Cinta Pertama Dan Terakhir

Cinta Pertama Dan Terakhir
part 97


__ADS_3

tuan Arbinata dan Daddy Reno maupun mommy Ressi bingung dengan situasi saat ini, maupun sebaliknya dengan Arthur dan asisten Lexie, Daniel, elang maupun Aryan dan Attar, mereka semua tidak mengerti apa yang di omongin oleh wanita yang bernama gia itu.


'' kenapa '' tanya KAI dengan dingin sambil menatap gia dengan begitu dalam.


'' lupakan apa yang telah terjadi baru saja, anggap saja tidak pernah terjadi tuan kai jangan pernah lagi bertemu dengan saya'' jawab gia dengan dingin sambil menatap Kai dengan sorot mata yang tajam.


KAI yang mendengar ucapan gia menjadi merasa aneh dengan perasaan dia menatap ke arah wajah gia jantung nya berdetak kencang tidak seperti normal nya.


KAI merasa perasaan yang tidak pernah dia rasakan kepada wanita manapun, saat dia memandang wajah gia hati nya merasa akan kehangatan yang tidak dia rasakan saat bersama dengan wanita manapun.


kembali ke kejadian yang telah terjadi sebelumnya saat ada orang-orang yang masuk ke ruangan rawat kara untuk mencari kara dan keempat sahabatnya.


mereka semua bersiap-siap untuk pergi dari rumah sakit tersebut atas permintaan dari kara dan keempat sahabatnya, meskipun begitu mereka pun masih belum mengerti maksud dari semua ini.


kara dia bantu oleh Arthur dan mommy Ressi untuk membereskan barang-barangnya yang ada di ruangan rawat nya.

__ADS_1


'' Lexi panggil dokter untuk mencabut infus dan melepaskan yang lainnya pun dan minta juga surat keterangan kesehatan kara '' ucap Arthur sambil menatap asisten Lexie.


'' baik kak....'' sahut asisten Lexie yang akan pergi untuk melakukan perintah Arthur.


'' tidak perlu memanggil dokter, tidak ada waktu lagi gia '' ucap Yasmine dengan tegas sambil menatap gia untuk melakukan tugasnya.


'' kau tidak bisa melakukan itu, hanya dokter yang bisa melepaskan alat-alat yang ada di tubuh kara '' ucap Arthur dengan tegas sambil menatap Yasmine dia tidak terima dengan ucapan Yasmine dan perintah nya untuk melepaskan alat-alat kesehatan yang ada di tubuh istrinya itu kepada gia yang dia tau bukan dokter.


'' dia bukan dokter, saya tidak bisa membiarkan orang yang bukan seorang dokter menangani adik saya jadi panggil dokter kemarin atau tidak perlu pergi kemanapun '' ucap KAI dengan dingin sambil menatap Yasmine.


'' kau keterlaluan '' ucap kara dengan marah sambil menatap Kai.


'' biarkan orang lain berpendapat apapun tentang gue kara, lagi gue terlalu jijik dengan seorang laki-laki hanya bisa nya berbicara saja '' sahut Anggia dengan dingin sambil menatap kara.


Anggia melepas selang infus maupun alat-alat kesehatan yang ada di tubuh kara.

__ADS_1


semua orang kaget dengan apa yang dilakukan oleh gia yang seperti dokter begitu mudah melepaskan alat-alat yang ada di tubuh kara tanpa melukai tubuhnya.


'' mereka memang tidak tau diri '' ucap Deviana dengan dingin sambil menatap Arthur dan keluarganya maupun para sahabatnya.


'' maksud ucapan mu apa ''tanya Daniel yang bingung dengan omongan Deviana.


'' ya sahabat mu tua Arthur dan keluarganya maupun keluarga kara mereka tidak tau terimakasih, memang nya mereka masih bisa hidup kalau bukan saya dan sahabat-sahabat ada di sini '' jawab Deviana dengan tersenyum mengejek pada Arthur dan keluarganya.


'' kau tau apa yang kau ucapkan itu sama saja menghina keluarga saya '' ucap Arthur dengan dingin sambil menatap Deviana dengan sorot mata yang tajam.


'' kenapa anda marah seharusnya kau itu cukup diam saja maka orang tua mu dan adik mu masih akan bisa bernafas '' ucap Deviana dengan dingin sambil menatap Arthur.


'' Vi '' ucap kara sambil menatap Deviana untuk berhenti bicara.


Daddy Reno dan mommy Ressi maupun tuan Arbinata dan Attar maupun para sahabat Arthur tidak mengerti kenapa Deviana yang dari tadi hanya diam saja tiba-tiba berbicara seperti itu tentang keluarga Daddy Reno maupun tuan Arbinata.

__ADS_1


bersambung.........


__ADS_2