
Di kamar elang.
Elang sudah menatap Merpati dengan penuh kemarahan. Merpati yang melihat tatapan itu menunduk takut karena merasa bersalah.
"Maaf tuan saya tidak bermaksud untuk berkeluyuran".ucap merpati gugup.
" Kamu tau! Kamu bebas disini karena omma!. Jika tidak ada omma kamu tidak akan merasa bebas disini. Untuk malam ini kamu tidur di lantai!, sampai kamu membantah tunggu apa yang akan aku lakukan".ucap elang dengan nada mengancam dan senyum smirk.
"Baik tuan".jawab merpati menyetujui kali ini dia tidak membantah apa yang Elang katakan.
Setelah selesai membersihkan tubuh nya, merpati duduk di lantai sembari bersandar di kasur besar elang. Merpati menatap elang yang sudah tidur lelap, tanpa sadar ia mendekati Elang dan menggenggam tangan nya.
" Elang!, bisakah engkau menjadi malaikat bagiku?, kenapa! Kenapa semua ini terjadi padaku, hanya sekedar bertemu dengan adik ku saja aku sangat kesulitan. Apakah ini sudah jadi jalan hidup ku jauh dari kata bahagia".
Air mata merpati mengalir membasahi pipi mulus milik merpati dan menetes mengenai tangan elang yang sedang ia genggam.
"Maaf aku yang sudah mengganggu tidur mu. Aku tidak ada kawan untuk bercerita. Mumpung dirimu sudah tidur aku bisa meluapkan semua isi hatiku, aku ingin mempunyai rumah tangga layak nya rumah tangga yang bahagia mencurahkan isi hati dan bercerita dengan pasangan nya mempunyai anak dan hidup bahagia, tapi itu semua seperti nya mustahil akan ku dapatkan disini dirimu saja sangat membenciku".merpati mengusap air matanya lalu mengelus lembut pipi mulus elang. "aku akan berusaha membuatmu bahagia walau batin ku tersiksa, baiklah jika aku di takdirkan tidak bahagia setidaknya aku bisa membuat mu bahagia jika menyiksa ku"batin Merpati melepas genggaman nya dan mengarah ke lantai untuk tidur.
Malam ini ia tidak melawan semua yang di perintah kan elang. Sesuai janji nya dengan oma Alexa, Merpati akan menjadi lembut untuk meluluhkan hati Elang di tambah ia merasa bersalah bermain tanpa izin.
Merasa merpati sudah tidak menyentuh nya lagi elang membuka matanya dan mengelap air mata milik merpati yang jatuh tadi, ya sedari tadi Elang hanya memejamkan matanya untuk menghilangkan semua rasa lelahnya ia juga mendengar kan cerita Merpati tadi, ada rasa iba di lubuk hati Elang.
"Apa aku sejahat itu?, bukan kah seharusnya aku bahagia telah bisa membalas dendam kepada anak Mahesa. Kenapa saat ini hatiku selalu di ambang kebingungan. Aku harus mencari kebenaran itu lagi".ucap elang pada diri sendiri.
__ADS_1
Pagi hari nya Merpati bangun dari tidur nya ia melihat elang yang sudah tidak ada di ranjang nya.
"Elang dimana?, bukan nya ini hari pekan kenapa pagi pagi dia sudah tidak ada di kamar? ".
Merpati langsung mandi dan memakai style nya. Kemudian turun ke anak tangga. Sampai di bawah ia melihat oma Alexa dan Daren sedang menonton tv.
" Pagi oma pagi daren".sapa merpati ramah.
"Pagi" Jawab oma Alexa dan Daren bersamaan.
"Kakak ipar kak Elang masih tidur? ".tanya daren.
" Enggak ada tuh ku fikir dia dah turun duluan".jawab Merpati.
" Baiklah".jawab oma Alexa.
"Emm mbok!, mbok liat tuan Elang enggak? ".tanya merpati.
" Oowh tuan Elang tadi keluar pagi pagi saya juga tidak tau non tuan muda Elang mau kemana".jawab mbok darmi.
"Sudah lah mer dia sudah besar, sekarang ayo kita sarapan".titah oma Alexa.
Mereka pun langsung menuju meja makan.
__ADS_1
*
"Aku harus cari mbak Merpati lagi, iyah aku harus cari lagi.kamarin aku belum sempat bertanya kepada mbak Merpati dia tinggal di mana aghh! Keasikan main sih".
Setelah selesai sarapan Putri langsung bersiap keluar mencari merpati dengan bekal harapan semoga keberuntungan datang kepadanya lagi dan mempertemukan nya kembali dengan Merpati.
"Kamu mau kemana put? ".tanya Salma yang sedang memainkan ponsel di ruang keluarga.
" Putri mau beli perlengkapan kampus bu, Putri berangkat sama temen jadi enggak mang jajang enggak usah nganterin putri".jawab putri.
"Ya sudah lah ".ucap Salma santay.
Putri pun langsung keluar dan mulai mencari dengan berjalan kaki. Siang pun tiba perut putri mulai keroncongan. Putri melihat rumah makan yang berada di seberang jalan tanpa ragu ia langsung memasuki Nya dan memesan makanan.
Saat putri hendak duduk ia melihat seorang pria yang tidak asing baginya. Tanpa ragupun ia langsung mendekati pria itu.
"Mas putra! ".seru merpati.
Putra yang sedang makan pun mendongakkan kepala nya keatas melihat siapa yang memanggilnya.
" Eggh putri, kamu disini juga. Sini duduk ".ucap putra sembari menarik kursi agar putri duduk, dan putri pun langsung duduk di kursi yang ada di di samping kanan putra.
like komen dan vote jika kalian suka.
__ADS_1