
Hari ini tepat 3 bulan lamanya almas dan iril saling menjauh dan menghindar demi keputusan yang almas pilih.
Dan hari ini adalah hari terakhir almas bekerja ditempat yang sama dengan iril. Almas memutuskan untuk risent dari tempat ia bekerja selama ini karna ia tak sanggup jika harus melihat iril.
Selama 1 bulan ini almas memang telah berfikir untuk pindah kerja dan memasukkan surat lamaran ke beberapa perusahaan dan alhasil almas diterima disebuah perusahan baru, tak sulit bagi seorang pegawai seperti almas untuk mencari lowongan disebuah perusahaan karna nama almas cukup dikenal dalam dunia perbisnisan dengan kepintaran dan kecerdasan yang ia miliki, tak ayal banyak perusahaan yang mau menerimanya bekerja disebuah perusahaan, pegawai seperti almas lah yang banyak dibutuhkan. Keputusan almas untuk pindah tempat kerjapun disetujui oleh ray.
Dan ya, almas masuk ke perusahaan tempat ray bekerja karna ray yang memasukkan almas pada perusahaan tempat ia bekerja. Jabatan ray diperusahaan itu cukup penting, jadi tak sulit juga bagi ray untuk memasukkan almas, apa lagi almas adalah pegawai berbakat yang kala itu langsung disetujui oleh atasan ray.
"teman-teman saya pamit ya, maaf kalo selama saya disini banyak merepotkan kalian dan juga mungkin ada salah kata saya yang membuat kalian tak suka," saat ini almas mengucapkan salam perpisahan pada rekan kerjanya sambil memeluk satu persatu rekannya itu.
"kamu beneran pindah mas, jangan gitu donk gak seru ah gak ada kamu, pliss jangan pindah mas". Kata Rio, dia adalah salah satu teman almas dikantor yang meja kerjanya berada disamping kiri meja almas bekerja.
"iya, kenapa sih kamu harus pindah, kamu g suka temenan sama kita-kita". Sahut linda, cewek cantik berkulit putih dan berlesung pipit itu. Dia adalah teman karib almas dikantor, selain yunita teman yang selama ini selalu ada untuk almas adalah linda.
"maaf teman-teman, surat pengunduran diriku juga sudah diterima oleh pak bos dan pak bos sudah menyetujuinya. Banyak alasan yang g bisa aku kasih tau ke kalian jadi maafkan aku ya". Almas memeluk erat linda dengan linangan air mata. Sebenarnya almas tak bisa jika harus berpisah dengan rekan-rekannya itu, yang sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri. tapi apa boleh buat, demi kebaikan dia dan iril ia harus risent dari kantor lama.
__ADS_1
Kini almas mulai melangkahkan kakinya meninggalkan kantor dan terlihat disana teman-teman almas meneteskan air mata melihat kepergian almas. Melihat itu semua membuat kaki almas seketika berhenti melangkah, seperti berat rasanya ia harus meninggalkan kantor dengan keadaan seperti ini.
"oh tuhan kuatkan aku". Gumam hati almas sambil tetap berusaha berjalan dengan menundukkan kepala dan air matanya mengalir begitu deras.
Tiba-tiba.. Duuukk...
Dengan tak sengaja almas menabrak tubuh tinggi, kekar, yang memiliki dada bidang, ya dada yang pernah almas rasakan kenyamanannya saat bersandar pada dada itu. Dan Pemiliknya adalah iril.
"maaf". lirih almas tambah mendongakan wajahnya.
Almas sangat merindukan mata itu, almas sangat senang bisa menatap mata yang sangat ia rindukan itu. Kini rasa rindu itu seakan-akan terobati.
"eh, iril maaf aku gak liat". Sahut almas sambil memundurkan tubuhnya hingga kedua tangan iril terlepas dari wajah almas.
"gimana kamu mau liat kalo jalannya sambil menunduk, kamu kenapa nangis mas? Berarti benar kamu risent? jawab pertanyaanku mas, Kenapa kamu harus risent".
__ADS_1
"aku... Aku hanya ingin mencari suasana baru saja ril". Jawab almas, kini ia tak berani lagi untuk menatap mata iril.
"kamu bohong mas, kamu mau menghindari aku kan?". Timpal iril, kini kedua tangannya memegang bahu almas.
"tidak ril kamu ngamong apa sih, ini semua gak ada hubungannya dengan kamu".
"jika memang benar ini karna aku, aku yang akan pjndah dari sini mas bukan kamu, kamu harus tetap disini karna mereka membutuhkan kamu". Kata iril sambil menunjuk 👉 ke arah teman-teman almas yang kini sedang berdiri didepan pintu kantor memandangi kepergian almas.
"tidak ril tidak, kamu salah, sudahlah aku pamit pergi dulu, jaga dirimu baik-baik". Kini almas berlari meninggalkan iril. Ia menangis, ia sedih, ia sakit, ia benar-benar tak kuat dengan kenyataan ini.
😢😢😢
"semoga tidak ada penyesalan dalam hatimu saat kamu memgenalku ril. maafkan aku, maafkan perasaanku. " gumam almas dalam hati, kini ia berjalan menyusuri jalan dengan sesekali tangannya menyeka air mata yang membasahi pipinya.
Inilah keputusan almas, ia melakukan semua hal yang membuatnya bisa lupa dengan iril, namun bukan lupa yang didapat, melainkan luka.
__ADS_1
#Tak lupa tapi luka itulah cinta