
jam menunjukkan pukul 10 pagi Merpati duduk di kursi yang terbuat dari kayu , hari ini ia tidak bekerja mengingat kondisi nya yang kemarin kontraksi parah dokter pun melarang Merpati untuk melakukan pekerjaan yang berat dan juga melelahkan bagi nya .
Merpati mengelus perut nya dan memandang perut yang sudah buncit. sesekali tersinggung senyum di bibir tipis nya.
tok... tok...
pintu rumah terketuk Merpati beranjak dari duduk nya berniat membuat pintu.
setelah pintu rumah terbuka sempurna mata Merpati langsung terbelalak saat melihat laki laki yang berdiri di hadapannya dengan setelah Jas hitam . bersama dengan pengawalnya , Putra dan juga Irvan di belakang nya laki laki itu adalah Elang .
"sayang aku menjemputmu " ucap Elang tersenyum dan hendak memeluk Merpati namun secepat kilat Merpati langsung menghindar.
"k-kenapa kamu menghindar sayang apa kamu tidak merindukan ku? aku sangat merindukanmu ". mata Elang berkaca kaca menatap Merpati.
"maaf tuan Elang sebaiknya engkau pergi saja saya tidak mau ada kesalahpahaman antar aku dengan pasangan barumu , dan aku minta tolong suruh pengawal mu untuk melepas Irvan ". ucap Merpati menahan sesak di dada nya. rasanya ia ingin sekali menangis sejadi jadinya untuk menghilangkan rasa rindu yang selama ini ia pendam .
Elang diam dan tidak menjawab pembicaraan Merpati.
"aku mohon lepaskan Irvan sekarang ". ucap Merpati dengan emosi.
Elang langsung meminta anak buah nya untuk melepaskan Irvan. mereka pun langsung menuruti nya.
"sayang aku sudah melepaskan Irvan sekarang tolong dengarkan dulu penjelasan ku , ku mohon sayang , setelah aku menjelaskan semuanya kamu boleh mengusirku". ucap Elang memohon.
"ku mohon dengar kan penjelasan ku , ku mohon". lanjut Elang langsung menarik Merpati kedalam pelukan nya.
Elang menangis dalam pelukan Merpati dan memeluknya dengan sangat erat, begitu juga dengan Merpati yang langsung menangis di dalam dekapan Elang.
"aku merindukan pelukan mu aku merindukan sentuhan mu hiks..hiks.. tolong beri aku waktu untuk menjelaskan agar tidak adaa lagi ke salah pahaman diantara kita". ucap Elang tersedu sedu masih dalam posisi memeluk Merpati.
Elang melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi Merpati ia menghapus air mata yang membasahi pipi Merpati.
"ku mohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan sayang ". Elang sangat berharap Merpati mau mendengarkan penjelasan nya.
__ADS_1
Merpati pun mengangguk mengartikan ia mau mendengarkan penjelasan Elang , Merpati menyuruh Elang duduk di kursi yang terbuat dari bambu di ikuti oleh Putra , kedua anak buah Elang dan juga Irvan .
Elang mengambil laptop yang ada di tangan Putra lalu Elang membuka laptop nya ia memperlihatkan bukti bukti yang selama ini membuat Merpati salah paham , Elang menjelaskan secara detail .
Merpati menatap Elang sangat lekat begitupun dengan Elang ,Merpati langsung menggeser duduk nya mendekati Elang.
" aku minta maaf telah menjadi istri yang kurang baik untukmu , aku telah pergi tanpa izin dari mu , aku juga sangat merindukan mu " ucap Merpati dengan mata berkaca kaca.
"apa kamu masih marah dengan ku ? maafkan aku yang telah mencoba merencanakan pembunuh orang tua mu , kamu boleh lakukan apapun kepada ku lakukan sesukamu sayang asal kamu memaafkan ku ". ucap Elang sambil menunduk .
Merpati mengangkat kepala Elang dan langsung memeluk nya. "hikss .. hiks.. sudahlah aku sudah memaafkan nya, tetapi aku masih kecewa dengan mu". ucap Merpati melepas pelukan nya.
