
Hening..
Hening..
Dan hening..
Suasana kamar ray, dan begitupun dengan almas disana merasakan keheningan yang sama tapi bukan di kamarnya, melainkan keadaan hatinya.
Setelah kejujuran yang terungkap itu almas tidak pulang, tapi dia menghubungi iril dan mengajaknya bertemu disebuh taman kota.
Lain halnya dengan ray, setelah kejadian hari ini yang membuat hatinya sangat sakit, ia melajukan mobilnya dengan begitu kencang dan mengarah ke rumahnya, ia langsung menghempaskan tubuhnya pada ranjang berukuran king size yang indah itu dengan dipenuhi ukiran-ukiran.
Saat ini adalah saat kehancur hati ray.
Ia tak tau bagaimana cara untuk mengurangi beban pikirnya, kini tangannya mengambil hp yang berada disakunya dan berniat untuk menghubungi guswa, sahabat baiknya yang kini berada jauh darinya karna pekerjaan. Ia berniat untuk mencurahkan semua isi hatinya pada sahabat baiknya itu.
Meski mereka terpisah jauh tapi persahabatan mereka tetap terjalin dengan seringnya komunikasi.
Guswa telah menikah dengan yunita, karna itu ia rela bekerja jauh dari kota kelahirannya dan memboyong yunita demi mencari nafkah untuk istrinya itu.
__ADS_1
Ketika tangan ray mulai memencet ponselnya dan mencari nomor guswa, dengan tiba-tiba saja ia mengurungkan niatnya. Kini ia teringat akan almas yang ia tinggalkan begitu saja dengan keadaannya yang terlihat begitu kacau. Ia menyesal telah meninggalkan almas.
"apa yang ku pikirkan hingga aku meninggalkannya begitu saja, harusnya aku memaafkannya harusnya aku menghargai keberaniannya dalam berkata jujur, aku harus menyusulnya dan meminta maaf padanya, aku tak ingin kehilangan dia aku tak bisa hidup tanpanya" gumam ray dalam hati.
Kini Ray bergegas turun dari ranjangnya, keluar dari kamar dan berlari ke garasi untuk mengambil mobil dan melajukannya dengan kencang mobilnya menuju restoran tadi tempat ia bertemu dengan almas. Ray berpikir mungkin almas masih disana menghibur dirinya.
Ray melajukan mobilnya dengan sesekali memandang pada ramainya jalan yang membuat mobilnya sedikit terkena macet.
Saat ia memandang keluar kaca mobil, dan melihat ke arah taman kota dengan tak sengaja ia melihat almas duduk berdua dengan seorang laki-laki yang tak lain adalah iril.
Betapa semakin sesak dada ray kini ia rasakan. Kekasih yang tak pernah tertarik pada pria lain . Kekasih yang selalu meminta izin dari ray kemanapun ia pergi dan apapun yang akan ia lakukan, kini berpaling darinya.
Dan ray pun memutar balik mobilnya, ia tak tahan melihat pemandangan didepannya dan bergegas pergi meninggalkan jalan taman kota itu.
------------0000-----------
#POV ALMAS & IRIL
iril telah sampai ditaman kota dan menghampiri almas yang tengah duduk sendiri dikursi taman.
__ADS_1
" mas, kamu kenapa? ". sapa aril yang kaget melihat almas menangis.*
*"aku... Aku..." almas tak bisa berbicara lagi kini tangisan almas semkain menjadi.
"tenangkan hatimu mas, ceritakan padaku apa yang terjadi padamu? ".
" rill.. Dia tau? "
" tau apa?? Dan dia siapa?? "
" kekasih ku, ray. Sekarang dia tau tentang kita"
"hah, . Kok bisa, bagaimana ? Jelaskan padaku mas ". sontak iril begitu kaget dengan perkataan almas itu.
" entah dia dengar dari siapa tentang kedekatan kita, dan akupun sempat bertanya padanya tapi dia tak mengaku dia tau dari siapa. Dia bertanya padaku tenang kebenaran dari info yang ia dengar itu...
"dan kamu mengakuinya?? "
Belum juga almas menjelaskan dengan selesai tiba-tiba aril memotong cerita almas.
__ADS_1
" iya aku mengakuinya dan aku jujur tentang, semua ini ril".
Oh my god 😥 syedih