Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
kesedihan Putra


__ADS_3

"aku akan secepatnya menyiapkan lamaran dan menyiapkan mahar yang di pinta oleh Putri". ucap rey dengan nada serius.


Putra benar benar terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar sampai buket bunga yang ada di tangan nya jatuh.


semua orang yang ada di sana langsung menoleh saat mendengar suara benda jatuh , Putra langsung mengambil buket bunga itu sambil cengir kuda.


"hehe maaf ya seperti nya aku merusak suasana deh maaf sekali lagi aku ga tau soalnya". ucap Putra dengan senyum canggung.


Putra menatap bunga yang sekarang ia pegang , lalu menatap Elang.


Elang yang mendapat tatapan itu bingung apa yang di akan putra lakukan , Putra mendekati Elang dan langsung memberikan buket bunga itu padanya.


"Lang ini buket yang kamu pesan tadi ". ucap Putra , Elang menerima dengan perasaan bingung.


"wah cintaku kamu membelikan ku buket ini? kamu sangat romantis". Merpati langsung mengambil bunga yang ada di tangan Elang dan menciumi setiap wangi yang ada di bunga itu.


"aghh i-iya sayang itu untuk mu". ucap Elang kik kuk.


apa apaan aku pesan bunga aja engak ". batin Elang sambil menatap Putra heran.


tapi gak papa deng lumayan istri aku kan jadi senang". Elang tersenyum melihat kegembiraan istri nya.


sedangkan Putra menatap nanar Putri namun Putri membuang muka rasa bahagia yang tadi Putra bawa kini hilang entah kemana rasa hatinya seperti di iris iris mendengar percakapan mereka tadi.


"oowh ya tadi mas denger Putri katanya mau lamaran ya? kok mendadak?". Putra berusaha menetralkan sesak yang ada di dada nya.


"iya besok Putri akan lamaran". jawab Putri tanpa melihat ke arah Putra.


"semoga lancar ya". ucap Putra sambil tersenyum.


dia bahagia? dia tidak sakit hati? bahkan dia juga tidak ada bantahan? ternyata memang benar selama ini cintaku dengan nya hanya bertepuk sebelah tangan.


dia juga sudah mempunyai wanita jadi wajar kan dia tidak merasa kehilangan ku". batin Putri.


"put , ini sudah sore aku pulang dulu ya aku akan mempersiapkan semua keperluan besok". ucap Rey sedikit berbisik ke Putri.


"oowwh baiklah ". ucap Putri dengan senyum paksa.


"mas , mbak. Rey pulang dulu ya hari juga semakin sore". ucap Rey dan mendapat anggukan dari Elang dan Merpati.


Rey beranjak dari duduk nya dan melangkah menuju mobil nya ,setelah Rey benar benar pergi kini mereka ber tiga menatap Putri dengan lekat membuat Putri tidak nyaman.

__ADS_1


"ada apa kalian menatap ku seperti itu?".


"kamu serius put mencintai nya? kamu juga serius dengan hubungan ini? mbak tidak mau ya sampai kamu mempermainkan sebuah pernikahan.


lagi pula kenapa kamu mendadak sekali memperkenalkan dia kepada mbak? mbak melihat nya saja kurang suka masa kamu mau menikah dengan nya?".


"udah deh mbak terserah Putri dong , tolong mbak hargai pilihan Putri ". Putri langsung beranjak dari duduk nya berniat memasuki kamar nya namun di tahan oleh Putra.


"aku ingin bicara dengan mu". ucap Putra memegang tangan Putri .


Putri langsung menepis kasar tangan Putra. " lagi gak mood mau bicara kapan kapan saja". ucap Putri langsung melangkah pergi menuju kamar nya.


Putra menatap nanar punggung Putri yang menjauh.


ada apa dengan nya? kemarin dia baik baik saja bahkan dia bergelayut manja?". batin Putra.


"put ". Elang menepuk pundak Putra sehingga membuat nya terkejut.


"egh Lang ".


