Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
Arqian perkasa


__ADS_3

Alexa langsung terduduk lemas saat mendengar tangisan bayi di ruangan Merpati .


Daren , Della , Putri maupun Putra langsung berucap syukur merasa lega .


" wahhh akhirnya aku punya keponakan yee". Merpati kegirangan sendiri , tingkah nya seperti anak kecil membuat Putra gemas sendiri melihat nya.


"sayang akhirnya Merpati melahirkan keponakan ku". Della tersenyum bahagia.


semua nampak hadir setelah Alexa memberi kabar , mereka sudah menunggu cukup lama menantikan tangisan bayi terdengar dari ruangan Merpati.


cklekk....


pintu terbuka sempurna membuat mereka langsung berdiri sejajar dan terlihat di sana Merpati yang berbaring lemas di atas brankar , para suster pun mendorong brankar Merpati menuju ruang perawatan .


terlihat di sana Elang ikut serta mendorong brankar Merpati , penampilan nya sungguh kusut .


"apa yang terjadi kepada Merpati?". Alexa nampak ikut khawatir juga.


"seperti nya mbak Merpati kehabisan tenaga deh ". Putri mencoba menebak.


saat sedang berbincang keluar lagi suster dari dalam ruangan itu dengan mengendong seorang bayi , sontak mereka langsung mendekati suster itu.


"i-ini anak Elang sus?". Alexa menatap intens anak itu.


"iya , betul nona". jawab suster itu.


"boleh saya menggendong nya?". ucap Alexa bersemangat.


"maaf nona , bayi ini harus di serahkan kepada orang tua nya dulu untuk di azani dan di beri asi ". jelas suster itu.

__ADS_1


Alexa pun mengangguk mengerti , lalu suster itu ber'lalu pergi menuju ruangan Merpati tidak mau membuat waktu Alexa langsung mengikuti langkah suster tidak lupa ke 4 curut di belakang nya.


"tuan ini anak anda tolong di azani dulu ya". ucap suster menyerah kan anak nya , Elang menerima dengan gugup tentunya dengan hati yang senang dan bahagia.


"dia laki laki , sehat dan sempurna ". lanjut suster itu lalu berlalu pergi.


"baiklah taun Elang saya permisi dulu , nanti saya akan kembali, untuk nona Merpati kita tinggal menunggu pulih saja". lanjut dokter lalu ikut menyusul suster.


Elang tersenyum lalu mengazani anak nya dengan mata berkaca kaca dan suara yang bergetar.


setelah itu ia menciumi semua inci wajah anak laki laki itu tanpa terkecuali " selamat datang di dunia ini sayang". ucap Elang senyum menatap anak mungil itu.


"sayang sadar lah apa kamu tidak ingin melihat anak kita?". kini Elang menatap sendu istri nya yang masih terbaring di atas brankar.


"sini gantian omma yang gendong". Alexa benar benar tida sabar ingin menggendong buyut nya itu.


gemas melihat omma Alexa yang tidak sabaran Elang langsung memberikan bayinya dengan sagat hati hati dan pastinya Alexa menerima dengan wajah yang sumringah.


"Della juga omma".


"kalo kamu mau gendong dede bayi kita harus rutin buat nya sayang hehe". Daren berbisik sambil tertawa jahat kepada istri nya membuat istri nya merona.


" dasar otak mesum gak bisa di kondisikan". Della nampak kesal dengan tingkah suami nya itu.


sedangkan Elang terus terjaga dengan istrinya seakan melupakan anak nya. hati nya belum tenang jika Merpati belum sadar kan diri.


"sayang". Merpati berucap dengan lirih , membuat Elang sontak langsung menatap nya begitupun dengan yang lain langsung mendekati Merpati.


"akhirnya kamu sadar sayang . apa yang kamu butuhkan sayang? mana yang sakit". Elang gelisah sendiri , sedangkan Merpati hanya menggeleng .

__ADS_1


"dimana anak kita ? bagaimana keadaan nya?". Merpati tidak ingin membahas yang lain selain anak nya yang baru saja ia lahirkan ke dunia hari ini.


"ada ini sama omma". Alexa mendekati brankar Merpati dengan bayi yang ada di pelukan nya.


"omma Merpati boleh peluk dedek bayi nya?".


"boleh". Alexa meletakkan bayi itu di samping nakas Merpati dengan hati hati.


"dia sangat imut , dia memiliki wajah yang persis dengan ayah nya kenapa tidak ada mirip mirip nya dengan ku?". Merpati protes.


"ya iyalah sayang kan aku yang buat".


"tapi kan aku yang mengandung aku juga yang lahiran , enggak adil banget kayaknya kalo semua nya di kamu ".


"heh kok malah debat bagus lah bayi nya mirip Elang dari pada mirip yang lain gimana?". Alexa merelai perdebatan mereka berdua.


"nah bener tuh kata omma". lanjut Elang.


"iya deh , jadi kamu udah nyiapin nama buat anak kita yang?".


"sudah dari lama sayang".


"siapa namanya?".


"Arqian perkasa, gimana kamu setuju?".


"bagus aku setuju".


"kami juga setuju ". jawab Daren dkk secara kompak tanpa di tanya.

__ADS_1


bantu dukung karya ini kakak.


terima kasih.


__ADS_2