Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
penyerangan dari belakang


__ADS_3

Putra dan Daren langsung mengikuti arahan dari Alexa , mereka langsung menyusun strategi setelah merasa cukup puas dengan strategi nya, Putra dan Daren langsung memasuki mobil.


Della berjalan mendekati ruang keluarga , ia tersadar dari tidur nya dan mengingat kekacauan yang terjadi di keluarga Perkasa.


"maaf Della tidur saat suasana begini". ucap Della merasa bersalah.


"enggak papa Della , omma dan keluarga lain nya mengerti kok kamu juga harus menjaga janin yang ada di perut mu". jawab Alexa.


"terus bagaimana kelanjutan nya omma, apa mereka sudah menemukan arqian?".


"belum , mereka masih menuju lokasi penculikan , tadi yang menculik Arqian menelfon Elang , mereka berada di gedung xyy". jelas Alexa.


sedangkan Merpati diam mengeliminasi entah apa yang di pikir kan nya , tanpa sepengetahuan Alexa dan yang lain Merpati beranjak dari duduk nya dan menuju pintu keluar mereka tidak ada yang menyadari nya karena mereka sedang sibuk berbicara kepada Della.


Merpati menuju bagasi motor , ia langsung mengendarai nya dengan kecepatan tinggi menuju gedung xxy.


"aku harus menemui nya, aku tidak akan bisa tenang ". ucap Merpati sambil menangis di pertengahan jalan.


penjaga yang sedang tidak ada di halaman rumah membuat Merpati mudah untuk menyusul Elang.

__ADS_1


sedangkan disisi Elang, ia memasuki gedung itu , pencahayaan yang kurang dan juga gedung yang sudah tua , terlihat seram jika di lihat malam hari tapi Elang terus saja menelusuri gedung gelap itu.


tak lama handphone Elang berdering , Elang langsung mengangkat telfon itu " kamu di mana? aku sudah sampai". ucap Elang geram , emosi nya benar benar meluap saat sudah sampai di gedung itu.


"wah wah.... aku tidak menyangka kamu benar benar datang Lang, baiklah aku ada di atap gedung datang lah kemari". ucap seseorang di sebrang telfon.


Elang langsung berlari sekuat tenaga menuju atap gedung .


brak....


Elang langsung menendang pintu itu dengan kuat , terlihat disana ramai dengan pengawalan sekitar 10 orang mengelilingi atap itu dan seorang laki laki yang membelakangi nya sambil menggendong Arqian.


"mereka hanya berjaga jaga , agar kau tidak berbohong".


"baiklah dan sekarang aku sudah membawa berkas nya , kembalikan anak ku!". tegas Elang.


laki laki itu membalik tubuh nya sambil tersenyum smirk.


"Radit ". ucap Elang. " benar apa tebakan ku itu.pasti kamu yang melakukan nya".

__ADS_1


"ya memang ini aku , bagaimana bagus bukan permainan ku haha ". Radit menyeringai jahat.


"bagus kau bilang heh..". Elang berucap dengan sinis , " yang ada cara lo seperti pecundang yang hanya bisa mengancam tanpa ada usaha untuk mendapatkan apa yang kamu mau ckck".


"terserah ku lah , dari pada bertele tele lebih baik kau serahkan aset mu itu agar kamu bisa dengan cepat mengambil anak mu". ucap Radit.


"heh serahkan dulu anak ku , baru ku serahkan aset ku". ucap Elang .


"baiklah". jawab Radit sambil tersenyum , entah apa yang di rencanakan oleh Radit , tanpa ragu Elang mendekati Radit .


mata Radit mengode salah satu pengawal nya dan seakan paham dengan kode itu pengawal itu pun tanpa aba aba langsung menendang punggung Elang sampai Elang langsung tersungkur di lantai.


Elang nampak terkejut dengan penyerangan tiba tiba dari belakang , Elang mengangkat kepala nya menatap Radit penuh emosi.


Elang hendak beranjak namun punggung Elang langsung di injak dengan kuat.


"aghh-h". ringis Elang.


bantu dukung karya ini kakak makasih.

__ADS_1


__ADS_2