Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
kontraksi


__ADS_3

2 hari kemudian .


Putra sudah menyiapkan semua keperluan tentang dirinya dan Elang , kini mereka sudah bersiap untuk berangkat menuju bandara.


"omma Elang pamit , Elang tidak tau sampai kapan proyek ini akan selesai tapi Elang janji secepat nya Elang akan kembali". ucap Elang sambil memeluk Alexa.


Alexa membalas pelukan Elang " iya cucuku sayang. kamu harus hati hati di sana okey". Alexa tersenyum.


Elang melepas pelukan nya dengan Alexa kini beralih menatap Daren.


"jaga omma ya ". ucap Elang.


"iya kak siap". ucap Daren langsung hormat membuat Elang terkekeh.


"Elang ayo kita berangkat semua sudah siap". ucap Putra setelah menyusun barang bawaan mereka di dalam bagasi .


Elang dan Putra mencium punggung tangan Alexa dan langsung memasuki mobil , Putra langsung melajukan mobil nya di bandara.


setelah kepergian mereka Alexa masuk ke dalam dan duduk di sofa empuk yang ada di ruang keluarga , Alexa menghapus air matanya yang jatuh tanpa permisi.


"omma jangan menangis kak Elang kan cuma sebentar disana". ucap Daren mengelus lembut punggung Alexa.


"omma hanya sedih saja satu persatu di rumah ini sudah pergi walau omma tau Elang akan kembali. namun omma hanya kasihan saja dia harus bekerja disaat hatinya yang kacau . apa kamu belum menemukan dimana Merpati berada? omma sangat merindukan 2 gadis itu ". ucap Alexa.


"aku tidak menemukan apa pun tentang mereka omma ". ucap Daren menunduk.


tak butuh waktu lama kini Putra sudah memarkirkan mobil nya di parkiran bandara , ia menyuruh anak buah nya untuk membawa mobil yang ia gunakan kembali ke rumah besar milik Elang.


sedangkan 2 anak buah nya membantu Putra membawa barang keperluan menuju pesawat .


Elang duduk dekat jendela ia selalu menatap keluar. hatinya benar benar kacau saat ia harus meninggalkan kota ini demi kerjaan di tambah ia belum sama sekali menemukan Merpati . pikiran nya terus melayang kemana-mana hingga Elang tidak sadar bahwa ia sudah mendarat di bandara kota A.


Elang dan Putra keluar dari pesawat dan menuju mobil , pegawai dari proyek A sudah menunggu kedatangan mereka berdua , pegawai kota A langsung membantu membawa barang barang Elang dan Putra masuk ke dalam bagasi mobil.


pegawai kota A langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang menuju sebuah fila yang tak jauh dari tempat lokasi pembangunan proyek yang sedang Elang kerjakan.


sesampainya di Fila Elang langsung memasuki kamar yang telah di siapkan , ia merebahkan dirinya dengan memejamkan matanya agar lelah di tubuh nya sedikit membaik.


namun tiba tiba Elang merasa mual dan langsung memasuki kamar mandi.

__ADS_1


uwek...uwek... Elang berusaha memuntahkan semua isi perut nya namun hanya cairan putih yang keluar.


Putra yang mendengar pun langsung berlari mendekati Elang.


"Elang , kamu tidak papa kan? apa yang kamu rasakan? apa perlu kita kedokteran?". ucap Putra dengan panik.


"tidak perlu. aku hanya merasa mual saja ". Elang duduk di tepi kasur.


"tapi setelah mual kenapa aku jadi pengen rujak buah". ucap Elang menatap Putra.


"apa kamu serius?". ucap Putra menyakinkan.


"serius lah cepat kamu cari kan rujak buah itu untukku". ucap Elang dengan nada yang tegas.


Putra pun langsung keluar dan menyuruh anak buah nya mencarikan rujak buah yang paling enak di kota ini.


anak buah Putra langsung pergi mencari apa yang di perintahkan oleh Putra.


