
Merpati mengambil handphone yang ada di sebuah kota di dalam lemari lalu Merpati menekan tombol power on .
sudah cukup lama ia tidak memainkan ataupun menyentuh handphone itu .
ia menatap layar ponsel nya berharap Elang segera menelpon nya. namun sampai jam 9 malam Elang tak kunjung menelpon nya.
ia duduk di depan rumah berharap Elang pulang ke rumah nya malam ini , udara malam semakin dingin .
Putri yang melihat pintu terbuka langsung melangkah menuju pintu berniat untuk menutup nya namun saat ingin menutup pintu itu Putri melihat Merpati duduk sambil menatap layar handphone nya , kaki nya melangkah mendekati Merpati dan duduk di samping nya.
"mbak, nunggu kak Elang ya? ". tanya Putri .
Merpati beralih menatap Putri lalu tersenyum. "iya , tapi entah kenapa dia belum menghubungi ku". raut wajah Merpati terlihat sedih setelah mengucapkan kata kata itu
"mungkin besok kak Elang ngabarin nya Mbak". ucap Putri mengelus lembut pundak Merpati.
"oowh ya put mbak mau tanya , setau mbak kamu kan menunggu Putra mengungkap perasaan nya bukan nya kamu juga sangat mencintai Putra tapi kenapa kamu tunangan dengan Rey? tolong mbak butuh penjelasan dari ini semua". ucap Merpati seakan lupa dengan pikiran nya tadi yang memikirkan Elang.
"Putri lagi gak mau bahas itu mbak yang jelas Putri udah matang untuk tunangan sama kak Rey ". jawab Putri.
"tapi put mbak perlu tau apa alesan nya karena yang mbak tau kamu itu sangat mencintai Putra , dan lagi pula mbak cuma gak mau kalau kamu sampai salah memilih pendamping hidup .
put dengar mbak kalau kamu belum benar benar siap jangan di paksa ikutin kata hati kamu jangan ikutin kata ego kamu".
Putri hanya diam mendengarkan apa yang di katakan Merpati, hati nya saat ini benar benar gundah dan gelisah ini jalan yang salah atau yang benar pikir Putri sungguh bingung dan bimbang.
"lebih baik kita ke dalam saja yuk udara malam nya lumayan dingin aku gak mau mbak Merpati nanti sakit". ucap Putri mengalihkan pembicaraan jujur saja ia malas jika harus membahas tentang pertunangan.
"baiklah". jawab Merpati langsung beranjak dari duduk namun saat hendak memasuki rumah handphone Merpati berdering membuat nya langsung terhenti.
__ADS_1
ia lihat nama no yang menelpon nya hatinya sangat bahagia bahwasannya telepon dari dialah yang sedari tadi di tunggu yaitu Elang.
"put kamu duluan aja ini suamiku telpon". ucap Merpati dengan raut wajah bahagia dan Putri hanya membalas ucapan Merpati dengan anggukan.
Merpati langsung mengangkat telvon Elang.
"halo sayang". suara berat Elang dari sebrang telvon.
"halo suami ku , kenapa kamu malam sekali sih ngabarin nya aku nungguin tau bikin sebel aghh". ucap Merpati dengan nada merengek.
Elang terkekeh mendengar suara lucu istrinya .
"maaf ya sayang aku mengabari mu terlalu malam soalnya kerjaan ku baru saja selesai". jelas Elang.
"iya gak papa kok cinta , tapi kamu malam ini pulang kan ke rumah?". tanya Merpati.
"sayang aku..". ucapan Elang langsung di potong oleh Merpati.
"sayang kamu jangan marah aku janji malam ini adalah malam terakhir kita pisah tempat tidur". ucap Elang dan hanya di balas deheman oleh Merpati.
"ya sudah kalau kamu mau tidur sayang , tidur yang nyenyak ya semoga mimpi indah sayang.... muachhh.." Elang memberi kis di akhir kata nya membuat Merpati langsung salting.
tak lupa Merpati pun membalas kis dari Elang .
setelah telvon berakhir Merpati memasuki kamar nya dan merebahkan dirinya , ia berusaha memejamkan matanya namun ia terus berbalik badan tidak bisa tidur.
"hiks... cinta aku mau bobok sama kamu". Merpati memeluk guling berharap ia akan bisa tidur namun ia tidak bisa .
ia lalu mengambil handphone nya dan mencari nomor telepon Elang, ia menelpon Elang berharap Elang akan mengangkatnya namun harapan itu tidak sesuai ekspektasi Elang tidak menjawab telepon Merpati.
__ADS_1
Merpati terpaksa memejam kan matanya namun tetep tidak bisa , hingga matahari pun sudah terbit Merpati belum kunjung tidur mata panda nya terlihat sangat jelas akibat tidak tidur seharian.
Merpati beranjak dari duduk nya dan segera membersihkan tubuh nya karena memang hari ini banyak urusan yang harus ia selesaikan.
setelah bersiap Merpati berniat ke rumah bu RT bersama Ivan mereka menaiki mobil yang biasanya , sesampainya di rumah pak RT mereka di sambut dengan hangat lalu Merpati langsung menjelaskan maksud nya datang kesana.
ia memberikan warung kopi nya kepada buk RT yang selama ini sangat berjasa kepada nya selamat ini , buk RT sedikit kaget dan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Merpati namun Merpati langsung memberikan kunci warung nya sungguh membuat buk RT tercengang.
"anggap ini adalah balas jasa Merpati kepada ibu ya Merpati mohon di terima". ucap Merpati dengan senyum .
"baiklah nak kalau begitu, ibu terima ya ibu sangat berterima kasih atas pemberian mu". ucap bu RT benar benar terharu.
setelah menyelesaikan urusan nya Merpati dan Irvan langsung melangkah menuju rumah. disana sudah ramai dengan tamu terlihat disana juga ada Elang , dan keluarga dari Rey.
ini seperti mimpi. pikir Merpati masih tidak percaya adik nya itu akan bertunangan dengan Rey .
hari ini tunangan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala , Putra turut hadir melihat pertunangan Putri dan juga Rey .
hatinya sungguh tidak sanggup melihat Rey mengikat putri . Putra menangis di dalam kamar mandi dengan tersedu sedu merasa sesak di dada nya melihat wanita pujaan hati kini sudah di Ikat oleh laki laki lain .
Elang mengetuk pintu kamar mandi Karena ia tau pasti sahabat nya itu akan merasakan sakit hati , Putra membuka pintu dengan mata yang sembab .
Elang memeluk Putra berusaha menghilangkan sedikit kesedihan nya namun Putra malah semakin menangis di dalam pelukan Elang.
"sudahlah ikhlas kan saja mungkin dia bukan jodohmu , jika dia benar jodohmu pasti dia akan kembali lagi kepadamu". ucap Elang.
"bagaimana bisa aku mengikhlaskannya Lang? hampir 1 tahun aku memendam perasaan ku tapi nyatanya cinta ju bertepuk sebelah tangan? aku bodoh aku bodoh karena tidak jujur dengan perasaan ku". Putra memukul kepada nya menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Putri.
Elang menahan tangan Putra untuk memukul kepala nya.
__ADS_1
sungguh Elang benar benar khawatir dengan sahabat nya itu , ia tau betul bagaimana rasanya sakit hati karena cinta , apalagi yang di alami sahabat nya ini adalah cinta pertama.
bantu dukung karya ini kak jiks kalian suka .....