
Putra memasuki mobil nya degan mata berkaca kaca mengingat perlakuan Putri kepadanya.
ia memukul mukul stir mobil merasa kesal.
"aku serius put buat apa aku bercanda , aku melihat degan mata kepalaku sendiri dia merangkul Mala anak dari klien nya Elang bahkan dia mengatakan bahwa mereka sudah pacaran.
percayalah padaku put aku hanya tidak ingin kamu sakit hati ke depan nya". Putra menjelaskan sambil menatap Putri dengan intens.
"cukup mas ! jangan kamu membicarakan Rey lagi dan jangan kamu ikut campur lagi toh buktinya kamu aja ga ada bukti kan hanya omongan kamu doang yang kamu jadikan bukti , omongan juga bisa tuh di buat buat .
jadi Putri mohon mas pergilah dari klinik ini Putri sibuk dengan urusan Putri.
dan satu lagi tidak usah mengurusi ku urus saja pacar mu". ucap Putri sambil mendorong tubuh Putra.
Putra langsung menarik tangan Putri yang mendorong nya.
"maksud mu apa urus saja pacar ku?". tanya Putra bingung.
"sudahlah lepas mas". Putri menarik kasar tangan nya yang di genggam Putra sehingga menimbulkan warna merah di tangan nya.
"mas pergi aja dari sini , udah sana mas". Putri lalu mendorong Putra sampai keluar ruangan nya.
setelah mendapat perlakuan Putri yang tidak percaya dengan omongan nya akhirnya Putra pun pergi meninggalkan klinik itu.
.
.
__ADS_1
Setelah kepergian Putra , Putri duduk dengan tubuh yang lemas dan mengingat kembali apa yang di katakan oleh Putra.
Tak lama kemudian Rey masuk ke dalam ruangan Putri.
Putri langsung menoleh saat mengetahui pintu ruangan nya terbuka.
Putri langsung menatap tajam laki laki di depan nya saat ini yang tak lain adalah Rey.
"Put ada apa kamu menatap ku seperti itu?". Wajah Rey sudah mulai tegang seakan dia tahu bahwa Putra benar mengadu kepada Putri.
Putri menghampiri Rey dan tanpa aba aba.
Plak ...
Putri menampar Rey dengan penuh emosi.
"Put , berani nya kamu menampar ku? ". Rey menatap tajam Putri.
Sebenar hati Putri kini berdegup sangat kencang karena merasa takut dengan tatapan Rey namun ia terus menepis rasa takut itu.
Kini Putri menatap tajam Rey juga.
"Aku tidak menyangka ya kamu tega selingkuhi aku padahal aku ini tunangan mu , kenapa kak Rey kamu lakukan itu padaku? Apa salah ku ha?". Mata Putri kini berkaca kaca tidak bisa menahan air matanya lagi.
"Hey bocil! Mikir salah lo banyak sama gw, dulu lo gak ingat ha ngomongin gw kaya mana? Lo perlakuan lo ke gw kaya mana? Lo juga nolak gw kaya mana? Gw juga tau kalo lo terima ungkapan gw karena lo sakit hati sama Putra kan karena dia punya pacar? Dia laki laki yang selama ini lo tunggu , yang selama ini lo jaga perasaan nya ya kan gw tau itu semua put emang Lo pikir gw bodoh ha? Gw lakuin ini karena gw sakit hati sama perlakuan lo ke gw waktu itu". Ucap Rey penuh dengan emosi .
Ingatan dulu kembali teringat saat Putri menolak nya mentah mentah bahkan Putri sampai mendorong nya hingga jatuh.
__ADS_1
Putri mencengkram kerah jas putih yang di kenakan Rey dengan kuat .
"Kamu jahat Rey! Kamu jahat kamu bisa lakuin apa aja asal jangan kamu rusak hati aku ". Putri menatap Rey dengan penuh kebencian.
"Putri lepas tangan lo dari baju gw sebelum gw bersikap kasar sama lo".
"Aku gak peduli Rey!! Intinya kamu pria bajingan pria pecundang hikskk". Putri kini memukul mukul dada bidang Rey.
Rey yang geram langsung mendorong Putri dengan kuat hingga terpental ke dinding.
Putri meringis merasa sakit hingga terduduk lemas di lantai.
Putri yang baru masuk melihat Rey mendorong Putri langsung menghampiri nya dan memukul Rey berkali kali hingga banyak orang yang kini memasuki ruangan Putri untuk memisahkan Rey dengan Putra.
"Laki laki brengsek, anj*ng!! ". Putra di selimuti dengan amarah.
Putri mencoba bangkit dan mendekati Putra sambil terisak dan berjalan lunglai.
"Mas cukup jaga emosi kamu , dan pak tolong bawa dia pergi dari ruangan saya". Ucap Putri kepada satpam dan satpam pun langsung membawa Rey keluar ruangan Putri.
Putri juga meminta kepada orang yang kini menatap mereka dengan heran untuk keluar dari ruangan.
Kini hanya Putra dan Putri yang ada di dalam ruangan tersebut.
Putri menangis sejadi jadinya sambil memukul dada nya yang terasa sesak .
Putra yang melihat itu meras teriris hatinya melihat wanita yang ia cintai menangis karena pria lain , ia melihat Putri seakan melihat dirinya sendiri saat menangis mengingat pertunangan Putri dengan Rey saat itu.
__ADS_1