
pagi hari pun tiba , ini yang di tunggu tunggu oleh Elang untuk membawa istri nya kembali ke kediaman nya.
Elang membantu Merpati membereskan semua keperluan Merpati yang akan di bawa dan Merpati berkutik di dapur menyiapkan sarapan.
Putri dia sudah berangkat kerja pagi pagi.
setelah menyusun sarapan di atas meja , Merpati menghampiri suami nya yang sedang merapihkan kasur.
Merpati terkekeh Karena melihat suami nya yang kebingungan memasang seprai.
"cinta". Merpati mendekati Elang yang terlihat kebingungan memasang seprai.
Elang yang sedang fokus pun langsung menghentikan kegiatan nya saat Merpati memanggil nya.
"heumm iya sayang , ada apa?". Elang tersenyum melihat istrinya.
"ayo kita sarapan dulu , beres beres nya nanti lagi oke". ucap Merpati .
Elang pun mengangguk dan melangkah pergi menuju meja makan di ikuti Merpati di belakang nya.
.
.
.
Putra memasuki kantor yang ada di komplek C , niat nya Putra ingin mengambil berkas yang ketinggalan di ruangan Elang.
namun langkah nya terhenti saat melihat Mala anak dari klien nya Elang sedang berjalan sambil berangkulan dengan Rey.
Putra membelalak kan mata nya memastikan penglihatan nya tidak salah , Putra mengejar Mala dan Rey.
__ADS_1
"Rey". panggil Putra dan Rey pun langsung menoleh.
Rey langsung terbelalak melihat Putra ada di depan nya saat ini cepat cepat Rey melepas rangkulan nya.
"maksud mu apa Rey kamu berjalan sambil merangkul nona Mala?". nada Putra meninggi karena menahan amarah.
"kak , Rey bisa jelasin". wajah panik terlihat jelas di wajah Rey.
"sayang ada apa ini , sekretaris Putra ada apa?". Mala menatap bergantian Rey dan Putra.
"Rey siapa mu?". Putra bicara dengan serius.
"dia pacar ku". ucap Mala dengan bangga.
mengucapkan nya sambil merangkul tangan Rey
bughh..
Putra mencengkram kerah baju Rey dengan kuat "maksud mu apa Rey ha? kamu ingin menyakiti hati Putri? dasar laki laki bangsat". Putra bear benar sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"sekretaris Putra lepaskan Anda benar benar tida sopan". Mala berusaha melepaskan cengkraman Putra namun ayang tenaga nya tidak bisa melawan tenaga Putra.
Putra tidak memperdulikan Mala , Putra terus memaki Rey dengan nada tinggi.
Rey melepas cengkraman Putra dengan kasar.
"ini bukan urusan mu put, jadi jangan ikut campur!". ucap Rey dengan menatap tajam.
"aku berhak ikut campur jika itu mengenai Putri".
"memang nya kamu siapa nya Putri ha ? kekasih? suami? abang? saudara? bukan kan? jadi buat apa kamu ikut campur?".
__ADS_1
"aku memang bukan siapa siapa putri , tapi aku tidak ingin jika Putri di sakiti oleh laki laki brengsek seperti mu".
"sekretaris Putra , apa yang anda ucapkan ? Rey menyakiti Putri? ". Mala benar benar tidak paham dengan apa yang di ucapkan oleh Putra.
"Putri adalah tunangan nya mereka baru tunangan 2 hari yang lalu". Putra menjelaskan.
mendengar penjelasan Putra , Mala langsung terkejut dan menatap Rey dengan tatapan tajam.
"itu tidak benar sayang , mana mungkin aku mendua kan mu?". Rey menatap lekat Mala sambil menggenggam tangan nya.
"gila kamu ya Rey kamu tidak mengakui tunangan mu sendiri?". Putra benar benar tidak habis pikir dengan Rey.
"sudah cukup!". nada Mala meninggi.
"Anda sudah dengar kan sekretaris Putra bahwa kekasih saya tidak mengenal Putri , lagian Putri seperti apa yang bisa mengalahkan daya tarik Rey kepadaku"?.
dan aku tidak mau ada keributan lagi di kantor jadi ini terakhir kalinya anda membuat kericuhan disini.
ayo sayang kita pergi membuang waktu saja disini". ucap Mala langsung menggandeng tangan Rey pergi.
"kurang ajar! aku harus kasih tau Putri aku gak mau kalau sampai dia disakiti oleh laki laki itu". Putra langsung melangkah pergi menuju mobil nya di parkiran ia melupakan niat awal nya yang ingin mengambil berkas di ruangan Elang.
Putra melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju klinik tempat Putri kerja.
tak butuh waktu lama kini Putra sudah memarkir mobil nya di halaman klinik.
ia langsung masuk menuju ruangan Putri, terlihat di sana Putri yang sedang fokus dengan lembaran lembaran kertas yang ada di meja.
Putra mendekati meja Putri. "put" panggil Putra membuat Putri langsung menghentikan kegiatan nya.
Putri mendongak kan kepala nya menatap orang yang ada di depan nya saat ini yang tak lain adalah Putra.
__ADS_1