
2 jam yang lalu Alexa melakukan operasi sesuai yang sudah di tentukan sebelumnya, operasi berjalan dengan lancar namun sayang Elang tidak ada saat operasi berlangsung ia masih sibuk mengurus kasus Omma alexa dan sibuk mencari siapa pelaku yang telah mencelakai Alexa. namun sayang hasil nya nihil tidak di temukan apapun , Putra pun sampai bingung kenapa bisa semua bukti hilang siapa dia sebenernya? kenapa dia seperti tau semua keamanan rumah ini? sampai sampai semua bukti dia hapus tak tersisa dan tidak meninggalkan jejak sama sekali.
jam menunjukkan pukul 9 malam Elang masuk kedalam ruangan Alexa, terlihat Daren yang tidur dalam keadaan duduk di samping brankar Alexa dan Merpati yang tertidur di sofa.
Elang mendekati Merpati dan mengelus lembut kening Merpati.
"pasti kamu sangat kelelahan maafkan aku sudah membuat mu lelah karena menjaga omma ". ucap Elang tanpa aba aba mencium kening Merpati dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Elang beranjak dan mendekati Alexa di elus lembut pundak Alexa, Elang duduk di samping brangkar Alexa
"omma sadar omma, hanya omma yang bisa membuktikan siapa yang melukai omma, aku tidak mau kalau harus kehilangan omma cukup mama dan papa saja yang pergi omma jangan ku mohon" .ucap elang sambil menggenggam tangan Alexa dan entah sejak kapan butiran bening membasahi pipinya.
Daren yang mendengar isakan merasa terganggu dan langsung bangun dari tidur nya. Daren melihat Elang yang sedang terisak sambil menggenggam tangan Alexa.
"kak". ucap Daren membuat Elang langsung tersadar dan menghapus air matanya.
__ADS_1
"sejak kapan kau bangun". ucap Elang langsung merubah ekspresi nya yang tadinya dia menangis kini kembali dengan wajah datar nya.
"baru saja kak, oowh ya tadi kata dokter operasi omma berjalan dengan lancar tapi.." Daren terdiam seketika membuat Elang penasaran.
"tapi apa?". ucap Elang menatap Daren instan.
"tapi kata dokter omma mengalami lumpuh sementara waktu atau sejenis struk ringan ". ucap Daren menjelaskan membuat Elang langsung terbelalak.
"a-apa struk ringan?". ucap Elang dengan lemas, Daren yang tau kakak nya sedang terpuruk langsung mendekati Elang dan mengelus lembut pundak Elang.
"tapi kakak tenang saja kata dokter itu akan sembuh seiring berjalan nya waktu". jelas lagi Daren.
"kak tenang lah ini rumah sakit dan ini sudah malam jangan membuat keributan kak ". ucap Daren berusaha menenangkan Elang.
merpati yang melihat suami nya dalam keadaan menangis langsung menghampiri Daren dan Elang, Daren yang melihat Merpati mendekat langsung berpindah posisi membiarkan Merpati yang memenangi Elang.
__ADS_1
"suami ku ada apa? kenapa kamu menangis". ucap Merpati mengelus lembut punggung Elang.
Elang langsung menatap ke arah sumber suara dan tanpa aba aba Elang langsung memeluk erat pinggang istri nya.
"omma, omma" hanya itu yang bisa Elang katakan, Elang tidak bisa berkata kata lagi.
"tenang lah suami ku omma akan baik baik saja percaya padaku omma akan sembuh" ucap Merpati membalas pelukan Elang.
"aku tidak mau omma menyusul mama dan papa". ucap Elang dengan lirih .
"syut... jangan bicara seperti itu suami ku".
Elang mendongak ke atas dan menatap merpati dengan tatapan nanar. " kamu tadi sedang tertidur sekarang kamu bangun pasti karna aku ya? maafkan aku sudah menggangu tidur mu".
"tidak suami ku kamu tidak mengusik ku, sudah kamu jangan menangis lagi ya, kenapa kamu sekarang jadi cengeng seperti ini". Merpati terkekeh sambil menghapus sisa air mata yang ada di kelopak mata Elang.
__ADS_1
sedangkan Daren yang melihat kemesraan Elang dan Merpati hanya diam dan menikmati drama rumah tangga itu, jiwa jomblo nya sangat bergejolak rasanya ia juga ingin melakukan hal seperti itu pada Della gadis pujaan nya saat ini , namun mustahil baginya untuk di ajak ngobrol saja sangat susah apalagi sampai di ajak bermesraan seperti itu.
like. komen. vote. gift. rate bintang 5. maksih pay pay