Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
pertolongan Daren dan Putra


__ADS_3

"kurang ajar kamu ,dit. berani berani nya kamu bermain curang seperti ini". ucap Elang dengan nada yang tertekan karena belakang punggung nya masih setia di injak salah satu pengawal Radit.


Radit memberikan baby Arqian ke salah satu pengawal disana , lalu mendekati Elang dan menyuruh pengawal nya menjauh.


Radit berjongkok "bagaimana dengan yang aku buat , sangat cerdik bukan hahaha ". Radit terkekeh sangat keras.


karena emosi, Elang langsung beranjak dari sungkuran nya dan langsung menonjok pipi Radit dengan sangat keras , para pengawal radit pun tidak tinggal diam , mereka langsung menangkap kedua tangan Elang.


"lepas , saya tidak ada urusan dengan kalian". Elang berusaha memberontak dari genggaman 2 pria itu.


Radit tersenyum smirk sambil kembali mendekati Elang, tanpa aba aba Radit langsung memberi banyak bodeman di pipi dan perut Elang.


sedangkan di sisi Daren dan Putra mereka baru saja sampai di gedung xxy.


Daren langsung mengerahkan pasukan polisi untuk mengepung gedung itu , tak ingin membuang waktu lama . Daren dan juga Putra langsung berlari memasuki gedung itu.


"kak Putra , mereka di mana? apa ini benar tempat nya?". Daren sedikit ragu setelah melihat keadaan gedung itu yang sudah tua , minim penerangan dan seperti tidak di urua.

__ADS_1


belum sempat Putra menjawab , terdengar suara rintihan yang cukup keras "itu suara Elang , seperti suara itu ada di atas". ucap Putra terkejut dan langsung berlari menuju arah atap.


begitu terkejut nya saat melihat Radit yang sedang menghajar Elang tanpa henti.


"stop". teriak Putra membuat Radit menghentikan kegiatan nya.


Radit langsung menghadap ke arah sumber suara "wah wah....". Radit bertepuk tangan melihat Putra dan Daren berdiri di hadapan nya saat ini.


"ternyata dekengan nya datang. lihatlah Elang ternyata tidak hanya aku yang membawa dukungan tapi kamu juga heh". ucap Putra dengan nada sinis.


Elang hanya diam tidak ada niatan untuk menjawab karena tubuh nya sedikit sakit akibat serangan yang bertubi tubi dari Radit.


"akat tangan kalian , jangan ada yang berani berontak". lanjut salah satu polisi juga .


semua pun nampak angkat tangan , suasana pun makin mencengkram . dengan kecerdasan Putra , ia langsung mengambil alih baby Arqian yang ada di tangan salah satu pengawal.


"kurang ajar , kalian semua sudah berani membohongi ku". Radit benar benar marah.

__ADS_1


tidak ada yang menggubris perkataan Radit , polisi langsung bergerak cepat menggiring pengawal pengawal Radit menuju keluar untuk di bawa ke mobil polisi .


polisi pun mendekati Radit untuk menyusul pasukan nya yang sudah di giring keluar oleh kedua polisi tadi.


Radit menatap dengan sinis dan tajam , dengan kecepatan nya Radit langsung mengambil pistol yang ada di holster pinggang polisi.


dor....


tanpa aba aba Radit langsung meluncurkan timah panas ke lengan polisi yang ada di samping nya.


"aghhhh". polisi itu langsung mundur sambil meringis kesakitan.


"jangan ada yang mendekat atau nasib kalian akan sama seperti dia". Radit mengancam sambil menodongkan pistol ke arah lawan.


"Radit , gila kamu ya. demi harta kamu melakukan ini". ucap Putra tak habis pikir.


"heh.. apa karena harta? . saya melakukan ini bukan semata mata karena harta tapi karena kamu ". menunjuk Putra .

__ADS_1


"adek gw Rey mengalami gangguan mental , karena mu adik saya harus jauh dari cinta nya . saya tau kalian adalah teman yang sangat solid maka dari itu aku memanfaatkan Arqian untuk menghancurkan Elang dan juga kamu!. karena aku yakin jika Elang hancur kamu juga ikut hancur".


bantu dukung karya ini kakak makasih.


__ADS_2