
sesampainya di rumah sakit Daren langsung memanggil dokter maupun suster yang ada di rumah sakit itu , suster dan dokter pun datang membawa brankar dan Daren meletakkan Alexa di atasnya.
Alexa dimasukkan kedalam ruangan ICU.
disisi Elang.
makan siang pun sudah selesai, Merpati mengajak Elang kembali ke butik nya dikarenakan pekerjaan nya yang masih menumpuk di atas meja, Elang sebenarnya masih ingin berlama lama lagi dengan Merpati tapi karena Merpati merengek ingin kembali ke butik akhirnya Elang menurutinya.
saat Elang hendak masuk ke dalam mobil handphone Elang berdering, Elang segera membuka handphone nya dan menggeser tanda hijau ke atas.
"hallo" . ucap Daren dengan nada panik membuat Elang bingung.
"hallo, ada apa? kenapa suaramu terlihat sangat panik?". ucap Elang.
"kak eomma". Daren tak sanggup melanjutkan kata katanya.
"Omma kenapa daren?".
"omma masuk rumah sakit dan sekarang omma berada di rumah sakit husada house". ucap Daren dengan lirih.
Elang langsung terbelalak dan tidak bisa berkata kata lagi. telvon di matikan sepihak oleh Elang, Elang masuk ke dalam mobil dan melajukanya dengan cepat .
"suamiku apa yang terjadi?, kenapa kamu bawa mobil sekebut ini? kamu membuat ku takut". ucap Merpati .
"maaf kan aku sayang telah membuat mu takut, dan maaf kita tidak bisa balik ke butik kita harus ke rumah sakit karena omma masuk rumah sakit".jelas Elang pandangan fokus ke depan.
"apa ! omma sakit?". Merpati ikut terkejut..
tak butuh waktu lama kini mobil yang di pakai Elang sudah terpakir sempurna di halaman rumah sakit
__ADS_1
Elang dan Merpati langsung keluar mobil dan langsung masuk kerumah sakit.
Elang melihat Daren yang duduk di kursi depan ruang ICU.
Elang dan merpati menghampirinya Daren, Daren langsung mendongakkan kepalanya.
"Daren apa yang terjadi dengan omma?". tanya Daren dengan nada yang panik, sudah terlihat jelas dari wajah Elang panik yang begitu dalam.
Daren berdiri dari duduknya "aku kurang tau kak kronologi nya bagaimana yang jelas tadi aku di kantor terus kepikiran sama omma handphone nya aku telvon tidak bisa terpaksa aku harus pulang, dan aku menemukan omma sudah tergeletak lemah di lantai ruang baca". jelas daren.
Elang langsung terduduk lemas. ia menutup wajah nya dengan sepuluh jarinya, Merpati yang merasakan kesedihan suaminya itu langsung mengelus lembut punggung elang.
"percayalah omma kuat doakan yang terbaik untuk omma ".ucap Merpati berusaha menenangkan elang.
elang langsung menumpukan kepala nya kepundak Merpati.
"sudah cukup aku kehilangan kedua orang tua ku jangan sampai omma meninggalkan aku" ucap elang dengan lirih, butiran air mata pun tanpa sadar keluar dari mata elang, Merpati yang menyadari suami nya menangis langsung memeluk hangat Elang .
"bagaimana keadaan omma saya dok?". tanya Daren langsung mendekati dokter.
"keadaan nyonya Alexa saat ini sedang kritis saya menemukan benturan yang sangat keras di kepalanya membuat pembuluh darah nyonya Alexa pecah dan harus melakukan operasi secepat mungkin". ucap Daren menjelaskan.
mereka pun kaget secara bersama, dan tampa pikir panjang Elang langsung menyetujui operasi tersebut, Elang langsung menuju ruang instruksi untuk mengisi persyaratan operasi, setelah selesai Elang kembali menemui Merpati dan daren.
"bagaimana kak apa kata dokter?" . tanya Daren.
"operasi akan dilaksanakan 5 jam lagi kata dokter".jawab Elang dan hanya mendapat balasan angguk dari Daren.
"aku masih heran dokter bilang dia menemukan benturan keras di kepala omma apa yang sebenarnya terjadi, aku harus menyelidiki ini". ucap Elang dengan penuh emosi.
__ADS_1
" aku juga heran kak kenapa omma bisa seperti ini aku rasa juga ada yang tidak beres". ucap Daren juga.
"aku harus pulang dan menyelidiki ini dirumah". lanjut elang langsung mendekati merpati .
"sayang aku harus menyelidiki ini di rumah. kamu mau ikut aku pulang atau mau disini?". ucap Elang.
"aku mau disini saja menjaga omma dan menemani Daren ". jawab Merpati.
"baiklah kalau begitu".
Elang beralih menatap Daren. " aku titip istri ku pada mu dan jaga dia baik baik jangan sampai ada luka sedikitpun " ancam elang.
"baiklah kak" pasrah Daren.
ngomong nya aja gak boleh ada luka sedikitpun di tubuh kakak ipar tadi dirinya sendiri sering melukai kakak ipar' batin Daren.
tapi aku senang sekarang kak Elang sudah berubah menjadi kepribadian yang hangat' lanjut batin Daren sambil menatap punggung Elang yang semakin menjauhi mereka.
Elang langsung keluar dari rumah sakit dengan tergesa-gesa dan melakukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.
sesampainya dirumah Elang langsung masuk keruang baca dan mengecek CCTV yang ada di ruang baca itu. Elang berdecak kesal bahwasanya vidio CCTV yang terjadi tadi siang sudah di hapus entah oleh siapa, Elang langsung menuruni tangga dan mengumpulkan semua maid dan penjaga rumah itu, tak butuh waktu lama para maid dan penjaga sudah berkumpul rapih di hadapan elang.
"apa kalian tau apa yang terjadi dengan omma sampai omma seperti ini?" tanya Elang dengan suara yang tegas.
"tidak tau tuan" ucap para penjaga dan maid dengan serempak.
"aghh" teriak elang kesal.
"bagaimana kalian bisa tidak mengetahui ini hah apa aku memperkerjakan kalian hanya untuk berleha leha di rumah ini" emosi Elang sudah tidak bisa di tahan lagi maid dan para penjaga hanya menunduk ketakutan.
__ADS_1
Elang langsung meninggalkan para pekerja nya dan langsung naik tangga mengarah ke kamar Widya.
like.komen.vote. gift. rate bintang 5 makasih pay pay.