Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
takut jelek


__ADS_3

malam hari.


acara demi acara sudah mereka lewati. para tamu pun sudah satu persatu pergi. kini Elang dan Merpati sudah berapa di dalam kamar.


Merpati menyandarkan kepalanya di dada bidang Elang.


"mata panda mu sangat kelihatan sayang , apa kamu semalam tidak tidur?". tanya Elang yang memang sedari tadi ingin menanyakan hal itu namun ia urungkan niatnya karena memang masih ramai dengan tamu


"apa sehitam itu? pasti ini gara gara semalam karena tidak bisa tidur".


"kamu tidak bisa tidur? bukannya kamu bilang mau tidur semalam?".


"iya cinta tapi aku gak bisa tidur pengen nya di peluk sama kamu. tapi tadi malem aku telpon kamu tidak kamu angkat hiks...jahat sekali ".nada Merpati berubah kesal .


"benarkah seperti itu? maafkan aku sayang bukan nya aku tidak mau menemani atau mengangkat telpon mu tapi aku benar benar sibuk ada urusan maaf". Elang terus mengucapkan kata maaf karena merasa bersalah.


"iya cinta aku mengerti kok. aku sudah memaafkan mu ". ucap Merpati.


"syukurlah kalau begitu , bagaiman dengan urusan mu tadi? apa semua keperluan dan urusan warung mu sudah selesai ?".


"iya tadi aku sudah mengurus nya dengan buk RT ".


"kalau begitu besok kita pulang ke rumah ku ya sayang Omma sangat merindukan mu".


"baiklah kita besok akan pulang". ucap Merpati sembari tersenyum .


"aku juga tidak sabar memberi tahu Omma kalau aku sedang mengandung Elang junior ". lanjut Merpati sambil mengelus lembut perut nya.


begitu pun dengan Elang yang ikutan mengelus lembut perut Merpati yang sudah membuncit.


"aku tidak sabar menunggu kehadiran Elang junior , pasti kebahagiaan kita akan bertambah ya sayang ". ucap Elang tak berhenti tersenyum.


"iya suami ku ". tambah Merpati.


"tapi..". Merpati berucap lirih.


"tapi apa sayang?". Elang kini menatap istrinya itu dengan serius.


"tapi apakah nanti setelah melahirkan kamu akan tetap mencintai ku?".tanya Merpati dengan nada lirih.

__ADS_1


"apa maksud nya sayang?". Elang benar benar tidak paham dengan apa yang di katakan istri nya itu.


"aku takut kamu akan berpindah ke lain hati saat aku melahirkan , aku yakin pasti saat melahirkan aku akan berubah gemuk pasti aku tambah jelek hiks..." . Merpati sangat takut membayangkan hal hal seperti itu .


"hei sayang , kamu bicara apa sih? dapet pikiran buruk itu dari mana?". Elang benar benar terkekeh dengan pikiran istri nya itu.


"dari film Indosiar suara hati istri ". ucap nya dengan lirih.ia sering melihat sinetron Indosiar yang menayangkan seorang suami mencari istri baru yang lebih cantik dan se*i setelah melihat perubahan istri nya setelah melahirkan.


"ya tuhan hanya gara gara film Indosiar? kamu menyamakan ku dengan pemeran Indosiar? , tolong lah sayang aku tidak seperti mereka kenapa kamu berfikir seperti itu?". Elang benar benar terkejut mendapatkan pernyataan seperti itu , bagaimana bisa ia di bandingkan dengan pemain Indosiar.


"aku takut saja loh suami ku berbuat seperti itu". kini Merpati menatap Elang dengan lekat.


"hei dengar kan aku , mau kamu jelek atau kamu tambah cantik aku pasti akan tetap mencintai mu aku sudah pernah bilang kan tidak ada yang bisa menggeser nama mu di hatiku". Elang mengambil tangan Merpati dan meletakkannya di dada bidang Elang.


"baiklah cinta aku percaya".


