
5 bulan kemudian .
sudah 5 bulan lamanya Elang mengurus proyek di kota A.
Putra memasuki ruang kerja Elang. terlihat Elang yang sedang berkutik pada laptop nya.
Putra duduk di depan Elang membuat Elang mengehentikan aktifitas nya.
"ada apa?". Elang menatap lekat Putra.
"Lang kamu tau tidak?". ucapan Putra langsung di potong oleh Elang.
"ya enggak lah gimana sih". ucap Elang dengan nada sinis.
"kan aku belum selesai Lang kamu sudah potong saja".
"ya udah lanjut apa yang mau kamu bicarakan ?" . Elang kembali berkutik ke laptop nya.
"aku tadi bertemu dengan Irvan supir pribadi Merpati yang di fasilitasi oleh omma". ucap Putra sontak membuat Elang terkejut.
"apa! dimana? aku ingin bertemu dengan nya aku ingin meminta penjelasan atas kepergian Merpati , karena disaat yang bersamaan Irvan dan Merpati pergi dari rumah .
ayo put antar aku bertemu dengan nya". ucap Elang langsung beranjak dari duduk nya.
"tunggu Lang. aku tidak tau Irvan sekarang dimana karena aku tadi bertemu dengan nya di perjalanan menuju kantor. sekarang dia bekerja sebagai taksi on-line menggunakan mobil yang diberikan oleh omma untuk Merpati ".
"apa ? kamu serius put jadi , jangan jangan Irvan dan Merpati selama ini bersama?". emosi Elang tiba tiba memuncak.
"Lang tahan emosi mu. kita kan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi ".
"tapi aku ingin menemui istri ku put aku yakin Merpati tidak jauh dari kita selama ini".
"iya nanti kita cari Merpati setelah kita pergi meeting bersama anak Presdir Pitra yang bernama Mala di sebuah restoran yang berada di pertengahan kota dekat taman ".
"baiklah kalau begitu persiapan semua nya aku ingin menyelesaikan meeting ini secepatnya ". Elang langsung bergegas menyiapkan semua keperluan meeting nya.
"1 jam lagi kita adain meeting jika telat cansel langsung ". lanjut Elang dengan tegas.
Putra langsung mengabari Mala tentang pembahasan meeting , Mala pun menyetujui nya.
setelah bersiap Putra dan Elang langsung memasuki mobil dan melaju dengan kecepatan sedang sambil menikmati udara sore kota A.
__ADS_1
tak butuh waktu lama Putra sudah memikirkan mobil nya di halaman restoran yang ada di sebelah taman.
Elang dan Putra langsung masuk kedalam restoran terlihat di sebelah kanan seorang wanita sudah menunggu kedatangan mereka. Elang dan Putra langsung mendekati wanita itu yang tak lain adalah Mala.
Elang duduk di depan Mala dan putra duduk di samping Elang , Mala menatap kagum stas ketampanan yang dimiliki Elang bahkan matanya tidak berkedip saat melihat Elang.
ya tuhan tampan sekali laki laki ini ". batin Mala terpesona.
"baiklah nona Mala mari kita langsung saja mengadakan meeting lebih cepat lebih baik karena presdir Elang sedang ada urusan ". ucap Putra membuat mala langsung tersadar.
"egh iya bagaimana sekretaris Putra? bisa di ulangi ? maaf aku kurang fokus ". ucap Mala dengan kik kuk.
"kita mulai saja meeting nya karena presdir Elang sedang ada urusan ". ucap Putra dengan kesal , ia tau bahwa dari tadi Mala memperhatikan Elang hingga tidak fokus pada tujuan utama nya yaitu meeting.
.
.
.
Irvan masuk ke dalam rumah dengan sebuah kresek di tangan kanan nya. ia melihat Merpati yang sedang duduk membuat adonan gorengan.
ia mendekati Merpati dan duduk di depan Merpati, Merpati pun langsung melihat Irvan.
