
jam menunjukkan jam 12 siang Merpati sudah siap dengan style nya untuk berangkat ke butik, Merpati berangkat dengan supir pribadinya yang sudah di sediakan eh omma Alexa untuk mengantar jemput Merpati .
sebelum pergi tak lupa Merpati menitipkan alexa pada bodyguard yang ada di depan ruangan.
di kantor Elang.
entah kenapa sejak kejadian Alexa Daren menjadi kepribadian yang diam, bahkan ia menjadi orang yang dingin, Elang yang melihat adik nya itu sedang melamun langsung menghampirinya.
"ada apa dengan mu?, ini sudah waktu makan siang biasa nya kamu sangat antusias jika waktu makan siang". ucap Elang membuat ⁰
Daren membuyarkan lamunannya.
"tidak ada kak aku hanya sedang tidak mood saja". jawabnya dengan lesu.
"kamu masih kepikiran dengan omma?".
"begitulah, hari hari ku sepi tanpa ada omma, aku merindukan omma ". ucap Daren tanpa sadar butiran bening sudah menggenangi pipi mulusnya.
Elang paham betul dengan kesedihan adik nya. bagaimanapun tidak sebelum kedua orang tua mereka meninggalkan Daren memang sudah sangat dekat dengan Alexa sampai sampai Daren memilih tinggal di eropa bersama Alexa.
Elang memenangkan adik nya yang sedang menangis itu dan tiba tiba pintu ruangan Elang terbuka sempurna terlihat Putra sudah berdiri tegap disana, tanpa perbincangan Putra langsung masuk dan mendekati Elang.
"ada apa?". tanya Elang yang kini beralih menatap Putra.
"aku kemari karena ingin menjelaskan ma salah omma aku ingin menjelaskan di telvon tapi telvon ku saja tidak di angkat oleh mu " ucap Putra singut.
"heumm aku tidak mendengar dering hp ku " jawab Elang.
Putra melihat Daren yang lesu terlihat tak bersemangat.
"kamu kenapa Daren? kamu menangis?, wahh play boy cap akut bisa nangis juga ya haha" . ucap Putra seraya meledek Daren.
__ADS_1
" ahh kak putra jangan ledek aku Sekarang , saat ini aku sedang tidak mood " ucap Daren dengan wajah cemberut.
"apa kau tidak mood? dimana wanita wanita penghibur mu?".
"sudah tidak ada ". jawab Daren dengan nada lesu.
"yayaya sudah jangan di pikirkan lagi aku hanya bercanda aku tau kau seperti itu karena kejadian omma Alexa ".
"heumm seperti itulah, lalu bagaimana kak perkembangan nya apa sudah ada bukti bukti?". ucap Daren seketika antusias.
"belum". ucap Putra membuat Daren lesu kembali.
"kenapa belum ketemu sampai saat ini? ". ucap Elang sangat geram.
"aku juga bingung aku tidak bisa menemukan bukti apapun aku yakin orang yang melukai omma tidak jauh dari kita karena aku merasa orang tersebut tau akan akses keamanan rumah itu". jelas Putra.
"aku tidak mungkin". Daren menunjuk diri nya sendiri " kak Elang dan kak Merpati juga tidak mungkin karena mereka lagi makan siang, dan Putri dia sedang ngampus apalagi kak Putra dia sibuk di kantor keamanan, lalu di rumah hanya ada penjaga , maid , omma dan Tante Widya. jadi dugaan saat ini kalau tidak penjaga yaitu Widya karena maid tidak mungkin dia kan tidak tau akses keamanan jika dia yang melakukan bagaimana cara dia menghapus semua bukti ". ucap Putra seraya mengambil kesimpulan.
"apa jangan jangan Widya " ucap putra yang langsung mengundang tatapan tajam Elang.