10 menit berlalu anak buah putra pun mendekati Putra yang sedang berdiri di teras menunggu pesanan rujak buah nya.


anak buah itu langsung memberikan bingkisan kresek yang tak lain adalah rujak buah. putra langsung menemui Elang dan menyodorkan rujak buah itu.


Elang langsung membukanya dengan cekatan namun seketika ekspresi nya berubah saat bingkisan itu telah terbuka , Elang langsung menatap Putra sedangkan Putra langsung bingung dengan perubahan raut wajah Elang.


"ada apa? makanlah bukan nya itu yang kamu mau?". ucap Putra , sedangkan Elang langsung menggelengkan kepalanya.


"aku tidak mau ini , aku sudah tidak nafsu , kamu saja yang makan nya". ucap Elang menyerahkan rujak itu ke tangan Putra.


"sudah sana aku mau tidur". lanjut Elang.


tingkah Elang justru membuat Putra heran , ia menatap Rujak buah yang ada di tangan nya .


"padahal ini terlihat sangat enak". ucap Putra langsung memakan rujak buah itu.


jam menunjukkan pukul 5 sore , Merpati bergegas pulang untuk menyiapkan makan malam.


sesampainya ia di rumah , Merpati langsung bergegas mandi, setelah itu ia berkutik di dapur.


hari ini Merpati menyiapkan sayuran kangkung dan ikan dencis yang ia beli tadi di warung susi.

__ADS_1


setelah menyelesaikan masakan nya Merpati duduk di kursi kayu yang ada di dapur. ia mengelus lembut perut nya yang sudah sedikit buncit.


"aduh nak maafkan bunda ya sayang pasti kamu kelelahan ya sampai bunda merasakan sakit perut". ucap Merpati terus mengelus perut nya.


"aduhhh ssshhhh..." Merpati merintih lalu berdiri dari duduk nya.


"kenapa sakit sekali ya Allah ".


Irvan masuk ke dalam rumah setelah seharian bekerja sebagai taksi online , ia hendak mengambil minum di dapur namun mata nya langsung tertuju kepada Merpati yang sedang memegangi perut nya.


"nona , anda kenapa? apa anda sakit perut lagi?". ucap Irvan dengan panik.


"aduhh Irvan tolong aku ini sakit sekali hiks..." . keringat dingin sudah membasahi kening Merpati.


"a-ayo kita ke klinik nona". Irvan langsung mendekati Merpati dan membantu memapah Merpati.


"Irvan aku tidak kuat berjalan hiks... ya tuhan ini sakit sekali". Merpati meremas baju Irvan dengan kuat.


tanpa aba aba Irvan langsung menggendong Merpati ala bridal style menuju mobil nya , kini yang ia pikirkan hanya keselamatan anak yang di kandung Merpati , walau ia tau Merpati akan memarahinya nanti.


Irvan langsung membawa masuk Merpati ke dalam klinik setelah ia memarkirkan mobil nya di halaman klinik.


Merpati masuk ke dalam ruang praktek di klinik itu dan langsung di periksa oleh bidan kandungan.


sedangkan Irvan menunggu di luar.


tak lama kemudian Merpati keluar dengan kresek yang berisi obat.


"nona, apa masih sakit?". ucap Irvan menatap lekat Merpati.


"tidak , ini sudah lebih baik ". jawab Merpati tersenyum.


"sebelum nya maaf nona atas kejadian tadi yang aku langsung menggendong mu , sungguh aku tidak ada maksud apa apa selain menolong mu nona".


Merpati langsung memegang lengan Irvan sontak sentuhan itu mengundang tatapan dari Irvan.


" hei tidak papa , aku tau kamu sedang panik". ucap Merpati menatap Irvan.


mata mereka saling bertemu membuat jantung Irvan berdegup tidak karuan. Irvan langsung mengalihkan pandangan nya.

__ADS_1


bersambung.. Like.. komen..vote..gift..dan rate bintang 5 makasih dukungan nya kakak


__ADS_2