
Elang terdiam sesaat saat dokter menjelaskan apa yang tengang Merpati barusan , begitupun dengan yang lain mereka benar benar terkejut mendengar ucapan Dokter.
"enggak! Dokter jangan membohongi ku , istri saya selamat kan iyakan dok?". Elang menggoyang goyangkan bahu Dokter.
"maaf kan kami tuan , kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi takdir berkehendak lain".
"Merpati tidak Selemah itu , omma percaya Merpati belum meninggal hiksss". Alexa langsung histeris , Della dan Putri Langsung memeluk Alexa sambil menangis.
suster keluar sambil mendorong brankar yang terdapat tubuh Merpati di atas nya , Elang dan juga yang lain langsung menuju pada brankar yang di dorong suster .
"stop!". Elang berucap dengan nada tinggi membuat para suster langsung menghentikan langkahnya.
Elang pun langsung mendekati brankar itu di ikuti dengan yang lain nya , perlahan tangan nya bergerak untuk membuka kain yang menutupi tubuh dan juga wajah seorang di dalam nya.
mata Elang langsung terbelalak , tubuh nya lemas bagai kehabisan darah.
__ADS_1
"mbak Merpati hikss.... Mbak bangun mbak". ucap Putri langsung menangis saat melihat wajah Merpati yang pucat pasi .
"enggak.. enggak.. sayang ku mohon buka matamu ayo buka sayang lihat di sini aku , Arqian dan juga yang lain nya sedang menemani mu melewati masa kritis mu. sayang ku mohon buka mata mu jangan tinggalkan aku Merpati". Elang menggoyang goyang nya tubuh Merpati tetapi tidak ada respon sama sekali, Daren mendekati Elang yang sedang histeris ia memeluk pundak kakak nya berusaha menenangkan kakak nya.
"kak". Daren berucap lirih . hatinya pun ikut sedih melihat keadaan kakak ipar nya yang berbaring tidak bernyawa.
"maaf Tuan, kami izin membawa tubuh Nona ke kamar jenazah untuk di bersihkan". ucap dokter .
"enggak dok istri saya tidak meninggal dok". Elang menahan keras brankar Merpati agar tidak di bawa pergi.
"enggak put, istri gw belum meninggal hiksss , istri gw pasti selamat". Elang bersikeras menahan brankar Merpati.
Putra mencoba menarik tangan Elang berusaha melepas genggaman nya dari brankar Merpati , Elang lemas tak berdaya genggaman nya pun mulai melemah , setelah terlepas dari genggaman Elang dokter beserta suster lainnya langsung membawa jenazah Merpati menuju ruang jenazah.
"omma , katakan bahwa ini semua bohong omma tolong katakan Elang dan Arqian belum siap kehilangan Merpati". Elang menangis sambil di peluk oleh Alexa.
__ADS_1
"tapi ini yang terjadi Lang, Merpati telah meninggal kan kita semua ". Alexa memeluk Elang sambil menangis.
"itu bukan Merpati kan , Merpati yang aku kenal adalah wanita yang kuat dan tangguh, Daren ini tidak mungkin". Della terduduk lemas air matanya terus membasahi pipi nya.
"sayang , ingat kamu sedang hamil jaga kondisi mu". Daren berusaha menenangkan Della.
Putri memeluk Arqian sambil menangis rasa nya sesak saat memeluk Arqian mengingat bagaimana dulu Merpati berusaha sekali untuk membuat nya lahir ke dunia.
pagi hari pun tiba setelah jenasah di bersihkan, pihak rumah sakit langsung membawa jenazah Merpati menuju kediaman Elang , nampak di rumah itu sudah sangat ramai oleh pelayat , para penjaga langsung menyambut kedatangan mereka dengan perasaan sangat sedih terlihat dari raut wajah mereka.
"mboh ngak menyangka nona Merpati akan pergi secepat ini ".
"sinta juga enggak nyangka mbok , padahal nona Merpati sangat baik tapi kenapa dia harus pergi secepat ini".
bantu dukung karya ini kakak makasih.
__ADS_1