"ngapain sih kamu bengong?".


"gak papa kok , ya sudah ayo kita pulang".


Elang mendekati Merpati yang masih asik bermain buket bunga.


"sayang kamu ikut aku pulang yuk?". ucap Elang.


Merpati langsung menghentikan kegiatan nya dan langsung menatap Elang.


"pulang kemana?".


"pulang ke vila ku yang ada di komplek A , Putra sudah menjemput untuk pulang , besok aku ada meeting penting karena besok adalah pekerjaan terakhir ku disini setelah 5 bulan aku menangani pembangunan perusahaan yang ada di komplek C". jelas Elang.


raut wajah Merpati langsung berubah sedih.


"padahal semalam kamu janji akan menemani ku setiap malam kenapa sekarang kamu pergi hikss". Merpati tiba tiba menangis sambil memeluk Elang.


Putra yang melihat drama rumah tangga itu langsung duduk sambil memainkan ponsel nya berharap drama ini cepat selesai.


"sayang makanya aku tanya kamu mau ikut aku pulang tidak? ayolah lebih baik kamu tinggal di vila karena disana terjamin keselamatan dan kesehatan kalian ".

__ADS_1


"aku tidak bisa pergi dari sini malam ini karena semua keperluan ku masih disini, warung dagangan ku juga siapa yang bakal jagain".


"kamu berikan saja dengan siapa warung mu , sekarang kita pulang bersama ku".


"besok aja ya cinta aku ikut kamu , aku harus menyelesaikan semua kerjaan ku sebelum aku meninggal tempat ini".


"baiklah kalau begitu , tapi malam ini aku harus benar benar pulang , aku janji secepat nya aku kemari menjemput mu". ucap Elang mengelus lembut rambut Merpati.


"baiklah suami ku". ucap Merpati sambil cemberut.


"oowh ya handphone yang aku berikan mana? kamu jual atau kamu buang? selama ini handphone itu tidak pernah aktif "


"ada kok cinta tapi memang tidak aku pakai saja dan tidak aku nyalakan ".


"kalau begitu aktifkan handphone nya nanti aku akan menelpon mu".


"baiklah".


"ya sudah ya aku pulang dulu , tunggu aku pulang sayang ". ucap Elang menciumi setiap inci wajah istri nya.


"nanti aku suruh Irvan dan kedua pegawai ku untuk disini membantumu". lanjut Elang hanya di balas dengan anggukan oleh Merpati.


"ayo Put kita pulang". ucap Elang.


Putra langsung beranjak dari duduk nya dan melangkah pergi menuju mobil nya di ikuti oleh Elang di belakang nya.


Elang masuk ke dalam mobil sambil melambaikan tangan kepada Merpati yang berdiri di depan pintu.


rasanya berat sekali Merpati melihat suami nya pergi lagi. namun ia juga tidak bisa menahan suami nya itu ia akan percaya bahwa Elang pasti akan kembali.


setelah Putra dan Elang benar benar pergi Merpati langsung masuk ke dalam rumah.


sedangkan di mobil Elang menatap Putra seakan ia tau Putra sedih dengan lamaran ini.


"apa yang sebenarnya terjadi ? kenapa sikap Putri berubah dengan mu?". tanya Elang berharap mendapatkan jawaban dari Putra dan berharap mengetahui permasalahan awal nya.


"aku juga tidak tau Lang apa yang sebenarnya terjadi? aku juga terkejut saat tau dia akan lamaran. aku fikir selama ini dia benar benar menyayangiku aku fikir selama ini dia menjaga cintaku namun semua itu salah hiks .... aku baru pertama kali nya merasakan cinta tapi kenapa harus merasakan sakit?". Putra tiba tiba saja menangis ia benar benar tidak sanggup merasakan sakit di hatinya.


"put kamu hentikan mobil nya sekarang biar aku saja yang setir".


"its okey i'm no problem ".ucap Putra langsung menghapus air matanya.

__ADS_1


bantu dukung karya ini kakak


__ADS_2