"kenapa tidak mungkin? sapa tau orang yang saat ini kita anggap baik tapi main di belakang kita tidak tau kepribadian seseorang apa salahnya kita mencari bukti". ucap Putra membuat Elang diam sejenak.
"apa yang dikatakan kak Putra itu benar aku setuju dengan ucapannya". ucap Daren memihak Putra.
"baiklah kalau begitu aku ikuti cara main mu putra, tapi awas saja sampai tidak ketemu dan awas saja jika bukan Tante Widya yang melakukannya kamu akan mendapatkan hukuman dariku karena kamu telah menuduh orang yang aku sayang". ancam Elang, wajah nya sudah memerah menahan amarah tapi dia mengondisikan untuk tidak meluapkan nya saat ini .
setelah makan siang Della kembali kemeja kerjanya dia melamun dengan tatapan kosong, sudah dua hari ini dia tidak mendapatkan gangguan dari Daren bahkan ketemu saja Daren seakan tidak mengenalnya.
banyak tanya dalam hati Della tentang Daren yang berubah drastis saat ini.
"kenapa aku merasa kesepian saat dia tidak menggangguku? ada apa dengan ku? bukankah ini yang aku mau agar dia menjauhiku tapi sekarang saat dia menjauh aku merasa kesepian agghh ada apa dengan ku?" . Della berbicara pada dirinya sendiri bingung dengan keadaan hatinya saat ini.
__ADS_1
"aghh memang semua laki laki sama saja bilang nya cinta bilang nya sayang baru di cuekin saja sudah menyerah dasar laki laki buaya hanya merasa penasaran saja dengan wanita". ucap Della dengan sangat kesal.
Merpati memasuki butik semua karyawan menyapa nya dengan ramah dan Merpati pun menjawab tidak kalah ramah.
"maaf mbak Merpati di ruangan anda sudah ada pak Radit yang saat itu memesan baju dinas sebanyak 300 setail " ucap salah satu pegawai kepada Merpati.
" sudah dari tadi? ada apa dia kemari apa ada masalah dalam pemesanan?". Merpati merasa bingung atas kedatangan Radit tanpa memberi kabar.
Merpati melangkah memasuki ruangan nya , di lihat disana Radit yang sedang melihat lihat hasil desain Merpati yang terdapat di atas meja.
"permisi pak, Radit ". ucap Merpati membuat Radit sedikit kaget dan langsung meletakkan desain desain yang ada di tangannya ke atas meja.
"agh mbak Merpati akhirnya kamu datang juga aku sudah menunggu mu dari tadi". ucap Radit dengan senyum yang ramah.
" maaf sebelumnya sudah membuat pak Radit menunggu, maksud anda datang kemari apa ya? apa ada masalah dengan salah satu baju nya pak?".
" agh tidak tidak, tidak ada kok aku hanya ingin memesan baju lagi ". ucap Radit.
hanya itu alesan saat ini yang bisa membuat Radit dekat dengan Merpati.
" eumm baiklah pak, duduk dulu kalau begitu saya akan catat apa saja yang anda perlukan". ucap Merpati
Merpati sedang mendata apa yang di pesan oleh Radit sedangkan Radit menatap lekat Merpati.
ternyata cantik juga istri nya Elang , tapi tunggu waktu permainan ku saja Elang saat ini aku sudah mendekati istri mu, saat ini aku sudah memegang kelemahan mu ". batin Radit.
"baiklah pak Radit semua sudah saya rekap minimal 3 hari baju yang anda pesan akan jadi ". ucap Merpati.
"heumm baiklah kalau begitu terimakasih mbak, ya sudah saya pamit untuk kembali ke kantor saya". ucap Radit dan hanya di balas anggukan oleh Merpati.
Radit melangkah pergi dari ruangan Merpati .
__ADS_1
"entah kenapa aku merasa ada yang aneh dengannya tapi apa?". ucap Merpati pada dirinya sendiri.
like.komen.vote.gift. rate bintang 5 pay pay.