Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
tamparan Widya


__ADS_3

Putri memasuki rumah Elang dengan jalan yang luntai akibat berjalan dari kampus sampai rumah. sampai di ruang keluarga Putri langsung di hadang oleh Widya.


"wahh.... wah.... enak ya malem baru pulang pasti sudah kenyang dong main sama om om nya". tutur Widya dengan singut. sedangkan Putri memutar bola mata nya malas meladeni Widya.


"iya nih udah kenyang banget malah, kenapa iri ya? gak bisa main sama om om , wajar sih mana ada laki laki mau sama perempuan modelan kaya kamu". tutur balik Putri dengan sewot.


" waww.... kamu anak kecil berani melawanku yah maksud kamu apa ha , gak adik gak kakak sifat nya sama aja , sama sama jala*g". ucap Widya dengan suara yang menggelegar .


" maksud Tante apa ha ? ngomongin saya dan mbak saya seperti itu !. pikirin aja hidup tante dasar gadis tua gak punya malu gak laku lagi".


plak....


tanpa aba aba Widya langsung menampar Putri membuat Putri menghentikan ucapan nya, butiran bening keluar dari kelopak matanya dengan deras, jujur baru kali ini dia mendapatkan perlakuan seperti ini dulu saat bersama salma sang ibu Putri sangat di manja dan di sayang tidak pernah mendapatkan pukulan ataupun bentakan.


putri memegangi pipi nya yang di tampar oleh Widya.


kebetulan Putra yang haus ingin mengambil minum di dapur melihat Widya menampar putri langsung berlari menemui Widya.


"tante". ucap Putra membuat Widya langsung menatap nya dengan gugup.

__ADS_1


"kenapa tante tampar Putri ha!?". ucap Putra dengan nada marah.


"a-aku tidak sengaja lagian dia yang buat, dia berani beraninya melawan ku". jawab Widya.


"tidak seharusnya tante tampar Putri seperti itu, kalau Elang tau tante yang selama ini dia bela kelakuan nya seperti ini bagaimana ya? pasti dia sangat kecewa, bukan begitu tante? ". ucap Putra menatap Widya tajam.


"apa maksudmu? kau mau mengancam ku kalau kalian akan mengadu ke Elang bahwa aku sudah menampar anak upik abu ini !". jawab Widya yang tambah sewot.


"Tante ! jangan..." belum selesai Putra melanjutkan ucapannya , putri langsung memotongnya.


"mas , udah gak papa" . ucap Putri melerai pertengkaran mereka.


Widya menatap Putri dengan tatapan tidak suka, tak lama Widya langsung meninggalkan Putra dan Putri di ruang keluarga , ia berjalan dengan hati yang kesal rasanya ingin sekali dia membunuh Putri saat itu juga.


Putri duduk di sofa yang ada di ruang keluarga sedangkan Putra langsung pergi ke dapur untuk mengambil es batu dan handuk kecil. tak butuh waktu lama Putra kembali mendekati Putri dengan es batu di taruh baskom warna pink dan handuk kecil disalah satu tangan nya.


" mana coba aku lihat bekas tamparan itu" ucap Putra dan Putri menurunkan tangan nya yang menutupi lebam bekas tamparan Widya.


"astagfirullah tamparan nya sampai merah seperti ini" ucap Putra tanpa sadar mengelus lembut pipi Putri sedangkan Putri hanya menatap wajah Putra yang terlihat khawatir padanya.

__ADS_1


Putra langsung membalut es batu dengan handuk kecil yang tadi dia bawa lalu menempelkannya kewajah putri.


"ssshhhatttt" Putri merintih saat es batu berbalut handuk menempel pada pipi nya.


"ada apa? apa ini sakit?". tanya Putra


"t-tidak mas itu hanya dingin saja membuat aku kaget". jelas Putri dan hanya di balas anggukan oleh Putra. Putra kembali mengobati pipi Putri dan Putri pastinya fokus menatap Putra yang sedang mengobati nya.


"bagaimana?". tanya putra beralih menatap wajah Putri.


mata mereka saling bertemu sehingga membuat jantung kedua nya berdegup sangat kencang dan tidak karuan.


putri yang sadar akan tatapan itu langsung menarik wajah nya menjauh dari Putra . " s-sudah mas b-biar aku saja" jawab putri dengan gugup.


memang jujur Putri tidak akan sanggup bertatapan dengan pria apalagi yang baginya tampan. Putri langsung mengambil alih es batu itu.


"putri" panggil putra sontak membuat Putri melihat kearahnya.


"hmm.. ada apa mas?". jawab putri.

__ADS_1


"kenapa kamu pulang larut seperti ini?".


like.komen.vote.gift.rate bintang 5 makasih pay pay


__ADS_2