
" Ya allah mer kamu sangat baik hatimu begitu tulus, tapi! Mbak enggak Terima perlakuan presdir mbak , apa setelah ini kamu akan keluar dari kantor ini? atau akan melanjutkan pekerjaan mu disini ". tanya della semakin dalam.
"mbak akan lapor presdir ke kantor polisi walau mbak tau itu akan bahaya bagi diriku sendiri."
"Enggak mbak jangan aku mohon mbak jangan lakukan itu, merpati akan tetap bekerja disini , merpati sudah putuskan itu dan tolonh jangan 1 satupun yang ada di kantor ini tau tentang apa yang terjadi tadi mbak selain kita berdua ku mohon".Pinta merpati memohon.
Mendapat larangan dari merpati semakin membuat della yakin bahwa merpati menyembunyikan sesuatu.
" dia sudah kelewat batas mer , owh Merpati mbak tau kamu pasti menutupi sesuatu kan? Iyah kan? ".ucap della dengan menggoyak kan tubuh merpati.
" Lepas mbak!, merpati punya privasi walau mbak udah aku anggap sebagai kakak ku sendiri, mbak selalu perhatian sama merpati bukan berati mbak della harus tau semua privasi merpati ". ucap merpati tegas dan melepaskan tangan della yang ada di pundak nya
"Maaf mer, mbak bukan nya ingin mengetahui privasi mu tapi mbak sayang dengan mu saat pertama kita bertemu aku sudah nyaman di dekatmu, kamu sudah membuat mbak kembali merasakan hangat nya bertemu dengan seseorang, mbak hanya tidak mau kamu merasa sakit".jawab della seraya menatap merpati lekat.
Merpati terdiam tanpa sadar butiran kristal sudah membasahi pipi nya setelah sekian lama merindukan perhatian seorang hari ini ia mendapat kan kata kata manis itu lagi. Semenjak ayah dan bunda merpati pergi hilang sudah kebahagiaan nya.
"Mbak!".
Lirih merpati.
"Aku juga menyayangi mu".ucap nya langsung memeluk della.
Della membalas pelukan merpati ia melihat belakang merpati yang banyak luka memar di belakang nya, ia melepas pelukan nya dari merpati.
" Mer belakang mu kenapa merah semua seperti ini? ".
" Ha? Merah?, merah apa mbak".merpati mencoba menutupi nya dengan rambut.
"Ini".della menekan memaran itu, dengan reflek merpati langsung merintih sakit.
" Aww".
"Eh maaf mer apa itu sakit?, itu memar apa? ".
Tanya nya heran.
" Apa ini luka memar pukulan atau kamu mencoba menutupi nya dengan rambut my, pantas saja hari ini rambut mu teruai tidak seperti biasanya".tutur della.
Mati jawab apa aku,".batin merpati bingung.
" Ehh ini mbak kena serangga, tadi malam banyak sekali nyamuk di kamar ku jadi aku tepuk tepuk nyamuk yang mengigitku".
__ADS_1
*
Di kediaman elang.
Putra yang baru sampai langsung lari ke kamar elang, ia melihat elang yang sedang duduk di lantai menangis dengan memeluk lutut nya.
"Elang lu kenapa lagi lang? ".
" Kenapa!, kenapa tidak ada yang mengerti aku put kenapa?. Gadis itu gadis itu sudah membuat aku geram!. Gara gara orang tua gadis itu kini aku kehilangan kebahagian ku".ucap nya lirih dengan wajah penuh dengan kebencian.
"Elang sudah lah jika kamu terus menengok ke belakang kamu akan terus menaruh dendam dengan istri mu itu".
" Istri?, tidak dia hanya istri balas dendam ku, aku bersumpah setelah aku puas membuat nya menderita aku tidak akan mau mengenal wanita".
"Apa maksud mu? kamu mau menjadikan nya pertama dan terakhir? ".
" Ya. setelah dia mati karena siksaan ku. Aku akan menyerah kan diriku ke kantor polisi, aku akan hidup dalam penjara dengan kesendirian ku haha apa gunanya semua ini harta dan tahta ini tidak ada gunanya".ucap nya menyeringai membuat suara nya menggelegar di kamar itu.
"Kamu gila elang! ".
Ucap putra kesal entah apa yang ada di pikiran elang sampai ia memikirkan semua itu.
" Iyah memang aku gila putra aku gila haha".ucap elang berdiri dan mendekat dinding yang penuh dengan foto nya dan kedua orang tua nya.
