
setelah Merpati menceritakan semua tentang dirinya kepada Della, Della pamit untuk pulang .
sesuai yang dikatakan Daren, Della pulang dengan supir .
jam menunjukkan pukul 4 sore Putri duduk di bangku taman sambil mendengarkan musik yang berjudul aku pasti kembali pakai handset sambil memejamkan matanya menghayati setiap arti dari lagu itu.
lagu itu sering kali ia dengarkan bersama Putra diwaktu senggang.
putri bingung dengan perasaan nya sendiri. ada apa dengan ku? kenapa aku selalu merindukan mas Putra dan selalu mengharapkan nya ada di sini? aku selalu merasa kesepian saat dia tak ada. tak terasa butiran bening membasahi pipi nya.
seorang laki laki memperhatikan Putri dari kejauhan, perlahan ia melangkah mendekati tempat dimana putri duduk saat ini, laki laki itu duduk di samping Putri dan mengambil 1 handset yang ada di kuping kiri Putri dan langsung memakainya. sontak perlakuan itu membuat Putri langsung membuka matanya ia melihat samping kiri , matanya langsung terbelalak saat melihat laki laki yang ada di samping nya sedang menatap nya dengan senyum yang lebar. tanpa sadar Putri langsung memeluk laki laki itu yang tak lain adalah Putra.
Putra pun membalas pelukan Putri ia terkekeh sendiri melihat Putri yang tiba tiba langsung memeluk nya.
"i-ini mas Putra kan Putri lagi gak mimpi kan hiks..hiks..". putri menangis sesenggukan dalam pelukan putra.
Putra mengangkat dagu Putri , Putri pun mendongak melihat Putra dengan mata yang sembab.
"kamu lihat aku , kamu masih mengenali ku kan? masa iya kamu sudah lupa dengan ku ? padahal baru 1 bulan kita tidak bertemu". ucap Putra menatap lekat Putri.
Putra pun langsung menghapus air mata yang tersisa di kelopak mata Merpati.
"mau sampai kapan kamu memeluk ku seperti ini". ucap Putra terkekeh dan Putri langsung melepas pelukannya.
"maaf mas , Putri gak maksud apa apa Putri cuma seneng mas Putra ada disini setelah satu bulan mas Putra gak ada kabar ". ucap putri menunduk malu.
"owh ya mas Putra kok tau putri ada disini". Putri memutar tubuh nya menghadap ke depan.
"eumm tadi aku ke kampus kamu berniat menjemput mu tapi kamu gak kunjung keluar handphone kamu juga gak aktif terus aku tanya ke temen temen kamu terus dia kasih tau katanya kalo sudah pulang pasti kamu duduk taman ini. Sudah satu minggu katanya kamu selalu duduk disini setiap sore, jadi aku kesini deh dan benar saja kamu ada disini". jelas Putra.
"oowh iya handphone nya aku hidupkan pesawat biar gak ada yang ganggu hehe " Putri cengir kuda .
__ADS_1
" heumm begitu ? terus ngapain kamu duduk disini ? bukan nya pulang udah sore malah duduk disini sendirian gak baik tau cewe duduk sendirian tempat sepi kaya gini". nada Putra langsung berubah seperti emak emak yang sedang memarahi anak nya.
"maaf mas lagian mau ngapain di rumah?. aku jengkel tau di rumah, si nenek lampir itu marah marah aja kerjaan nya padahal gak ada masalah apa apa tapi marah terus kerjaan nya". Putri langsung berubah kesal saat menceritakan kelakuan Widya padanya.
"apa? tante Widya masih sering marahin kamu?". Putra langsung menatap lekat Putri.
"iya mas". Putri langsung menghadap ke arah putra " masa ya mas kemarin mbak Merpati di tampar sama dia sampai bengkak terus Putri langsung obati deh kaya mas Putra lakuin ke Putri waktu itu". jelas Putri.