"aku tadi beli itu nona karena aku tau kemarin susu hamil punya nona sudah habis. maaf nona aku haru sempat membelikan nya karena uang ku baru cukup untuk membeli nya". ucap Irvan.
Merpati menatap Irvan , Merpati begitu salut dengan kebaikan Irvan yang mau berkorban untuk nya dan juga anak yang ia kandung.
"iya Van tidak papa aku juga sudah bersyukur sekali kamu sudah membantu ku selama ini ,maaf jika aku selalu merepotkan mu". ucap Merpati sendu.
"tidak papa nona ini sudah menjadi janji saya bersama nyonya Alexa , dan ini adalah sisa uang membeli susu " irvan menyerahkan kembalian yang ada di saku nya sebesar 30 ribu , Merpati pun menerima dengan senyuman.
"nona hari ini ada pembukaan taman kota loh nona mau kesana tidak? sekali kali nona refreshing" . lanjut Irvan
"eumm bagaimana ya ". Merpati berfikir sejenak.
"ayo lah nona selama kita disini kan aku tidak pernah mengajak nona keluar untuk melihat kota disini ".
"eumm baiklah kalau begitu aku bersiap dulu ". Merpati langsung bangkit dari duduk nya dan menuju kamar nya.
Irvan menunggu Merpati dengan setia.
__ADS_1
20 menit kemudian Merpati telah siap , mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan Irvan melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang , Merpati terlihat menikmati keindahan kota yang jarang sekali ia lihat di kota A.
"oowh ya nona , non Putri belum pulang ya tadi?". tanya Irvan membuat Merpati langsung menatap ke arah nya.
"tadi udah pulang sih tapi dia bilang ada praktek tambahan di klinik nya ". jawab Merpati .
tak terasa kini Irvan telah memarkir mobil nya di parkiran taman yang telah di sediakan oleh pihak taman , Irvan dan Merpati turun dan melihat keramaian pengunjung di taman itu.
"ya ampun ramai sekali ya , tempat nya juga bagus banget ". Merpati melihat kagum taman itu , Irvan yang melihat kesenangan Merpati ikut merasakan bahagia .
Merpati berjalan menelusuri setiap taman yang penuh dengan bunga .
sedangkan di sisi Elang.
Elang langsung beranjak dari duduk nya dan enggan untuk menjabat tangan Mala , Putra yang paham akan watak sahabat nya itu langsung menjabat tangan Mala.
hiss kenapa harus sekretaris ini sih yang menjabat ". Mala sedikit kesal.
setelah itu Elang langsung pergi di ikuti dengan Putra di belakang nya.
"aku mau buang air kecil dulu kamu duluan saja ke mobil tunggu aku jangan kau tinggal". ucap Putra dan hanya di balas deheman saja oleh elang.
Putra langsung berlari kecil menuju WC sedangkan Elang langsung melangkah menuju mobil.
Elang bersandar di body mobil melihat keramaian taman kota.
tiba tiba matanya tertuju pada seorang wanita yang sedang mengandung bersama laki laki yang Elang kenal.
sedangkan Merpati terdiam saat melihat laki laki yang berdiri di sebrang jalan sambil menatap nya .
"Elang". ucap Merpati lirih.
Merpati hendak berlari menemui suami yang sangat ia rindukan selama ini namun langkah nya langsung terhenti saat melihat seorang wanita dengan pakaian **** nan cantik menghampiri Elang sambil memeluk tangan kekar Elang.
Irvan yang sedang fokus memilih gulali langsung di tarik oleh Merpati . " ayo kita pulang". ucap merpati dengan menahan desak di dada nya.
sedangkan Elang hendak mengejar Merpati namun tangan nya di tahan oleh Mala, Elang langsung melepas kasar tangan Mala yang melingkar di tangan nya.
bersambung....
kakak kakak. bantu dukung karya ini dengan cara like komen rate bintang 5 okay biar author semangat buat up.
__ADS_1
terima kasih untuk ysng selama ini mendukung karya ini.