
Putri menghapus air mata nya lalu beranjak dari duduk nya ia memasuki rumah dengan tergesa gesa membuat Merpati dan Elang menatap bingung punggung Putri yang kini sudah memasuki kamar.
"putri kenapa ? perasaan tadi dia keluar baik baik aja". ucap Elang menatap pintu kamar Putri yang sudah tertutup rapat.
"aku juga bingung sayang , coba aku tanya dia ". Merpati bangkit dari duduk nya di bantu oleh Elang dan mendekati pintu kamar Putri , Merpati pun mengetuk nya .
"put , ada apa ? apa ada masalah? sini cerita sama mbak jangan kamu pendam sendiri ".ucap Merpati sedikit khawatir dengan keadaan adik nya itu.
Putri menghapus air matanya dan menetralkan suara nya agar tidak serak seperti orang yang sedang menangis .
" aku gak papa kok mbak , Putri gak ada masalah Putri baik baik aja kok". ucap Putri dari dalam ruangan.
"baiklah kalau begitu , kalau butuh mbak kamu panggil aja ya ".
"iya mbak".
Merpati melangkah menuju kamar nya di ikuti oleh Elang di belakang nya.
"cintaku aku ingin tidur bersama mu ". ucap Merpati dengan nada manja membuat Elang gemes melihat nya.
"baiklah sayang aku akan menemanimu tidur malam ini ". ucap Elang dengan senyum.
"malam ini doang? malam malam besok tidak mau menemani lagi kah? huwa....
kamu jahat suami ku baru semalam kamu menemani ku sudah mau meninggal ku lagi ". Merpati tiba tiba menangis histeris membuat Elang langsung bingung , padahal baginya ucapan yang baru saja ia lontarkan tidak menyinggung ataupun menyakiti hati istri nya itu.
"b-bukan begitu sayang ia aku akan menemani mu setiap malam bahkan selamanya okey, sudah ya sayang jangan menangis lagi oke ". ucap Elang menghapus air mata Merpati.
"janji tidak akan meninggalkan ku?". ucap Merpati mengulurkan jari kelingking nya Elang terkekeh dengan sikap istrinya itu namun masih di balas juga oleh Elang.
"ya sudah ayo sini aku temani tidur". Elang langsung merebahkan dirinya di atas kasur yang hanya terbuat dari kapuk , namun karena tubuh nya yang belum terbiasa dengan kasur kapuk ia pun langsung terbangun dari tidur nya merasakan pinggang nya yang sakit akibat hentakan bertemu dengan kasur , Merpati langsung panik melihat Elang yang merasa kesakitan.
__ADS_1
"suamiku ada apa?". ucap Merpati bingung.
Elang menggosok gosok punggung nya yang terasa sakit.
"kasur ini sangat keras aku tadi merebahkam diriku tidak hati hati , kenapa kasur ini keras sekali? apa selama ini kamu dan anak kita tidur di kasur ini?".
"maaf ya kasur disini tidak semewah di kamar mu dan ya aku tidur di kasur ini setiap malam , tapi aku sudah terbiasa jadi biasa aja ". ucap Elang tersenyum , Merpati merasa malu dengan ke adaan nya saat ini sungguh jauh berbeda dengan kehidupan Elang yang semua serba mewah.
"heii tidak apa apa kok , aku kan tidak tau tadi kalau kasur nya keras , dan aku pasti akan betah kok klo sama kamu tidur nya ". ucap Merpati tersenyum membuat Merpati seketika salting .
"aghh kamu bisa aja deh". Merpati tersenyum malu.
"ya udah yuk kita tidur ". Merpati merebahkan dirinya di atas kasur dengan hati hati di bantu oleh Elang lalu Elang pun langsung merebahkan dirinya di samping Merpati dengan hati hati.
seperti yang sering ia lakukan dulu kepada Elang lengan Elang selalu ia jadikan bantal , Merpati tersenyum sambil menatap Elang begitu pun Elang yang menatap lekat Merpati.
sedangkan di kamar Putri, ia masih menangis tersedu sedu mengingat perkataan Putra tadi yang memanggil wanita itu dengan sebutan yang.
"semoga kamu bahagia mas bersama dengan nya , aku seharusnya sadar diri mana mungkin ada laki laki dewasa , berpendidikan mau menerima anak kecil seperti ku.
aaaghhh kenapa rasanya sakit sekali? " Putri menangis sambil menutup mulut nya agar tidak terdengar oleh Elang dan juga Merpati jika Putri menangis sesegukan karena sudah lumayan lama ia menangis.
sedangkan di posisi Putra ia terus tersenyum sambil membayangkan tingkah lucu Putri tadi kepadanya apalagi saat Putri memeluk nya ingin rasanya ia jujur dengan perasaan nya selama ini namun gengsi nya terlalu tinggi hingga membuat Putra tidak bisa mengungkapkan perasaan nya.
Yayang yang melihat Putra senyum senyum menatap Putra heran.
"kamu gak gila kan Put?". ucap Yayang membuat Putra langsung kembali datar.
"maksudnya? kamu ngatain aku gila yang?". ucap Putra dengan kesal.
"ya habis nya kamu senyum senyum sendiri ada apa sih? ooo jangan jangan kamu sudah bertemu dengan pujaan hati ya? atau wanita itu adalah pujaan hati yang selama ini kamu ceritakan ya hayo ngaku?". ucap Yayang dengan nada meledek membuat Putra seketika tersenyum malu. lalu Putra mengangguk mengisyaratkan jawaban nya adalah iya.
__ADS_1
"duhhh ya tuhan imut sekali wanita mu , aku sangat gemas melihat nya tadi haha , kapan kamu melamar nya? cepat lah kamu menikahi nya sebelum dia di ambil kumbang haha ". ucap Yayang sambil tertawa.
"secepatnya aku akan menikahi nya ". Putra tersenyum lebar menghayalkan pernikahan nya dengan Putri.
.
.
pagi hari.
Elang , Merpati dan Putri sarapan bersama dengan penuh kemesraan Elang yang bermanja ingin di suapi seperti anak kecil yang ingin di suapin ibunya sedangkan Putri hanya diam dan terkadang tersenyum tipis melihat kemesraan mereka.
Putri yang sudah menyelesaikan sarapan nya langsung beranjak dari duduk nya bersiap menuju klinik tempat nya bekerja.
setelah berpamitan Putri langsung keluar rumah dengan lesu pagi ini ia mengendarai ojek untuk sampai ke klinik.
tak butuh waktu lama Putri kini sudah sampai di klinik tempat nya bekerja.
Putri masuk ke dalam klinik dan langsung di sambut hangat oleh Rey rekan kerja Putri.
"selamat pagi tuan Putri". ucap Rey dengan lembut sambil tersenyum.
"pagi kak, kak ayo ke ruangan ku ada yang ingin aku bicarakan". ucap Putri langsung melangkah pergi menuju ruangan nya , Rey tampak bingung dengan apa yang akan di bicarakan oleh Putri , Rey pun langsung menyusul Putri.
"ada apa put seperti nya serius sekali?". tanya Rey yang benar benar sudah penasaran.
"kak apa penawaran kakak masih berlaku sampai saat ini yang kakak ingin melamar ku?". tanya Putri sedikit ragu
Rey menjawab dengan antusias. " tentu saja itu berlaku untuk sampai kapan pun".
"kalau begitu Putri terima lamaran nya mas Rey tapi mas Rey harus membawa keluarga menemui mbak Merpati untuk meminta persetujuan juga dari nya ". ucap Putri dan langsung di balas dengan anggukan oleh Rey .
__ADS_1
bantu dukung karya ini makasih