Ucap nya terus memandangi foto kedua orang tuanya.
senang kata mu lang?.mama dan papa pasti akan membenci mu melihat anaknya yang sadis tidak ketulungan apa aku harus adukan semua ini dengan nya supaya elang ada pandangan hidup".
Elang yang sedang memandangi foto kedua orang tua nya tiba tiba tubuh nya langsung ambruk ke lantai membuat putra terkejut dan langsung mengangkat nya menuju ranjang.
*
Hari semakin sore namun pekerjaan merpati belum juga kelar, merpati terus mengerjakan berkas yang di berikan elang tafi pagi, tapi entah mengapa pikiran nya terus saja tertuju pada elang laki laki arogan yang telat menyiksa nya hampir 1 minggu ini
"Dasar pria gila baru masuk sudah di beri kerjaan sebanyak ini".merpati tidak berhenti henti mengomel.
" Tapi ngomong ngomong bagaimana keadaan nya saat ini ya apa dia sudah baikan, aghhh kenapa aku jadi memikirkan nya".merpati kembali membayangkan tingkah elang tadi.
"Heh ngapain juga mikirin dia enggak penting banget".ucap merpati langsung melanjutkan kerja.
Jam menunjukan pukul setengah 6 sore della masuk kedalam ruangan elang berniat menemui merpati.
__ADS_1
" Mer ayo pulang sudah sore".Ajak della.
"Enggak mbak!, mbak duluan aja kerjaan merpati tinggal dikit lagi nanggung".
Jawab merpati dengan senyum manis nya.
" Huff ya sudah deh jangan malem malem ya mer kalau malam kan susah cari kendaraan umum nanti kamu bingung mau pulang naik apa ".
Jelas della dengan wanti wanti.
" Iyah mbak della cantik tenang aja".jawab merpati menyakinkan
Setelah kerjaan yang di kerjakan oleh merpati selesai, merpati langsung keluar dan memesan taksi online.
"Kok belum ada yang menerima yah, huff lebih baik aku sholat dulu deh".
Merpati langsung berjalan menuju mushola yang ada pada kantor besar milik elang.
Setelah selesai sholat ia menadah kan tangan nya untuk berdoa. " Ya Allah apa ini jalan hidup ku selalu jauh dari kesenangan, hidup ku saat ini sudah tidak ada artinya lagi, ya allah ya Robbi apakah ini jalan hidup ku apa aku akan mati dengan laki laki orrogant yang saat ini menjadi suami ku, apa aku akan mati karena dendam, rubahlah sikap suami hamba ya allah berikan lah dia ketenangan dalam hatinya jangan biarkan dendam bersarang pada dirinya. dan tolong jaga bunda dan papa di sisi mu ya allah kabulkan lah doa hamba ya allah amin yarobal ala'min.
setelah merasa puas mencurahkan isi hatinya kepada maha kuasa, Merpati langsung membereskan alat sholat dan meletakkan nya kembali seperti semula.
Hari semakin gelap namun taksi belum ada yang menerima panggilan nya merpati akhirnya merpati memutuskan untuk berjalan kaki.
"Untung saja lampu lampu jalan sangat menerangi malam jika tidak aku akan mati ketakutan".
Ucap merpati.
Terlihat dari ujung jalan sebuah jalan gelap tidak ada lampu merpati kebingungan mau lewat mana jujur ia sangat takut dengan kegelapan. Tidak ada cara lain lagi merpati terpaksa melewati jalan itu, ia berlari sekuat tenaga menghindari kegelapan itu.
Bruk... Saat merpati berlari sekencang kencang nya ia menendang batu namun sayang bukan batu nya yang mental namun tubuh manggil nya itu yang mental sampai membuat lukisan di kaki dan tangan nya.
"Aww!.. Hiks hiks sakit.. Mana ini gelap sekali.. ayah bunda merpati takut".tangis merpati sambil melihat sekeliling jalan yang sepi itu.
Merpati mencoba bangkit ia menghilang kan rasa sakit nya dan kembali berlari dengan keadaan kaki pincang.
*
Elang membuka matanya perlahan kepala nya merasa pusing dan mencoba mengingat apa yang terjadi.
Ia melihat sekeliling yang kosong tidak ada siapa siapa. "Kemana gadis itu? ".gumam nya.
__ADS_1
like. komen. vote jika kalian suka.