluarganya setelah nemarkir mobilnya dia hendak masuk kedalam rumah namun langÄ·ahnya terhenti karena dia melihat taksi masuk kehalaman rumahnya. Arya penasaran siapa yang datang.


Setelah melihat siapa yang turun dari taksi Arya kaget karena dia adalah Dina gadis yang baru saja belanja bersamanya disupermarket. Arya menhentikan langkah Risa didepan paviliun.


" Lho..Din,kamu disini" sapa Arya


" Mas,Arya kok disini juga" Risa kaget saat melihat Arya mendatanginya.


"Iya..ini rumahku Din,dan kamu kenapa disini ,kamu mengikuti aku" Arya menggoda Risa


" ihh..siapa yang ngikutin mas Arya,aku tinggal disini juga kok" Risa menunjuk paviliun tempatnya tinggal


" Oh..jadi kamu gadis yang diceritakan mama yang menyewa paviliun ini" Arya tertawa ..kenapa dunia ini sempit banget batin Arya


" Iya mas baru hari ini aku pindah,jadi mas Arya anaknya tante Ira" Risa mulai mengerti


" yups bener banget tante Ira itu mamaku..nggak nyangka ya ternyata kita bisa tinggal bersama dalam satu halaman bener- bener dunia ini sempit" Arya tersenyum penuh arti dia senang sekali bisa lebih dekat dengan Risa,gadis mungil yang bikin dia penasaran dalam beberapa hari ini.


" Arya..kok masih diluar ,kalian sudah kenakan,ini Dina yang mama ceritakan Arya" tiba- tiba tante Ira datang


" Iya ma,kebetulan Arya sydah kenal dengan Dina" jawab Arya


" Ya udah kalau gitu kita makan malam yuk,sekalian ajak Dina biar rame" Tante Ira melangkah kerumah utama


" Yuk Din,dari pada kamu masih repot masak kita makan malam bareng aja,masukkan dulu barang belanjaanmu" Ajak Arya

__ADS_1


Risa kemudian meletakkan barang belanjaannya dimeja dan segera keluar menghampiri Arya yang masih menunggunya diluar meteka berdua berjalan beriringan menuju rumah utama keluarga Tuan Farhan.


__ADS_2