
setelah mendapat apa yang ia beli Elang langsung segera kembali menemui Merpati dan juga anak nya namun langkah nya terhenti saat melihat keramaian di tempat ia meninggalkan istri nya.
"mas itu ada apa ya?". tanya Elang kepada salah satu pengunjung.
"itu katanya anak nya di culik ". jawab laki-laki itu.
Elang langsung berlari mendekati tempat kejadian terlihat disana Merpati sedang menangis sambil di tenangi oleh para pengunjung lain nya.
"sayang dimana anak kita?". Elang benar benar panik dengan situasi ini.
"anak kita di culik , aku enggak tau siapa pokoknya dia laki laki sama perempuan ". Merpati menjelaskan dengan terbata bata menahan tangis.
"tadi dia pergi arah mana?".
"kesana". Merpati menunjuk arah barat .
tak mau buang waktu lama Elang langsung membantu Merpati berdiri menuju mobil nya Elang langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"maaf kan aku karena sudah meninggal kalian terlalu lama". ucap Elang merasa bersalah.
__ADS_1
"enggak ! bukan kamu yang salah ini salah aku yang sudah mengizinkan anak kita di gendong sama orang lain". timpal Merpati kembali terisak.
"maksud nya?". Elang tidak paham apa yang di katakan oleh Merpati.
Merpati menceritakan secara detail kejadian yang tadi menimpanya , Elang langsung mengerem mendadak mendapat penjelasan dari Merpati.
"apa ! kenapa bisa kamu ceroboh ha , bahkan kamu sampai berani memberikan anak kita kepada orang yang tidak di kenal". suara Elang meninggi karena emosi , sedangkan Merpati yang merasa bersalah hanya diam tidak berani menjawab.
"sekarang kamu turun , saya mau cari anak saya". ucap Elang tiba tiba bernada dingin.
"t-tapi sayang ini kan sudah sore". ucap Merpati.
Merpati yang tidak mau memperkeruh masalah langsung keluar dari mobil dan Elang meninggalkan Merpati begitu saja di jalan yang nampak sepi.
Merpati meraba kantung baju dan juga celana nya mencari handphone nya untuk menghubungi seseorang namun hasilnya nihil handphone nya tertinggal di mobil Elang , terpaksa Merpati berjalan kaki menyusuri jalan yang baru saja ia lewati.
.
.
__ADS_1
"wahh aku akui kalian sangat hebat haha , aku yakin Elang pasti sangat kebingungan mencari keberadaan anak nya". ucap orang itu tertawa setelah menerima baby arqian dari tangan wanita yang sudah menjadi suruhan nya.
"iya dong bos kerja ginian doang mah gampang ye kan". ucap laki laki yang bersama wanita itu.
"ini gaji untuk kalian". dia melempar amplop uang di depan meja.
kedua orang itu pun mengambil nya dengan wajah yang senang , seperti pepatah bilang senang di atas penderitaan orang lain.
"setelah ini kalian pergi jauh dari sini agar Elang tidak dapat menemukan kalian".
setelah lama berbincang kedua orag tersebut pergi meninggalkan Arqian dengan bos nya itu.
"hahahah aku yakin saat ini kau pasti sangat kebingungan mencari anak mu , tapi ngomong ngomong anak nya sangat imut juga ya" orang itu memandangi Arqian dengan sangat lekat.
"maaf kan saya ya jika saya menjadikan kamu taruhan untuk saya mengalahkan ayah kamu". ucap orang tersebut lalu mencium Arqian.
sore sudah berganti malam namun Merpati belum juga menemukan titik letak Arqian maupun jalan pulang, sedangkan di rumah Elang masuk ke dalam rumah dengan lesu , para keluarga yang melihat Elang nampak bingung apa yang terjadi dengan Elang bahkan ia pulang pun tidak bersama istri dan anak nya.
bantu dukung karya ini kakak maksih...
__ADS_1