"ini udah kelewatan put dia harus di aduin sama Elang biar dia tau rasa". ucap Putra dengan geram.
"egh mas jangan , mbak Merpati juga gak bakal mengizinkan ,dia gak mau buat keributan di rumah " . ucap putri melarang Putra.
"Enggak bisa aku harus bicara pada Elang biar dia tidak semena mena, ayo sekarang kita pulang". Putra mengangkat tangan putri untuk berdiri dari duduk nya.
Putri pun langsung berdiri dari duduk nya dan langsung mengikuti langkah Putra.
malam hari pun tiba, setelah membersihkan tubuh nya Elang langsung mendekati Merpati yang sedang memilih baju ganti untuk nya , tanpa aba aba Elang langsung memeluk Merpati dari belakang membuat Merpati menghentikan kegiatannya.
"kamu lanjut saja sayang aku mau memeluk mu seperti ini". ucap Elang bergelayutan manja.
"ya sudah nanti lanjutin lagi manja manjanya , Sekarang kamu ganti baju dulu". ucap Merpati memutar tubuh nya menghadap Elang dan memberikan pakaian yang ia pilih tadi.
"cepat ganti aku tunggu di kamar oke". lanjut Merpati.
cup..
Merpati mencium Elang tanpa permisi membuat Elang langsung menyunggingkan senyuman.
Merpati melangkah keluar dari ruang ganti dan elang langsung memakai pakaian nya.
setelah selesai mengganti pakaian Elang langsung keluar dari ruang ganti sesuai yang di bicarakan Merpati tadi ia akan menunggu suami nya, Elang mendekati Merpati yang sedang duduk di tepi kasur sambil menatap kearahnya dengan senyum yang lebar.
__ADS_1
Elang duduk di samping istrinya itu dan memeluk nya dengan manja.
"rasanya semua lelah hilang seketika". ucap Elang membuat Merpati terkekeh.
merpati mengusap usap rambut Elang yang masih sedikit basah itu dan Elang hanya menikmati sentuhan yang di berikan Merpati padanya.
"suami ku ini sudah waktunya makan malam , ayo kita makan malam dulu ". ucap Merpati dan Elang langsung mengangkat kepalanya yang ia Sandarkan di bahu Merpati.
"baiklah. ayo kita makan malam kamu pasti sudah lapar ya?".
"hehe tau aja". jawab Merpati sambil cengir kuda.
kedua nya pun langsung melangkah menuruni anak tangga dengan Elang yang menggandeng tangan Merpati sampai meja makan.
"Putra kamu sudah kembali?". ucap Elang langsung duduk di kursi yang biasa ia duduki.
"iya, tadi siang aku sampai karena urusan perusahaan omma yang ada di Eropa sudah selesai". jawab putra dan Elang hanya mengangguk paham.
oowh jadi selama ini mas Putra urus perusahaan omma yang di Eropa, pergi jauh begitu kenapa gak bilang sama aku coba? ". batin putri.
Putra menatap Elang yang sedang sibuk mengambil lauk pauk, ingin rasanya ia bicarakan semua perlakuan Widya selama ini tapi rasanya ini bukan waktu yang tepat mungkin setelah makan malam aku akan memberitahunya pikir Putra .
setelah makan malam bersama Elang dan Merpati langsung memasuki kamar, sedangkan Putra yang melihat itu lagi lagi mengurungkan niat nya.
"mungkin malam ini bukan waktu yang tepat tapi besok aku pasti akan bicarakan ini pada Elang". ucap Daren langsung melangkah menuju kamarnya.
di kamar Elang dan Merpati.
Merpati tidur di samping Elang dan lengan Elang dijadikan bantal seperti biasa. kini Merpati lah yang bergelayut manja dengan Elang sesekali menciumi wajah nya mencubit pipi mulus Elang.
like.komen.vote.gift.rate bintang 5 makasih pay pay.
__ADS_1