Elang memeluk istrinya itu dengan erat sangat tidak pernah di bayangkan oleh Elang ia akan mencintai seseorang yang dulu sangat ia benci , ternyata benar kata pepatah mengatakan bahwa benci bisa jadi cinta.


Merpati tidur dengan lelap di pelukan suami nya begitu juga Elang Yang langsung menyusul istri nya ke alam mimpi.


di kamar Putri.


ia terus memandangi cincin tunangan nya yang kini melingkar di jari nya , entah mengapa hatinya sangat sedih menjalani hubungan nya rasanya sangat banyak kegundahan .


ia mengambil handphone yang di letakkan samping bantal di tempat tidur nya , ia membuka aplikasi galeri dan melihat satu persatu voto voto bersama dengan Putra , Putri mengingat kembali bagaimana susah nya ia mendapatkan voto voto itu.


ia memandangi nya sambil nangis sesegukan.


"hiks...hiks... mas Putri kangen , kenapa hubungan rumit ini harus terjadi padaku, aku harus melihat mu dengan wanita lain dan sekarang aku terperangkap dengan ke egoisan ku yang menerima lamaran Rey untuk membalas sakit hatiku. namun kini hatiku bertambah sakit mendapatkan kenyataan aku dan kamu tidak akan pernah bersatu sampai kapanpun". Putri menangis dengan sesegukan ia memeluk handphone nya yang ada gambar Putra.


disisi Putra


ia duduk di bangku taman yang ada di belakang villa ia menatap bulan dan bintang yang sedang bersinar di atas langit sana.


ia duduk melamun mengingat Rey memasangkan cincin di jari manis Putri , impian Putra melingkar kan cincin di jari manis Putri kini pupus sudah karena di dahului oleh Rey.


"aghhh gw benci cinta , cinta bangsat kau membuat ku sakit hati hiks..." . Putra kembali menangis saat dadanya merasa sakit lagi.


"aku benci perasaan ini hiks... aku benci aku mohon hilangkan rasa ini aku sungguh belum siap merasakan nya". Putra menepuk nepuk dada nya yang seperti teriris iris.

__ADS_1


"mas tau ngak Putri suka sama mas".


"mas kita kaya kak Elang sama mbak Merpati yuk buat rumah tangga yang bahagia hehe".


"mas kalau begitu ganteng deh jadi pengen nikahin".


"tingkah Putri kaya bocil ya mas? maaf ya putri janji deh bakal rubah".


"mas kalau suatu saat nanti Putri jadi istri nya mas Putra pasti Putri bahagia banget".


"mas gak kangen sama Putri?".


"Putri kangen lo sama mas Putra".


ucapan ucapan Putri terus berputar di otak nya.


Putra mengusap kasar kepala nya .


"pergi , pergi aku gak mau ngingetin semua itu".


kini Putra benar benar rapuh karena cinta , cinta berhasil membuat Putra sakit hati , cinta benar benar membuat nya rapuh saat ini .


Irvan mendekati Putra yang sedang menangis di bangku halaman rumah Karena saat dia ingin menutup pintu belakang ia mendengar jeritan Putra sambil terisak.


" tuan anda kenapa? apa ada masalah?". Irvan benar benar prihatin melihat ke adaan Putra yang tidak pernah dia lihat sebelum nya.


Putra hanya diam tidak bergeming sambil terus terisak , Irvan benar benar bingung apa yang harus ia lakukan.


"tuan jangan seperti ini ayo kita ke dalam udara semakin dingin disini".


"aku tidak papa Irvan tinggalkan aku sendiri disini". ucap Putra.


"tidak tuan saya tidak akan meninggalkan anda dalam keadaan seperti ini". tolak Irvan.


"saya bilang pergi ya pergi Irvan ". ucap Irvan dengan kasar


" maaf tuan saya benar benar tidak bisa meninggalkan anda disini , saya akan menemani anda izinkan saya menemani anda tuan". ucap Irvan memohon.


Putra terdiam sejenak lalu menggeser tempat duduk nya seolah mengisyaratkan duduk lah.

__ADS_1


Irvan duduk di samping Putra


bantu dukung karya ini kakak


__ADS_2