
"a-apa! Rey adik mu?". Putra langsung terkejut dengan pernyataan yang ia dapat dari Radit.
"iya , kalian sudah menghancurkan masa depan adik ku jadi kalian juga harus hancur ".
"Radit. Elang tidak salah apa apa jadi ku mohon jangan libatkan keluarga nya".
"kenapa? sedih ya karena Elang keluarga mu satu satu nya?. kalau begitu lihatlah bagaimana aku menghabisi nya".
tak ada aba-aba Radit langsung menembakkan peluru nya ke arah Elang, semua orang yang ada di sana nampak terkejut , begitu juga dengan Radit saat melihat seseorang langsung menghadang tubuh Elang agar tidak terkena timah panas yang ia luncurkan.
"Merpati". Elang benar benar terkejut melihat Merpati menghadang tubuh nya dan alhasil timah panas itu mengenai punggung belakang Merpati.
"Mbak". Daren juga ikut terkejut begitupun dengan Putra dan para polisi yang ada di sana.
Merpati langsung ambruk ke lantai sambil meringis kesakitan , orang yang berada di situ langsung mendekati Merpati.
keadaan itupun di jadikan kesempatan untuk melarikan diri oleh Radit.
"pak , tolong kejar Radit dia kabur ". ucap Putra saat melihat Radit berlari keluar dari atap itu.
Elang mengangkat kepala Merpati dan menaruh di paha nya , "Merpati bertahan sayang". wajah Elang benar benar khawatir dengan keadaan Merpati saat ini , darah merah keluar cukup deras dari punggung Merpati.
__ADS_1
"shhtt sakit". Merpati berucap dengan sangat lirih.
"Putra siapkan mobil cepat". tegas Elang dan Putra langsung mengikuti apa yang di katakan oleh Elang.
"Daren bantu kakak angkat Mbak Merpati ke belakang". ucap Elang dan Daren langsung membantu kakak nya .
dengan kecepatan ninja warior , Elang berlari dengan sekuat tenaga nya dan menghilangkan rasa sakit yang ada di tubuh nya akibat bodeman yang ia dapat tadi.
Elang langsung membawa Merpati masuk ke dalam mobil "cepat ke rumah sakit put".
Putra pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi .
"s-sakit". ucap Merpati dengan suara yang benar benar lirih.
Elang menahan luka yang ada di punggung kanan Merpati supaya darah tidak terlalu banyak yang keluar.
"maaf , maafkan aku , karena ku kamu terluka sayang ".
"aku tidak masalah kehilangan nyawa demi kalian berdua".
"sayang aku percaya kamu kuat tolong lah bertahan hikss". Elang tidak bisa menahan rasa sedih nya lagi kali ini.
__ADS_1
Putra memarkirkan mobil nya di halaman rumah sakit , tak ingin menghabiskan waktu lama Elang langsung menggendong Merpati di belakang punggung nya .
Putra ikut berlari memanggil dokter kemudian para dokter pun langsung berlari menuju Elang sambil mendorong brankar.
Elang meletakkan tubuh Merpati yang sudah lemas dengan mata yang terpejam di atas brankar, dokter langsung membawa Merpati ke ruang ICU.
"Tuan, tunggu lah disini kami akan berusaha semaksimal mungkin". dokter langsung masuk ke dalam ruangan.
"aghh anj*g kenapa bisa Merpati di sana sih put ". Elang menonjok tembok dengan kuat lalu duduk di lantai sambil menangis.
"Lang , kontrol emosi mu ". Putra mencoba menenangkan Elang.
"huhfff. lalu Arqian di mana put?". suara Elang serak akibat menangis.
"Arqian ada di tangan Daren , keadaan nya baik baik saja". jawa Putra.
tak berapa lama membicarakan Arqian , Daren datang sambil menggendong Arqian lalu mendekati Elang.
"kak ini Arqian. dan Radit sudah di amankan, polisi yang ikut tertembak juga sudah di periksa ". Daren menjelaskan secara detail kepada Elang.
Elang beranjak dari duduk nya dan mengambil alih Arqian.
__ADS_1