
Putra memapah Putri untuk duduk di sofa yang ada di ruangan Putri.
lalu Putra mengambil minum yang ada di atas nakas.
"minum lah dulu biar kamu tenang". Putra menyodorkan air putih di hadapan Putri.
Putri mengambil nya dan meminum nya hingga tandas , ia menghapus air matanya dengan nafas sesenggukan akibat menangis tadi.
"apa sudah baikan?". tanya Putra menatap lekat wajah Putri yang memerah.
dan Putri hanya mengangguk mengisyaratkan iya.
"apa yang sebenernya terjadi kepada kalian kenapa bisa Rey mendorong mu seperti itu?". Putra mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada putri.
"aku memutuskan pertunangan kami". jawab Putri sesenggukan.
sontak jawaban Putri membuat putra terkejut pasalnya tadi Putri tidak percaya dengan ucapan nya , kini Putri memutuskan hubungan nya dengan Rey apakah Ada masalah lain? , Putra mencoba berfikir keras.
"apa yang sebenernya terjadi apa yang membuat kalian putus?". Putra semakin penasaran.
Putri menggeser tempat duduk nya menghadap Putra .
__ADS_1
" aku jujur mas , aku lebih percaya dengan mu dari pada dengan nya maaf aku tadi seperti tidak percaya dengan penjelasan mu walau sebenarnya Putri sangat percaya dengan itu hiks...hiksss". Putri kembali terisak dan dengan sigap Putra membawa Putri kedalam pelukannya.
"kenapa kamu melakukan seperti itu? kenapa kamu tidak jujur saja?". tanya Putra lagi.
"aku kesal dengan mu". jawab Putri dengan lesu.
Putra melepas pelukan nya dan menangkap kedua pipi Putri lalu menatap mata Putri dengan lekat.
"jelaskan apa yang membuat mu kesal? dan jelaskan juga apa yang membuat kamu berubah dengan ku , apa salah ku? jika aku ada salah tolong jelaskan".
"aku kesal dengan mu karena aku menunggu lama disini , aku menjaga hati ku untuk mas Putra tapi kenyataannya mas punya wanita lain". ucap Putri menangis kembali mengingat kejadian di hari itu.
"tau dari mana kamu aku mempunyai pacar? siapa pacarku? jelaskan padaku? yang mana wanita nya?". Putra melontarkan banyak pertanyaannya karena kesal Putri mendapat berita dari mana.
"dia yang se*i yang mas putra panggil "yang" saat di rumah mbak Merpati ". ucap Putri dengan lirih sambil menunduk.
"apa! kenapa kamu langsung mengambil kesimpulan ha". Putra menarik tangan nya yang sedang menangkup pipi Putri.
"dia itu sepupu ku, yayang namanya dia bekerja di perusahaan Elang yang ada disini dia memang sering di panggil yang oleh siapapun, seharusnya kamu bertanyalah dulu kepadaku jangan kamu ambil kesimpulan Putri ". Putra benar benar merasa kesal.
sedangkan Putri yang melihat kekesalan Putra merasa takut ,ia menangis sambil tertunduk tidak berani melihat Putra.
__ADS_1
Putri benar benar merasa bersalah dan merasa egois akan perasaan nya.
Putra menatap Putri ia seakan tau dengan perasaan Putri yang takut melihat nya sedang marah , Putra mendekati Putri dan memeluk nya dengan sangat erat.
"maaf aku tidak bermaksud menakuti mu aku hanya kesal saja , mohon maafkan mas". ucap Putra.
Putri membalas pelukan Putra.
"p-putri juga m-minta maaf mas , karena sudah mengambil kesimpulan sendiri" ucap Putri masih terisak.
Putri mengingat sesuatu , ia melepas pelukan nya dan menghapus air matanya , Putra hanya menatap Putri.
"oowh ya bukan nya mas sudah pergi ya tadi kenapa mas ada di sini lagi?". tanya Putri heran.
"oowh kamu jangan berfikir macam macam , aku kesini karena... ". Putra beranjak dari duduk nya dan mengarah ke meja kerja Putri dan mengambil sebuah handphone milik nya.
" aku kembali karena ini". Putra menunjukkan handphone nya kepada Putra.
tadi saat di jalan Putra hendak menghubungi Elang saat ia mencari handphone nya Putra tidak menemukan nya. lalu ia teringat dengan klinik tempat Putri kerja , ia teringat saat meletakkan handphone nya di atas meja .
ia memutar kembali mobil nya mengarah klinik tempat Putri kerja namun saat ia ingin masuk Putra melihat Rey mendorong Putri dengan sangat keras.
__ADS_1