
"Sayang bisa ketemu kan hari ini?"
Pesan almas pada ray pada almas. Ya, hari ini almas bermaksud untuk menebus kesalahannya yang lebih mementingkan oranglain ketimbang ray, kekasihnya sendiri, almas merasa sangat bersalah atas sikapnya itu dan kini ia mengajak ray bertemu dan berjanji akan membuat ray bahagia hari ini.
" iya sayang bisa. Kebetulan juga ada yang mau aku tanyain, Kamu gak lembur lagi kan hari ini?? " balasan dari ray.
Deg..
Hati almas seketika merasa bergetar dan sedikit ada rasa takut dihatinya.
Apa yang akan dinyatakan oleh ray?? Kenapa dia harus bertanya saat bertemu?? Apa tidak bisa langsung bertanya lewat HP ini?. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang muncul dipikiran almas kini.
Almas berjalan menyusuri restoran indah nan romantis itu, sembari menolah kanan dan kiri mencari tempat pria tampan yang sangat ia rindukan itu. Dia adalah ray yang sedari 10 menit yang lalu telah sampai duluan ditempat mereka berjanjian untuk bertemu.
"Sayang"
sapa almas, mengagetkan ray yang sedang melihat-lihat HPnya, dan ia melingkarkan kedua tangannya pada leher ray dari belakang dan kini kedua pipi mereka saling berdekatan.
__ADS_1
"eh udah dateng, sini duduk"
ray melepaskan kedua tangan almas yang sedang memeluknya dari belakang.
Dan merekapun akhirnya memesan makanan dan minuman favorit mereka. Setelah pesanan mereka telah diantar, merekapun langsung memakannya karna memang perut mereka sesari yadi berbunyi. Maklumlah mereka sama-sama orang sibuk yang hanya sempat makan jika jam kerja mereka telah berakhir.
"*Sayang aku mau tanya sama kamu boleh? *"
Kata ray yang seketika membuat almas berhenti makan dan menaruh kedua sendoknya.
"* tentu saja boleh, tanya apa?? *"
Siapa yang menyimpan kebohongan, kegelisahan dan ketakutan yang menjadi temannya.
Mungkin itulah kata_kata yang saat ini cockm untuk kehidupan almas.
" kamu janji akan menjawabnya dengan jujur" . Kini tangan ray memegang kedua tangan almas dan menatap lekat kekasihnyanya itu. Ia berharap bahwa apapun yang akan ia tanyakan kali ini pada almas, ia akan menemukan jawabannya dari sorotan mata almas. Ya.. Almas memang wanita yang tak pandai menyembunyikan kebohongan, sehingga saat ia berbicara bohong atau jujur akan terlihat jelas dimata indahnya itu.
__ADS_1
Kalian pasti tau kan apa yang dirasakan almas saat ini dengan sikap ray yang begitu hangat padanya. Dengan ragu almas menjawab "pasti, sayang aku akan jujur" kini ia benar-benar merasa takut dengan pernyataan pria tampannya itu.
"sayang apakah kamu menyukai laki-laki lain selain aku".
"kenapa lamu tanya seperti itu sayang" kali ink almas benar-benar tak tau harus apa, jika jujur ia akan menyakiti kekasihnya itu, dan jika tidak jujur ia akan lebih menyakiti hati kekasihnya kelak ketika dia sudah tau. Dengan berbagai macam alasan akhirnya almas jujur pada ray tentang semua yang ia rasakan pada iril selama ini. Kini ia akr mata almas mengalir begitu deras.
Entah apa yang akan ray lakukan padanya setelah kejujuran ini
Dan seketika ray melepaskan genggamam tangannya pada almas saat ia mendengar semua pengakuan almas.
Sebutir kristal bening jatuh dari mata ray dan membasahi pipinya.
Iya.. Ray menangis. Ia begitu tersakiti dengan kesalahan wanitanya yang selama ini tak pernah sekalipun menghianatinya itu.
Ray berlari meninggalkan almas sambil menyeka air matanya yang jatuh.
Ia pergi meninggalkan almas yang masih terduduk ditempat yang sama dengan keadaan hati yang tak tau arah dan air mata yang semakin deras.
__ADS_1
Apakah kehadirannya adalah kesalahan?? 😥