"maafkan aku , aku berjanji akan merubah sikap ku , aku akan menebus semua kesalahan ku selama ini kepada mu, dan jangan kmu menangis lagi ". Elang menghapus air mata Merpati lalu menggenggam erat dan mengecup lembut tangan Merpati.
Elang beralih menatap perut Merpati yang buncit. Merpati yang yang paham akan tatapan Elang langsung tersenyum dan mengarahkan tangan Elang ke perut nya.
"ini ada junior Elang". ucap Merpati dengan tersenyum.
Elang langsung terkejut . "a-apa , benarkah ini anak ku? bukan anak dia?". Elang melirik Irvan sekilas.
"syutt jangan di lanjutkan lagi, aku tidak mau membahasnya lagi".ucap Elang sendu.
Merpati pun tersenyum "iya aku tidak akan membahas nya lagi".
"terima kasih sayang". Elang langsung mengecup satu persatu setiap inci wajah Merpati tidak lupa juga Elang mencium perut Merpati dan mengelus lembut perut Merpati.
sedangkan Putra , Irvan dan kedua pengawal nya hanya bisa melihat kemesraan dari suami istri itu. mereka pun turut bahagia dengan baik nya hubungan Elang Merpati.
"oowh ya suamiku , bagaimana bisa kamu bertemu dengan Irvan?".
"jadi ceritanya itu..."
flashback.
__ADS_1
salah satu anak buah Elang memesan taxi Irvan , irvan pun langsung mengarah pada maps yang dikirimkan sesampainya Irvan di sebuah vila , Irvan langsung di suruh keluar dari mobil Irvan pun menuruti nya.
Irvan di bawa masuk kedalam vila mewah itu terlihat di salah satu ruangan seorang laki laki sedang berdiri menatap keluar jendela , Irvan hanya bisa menatap bingung laki laki itu.
"tuan kami sudah membawanya". ucap salah satu pengawal.
Elang langsung membalikan tubuh nya mengarah Irvan. Irvan terbelalak melihat Elang di hadapan nya , Elang pun langsung mendekati Irvan.
"kamu masih ingat dengan ku Irvan?". ucap Elang.
"iya tuan s-saya masih ingat ". jawab Irvan dengan gugup.
"baguslah kalau masih ingat dan kamu juga masih ingat kan kau bekerja dengan ku sebagai apa? ".ucap Elang lagi.
"iya tuan saya juga masih ingat ". jawab Irvan.
"bagus kamu masih mengingat semua nya. lalu kenapa kamu membawa istri dari bos mu pergi hah kenapa? ". ucap Elang dengan suara tinggu dan Elang langsung menarik kerah baju Irvan .
"kau tau kan akibatnya jika kamu main main dengan ku?". lanjut Elang .
Putra masuk kedalam ruangan Elang ia langsung berlari kecil menghampiri Elang. Putra pun langsung melepas cengkraman Elang.
"stop Elang ! sudah ku katakan padamu jangan emosi , kalau kamu emosi semua masalah ini tidak akan ada selesai nya ". ucap Elang yang emosi dengan sikap arogan yang di miliki Elang.
"maaf aku hanya ingin penjelasan selama ini , suami mana yang tidak marah jika mengetahui istri nya selama ini tinggal dengan pria lain put ". ucap Elang dengan lirih.
"kalau kamu ingin semua penjelasan nya kita temui Merpati sekarang , tapi aku mohon sekali lagi kepadamu untuk jangan mengeluarkan sikap arogan mu.
"baiklah aku akan menjaga sikap ku ". Elang menjawab dengan sangat antusias.
"baiklah kalau begitu. Irvan , apakah kamu mau mengantarkan kami menemui Merpati? ".
"baik tuan saya akan mengantarnya kalian menemui nona Merpati ".
__ADS_1
kedua pengawal Elang langsung memegang tangan Irvan dsn mengarahkan nya ke dalam mobil di ikuti oleh Elang dan Putra. Irvan pun langsung memberi mereka petunjuk jalan menuju kontrakan Merpati yang selama ini ia tepati bersama istri bos nya itu.
tolong bantu dukungan nya kak terimakasih.