
Elang membuka matanya perlahan kepala nya merasa pusing dan mencoba mengingat apa yang terjadi.
Ia melihat sekeliling yang kosong tidak ada siapa siapa. "Kemana gadis itu? ".gumam nya.
Ia keluar dari kamar nya dan bertemu putra yang membawa makanan di atas nampan. " Eh lang mau kemana lu ngapain keluar? , udah mendingan? ".ucap putra berdiri di depan elang.
" Emm, owh ya gadis gila itu mana? ".
Tanya nya tampa dosa.
" Gadis gila siapa? ".tanya putra bingung.
"siapa lagi kalau bukan gadis itu ".Jawab nya sinis.
Putra langsung teringat oleh merpati yang belum pulang sampai saat ini. "Merpati?, merpati belum pulang".ucap putra dengan santai.
" Apa gadis bodoh itu belum pulang?, kemana dia apa dia kabur?, coba coba dia. awas saja sampai benar gadis itu kabur aku akan mencarinya sampai ujung dunia".
Ucap elang dengan emosi yang memuncak pikiran nya sudah kemana mana, bagaimana jika gadis itu benar benar kabur pikir nya.
"Lang apa gwe harus cari dia? ".tanya putra.
" Tidak usah sampai besok dia belum sampai rumah ini aku akan memberikan nya pelajaran ".
*
merpati yang sudah sampai langsung masuk rumah besar itu dengan nafas yang terengah engah mbok marni yang melihat merpati varu sampai langsung mendekati merpati.
"neng dari mana?, kenapa baru pulang jam segini?, mbok pikir kmu kemana buat mbok khawatir saja, dan ini" mbok marni melihat luka yang ada di lutut Merpati " ini kenapa neng?".
" Kerja mbok udah ya merpati mau ke kamar dan ini luka kecil saja mbok tafi Merpati jatuh di jalan".
Merpati langsung pergi masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuh nya, luka yang ia dapat tadi membuat tubuh merpati perih jika terkena air .
Setelah selesai merpati langsung merebahkan dirinya dan langsung terlelap hingga ia mengabaikan luka nya.
Tak.. Tak.. Tak... Suara langkah kaki elang dan putra menuruni tangga. putra yang melihat mbok marni sedang merapihkan ruangan tv langsung mendekatinya.
"Mbok apa nona merpati sudah pulang? ". tanya nya dengan santun
" Sudah tuan tadi kayaknya dia capek sekali habis tuh baju nya kotor sekali".
Ucap nya menjelaskan.
"Ternyata gadis itu sudah pulang kemana dia? ".
__ADS_1
Ucap elang yang mendengar ucapan mbok marni dari atas tangga.Tanpa pikir panjang elang langsung menuju kamar merpati yang berada di belakang rumah ia sudah tidak sabar ingin memarahi merpati karena sudah pulang larut malam. Elang yan menutup pintu dan beralih menatap merpati yang sedang tidur .
" Lelap sekali gadis bodoh ini".
Tiba tiba matanya mengarah ke dengkul merpati. Merpati kebetulan hanya menggunakan celana pendek sehingga luka nya terlihat.niat merpati pakai celana pendek untuk tidak menutupi lukanya agar luka itu cepat kering.
"Luka apa ini? apa yang habis di kerjakan gadis bodoh ini ".Gumam elang.
Ia mengambil obat P-3K yang memang di sediakan di laci meja untuk semua pembantu. Tanpa ragu elang langsung mengobati luka yang ada di dengkul merpati.entah mengapa hatinya terenyuh untuk mengobati kaki gadis itu.
Merpati yang terlelap langsung bangun karena merasa sakit pada kaki nya, sedangkan elang yang sedang mengobati kaki merpati langsung berdiri karena terkejut.
" Tuan sedang apa disini?, kenapa anda memegang kotak obat?,apa anda tau saya terluka dan anda berniat mengobati nya. apa anda mengkuatirkan ku? " Tanya merpati dengan PD.
"Cih Mengkuatirkan mu, jangan gila aku malah senang melihatmu sakit seperti ini".Ucap nya menyeringai.
Mendengar jawaban elang ingin sekali ia mencekik nya jika tidak khawatir kenapa ada di kamar ku dan memegang kotak obat, merpati juga sedikit kecewa atas perkataan elang tadi ia fikir elang memang peduli dengan nya sampai rela mengobati lukanya secara diam diam. Merpati menatap elang ia langsung mendekati elang dan langsung memegangi kening elang.
" Tuan sudah tidak panas lagi, apa tuan sudah makan? ".
Tanya nya dengan senyum manis sok manis nya.
apa yang di rencanakan gadis ini kenapa dia tiba tiba baik seperti ini". Batin elang dengan menyipitkan sebelah matanya.
" Tidak usah sok peduli, sekarang ikut aku kedalam kamar kemasi semua barang mu".ucap elang langsung duduk di tempat tidur tanpa ada ranjang dan hanya kasur kecil.
" Aku tidak suka kata menolak".
Elang langsung naik ke ranjang kecil yang ada di kamar itu dan memejamkan matanya sejenak.
dasar aneh, katanya benci tapi mau tidur dalam satu atap cih dasar gila. tapi aku masih penasaran balas dendam apa yang sedang ia lakukan apa salah ku dengan nya. Batin merpati sambil menatap wajah elang yang sedang terlelap.
"Tidak usah di tatap saya tau saya tampan".
Ucap elang dengan mata masih tertutup, seakan ia sadar sedang di tatap.
uwek...ingin muntah mendengar nya apa se- PD itu dia?.aku bahkan ingin muntah mendengar perkataan nya".Batin merpati langsung mengemasi pakaian nya.
tak butuh waktu lama merpati berkemas, merpati merentangkan tangan nya seraya menghilangkan lelah nya ia melihat ke arah elang yang sedang terlelap.
"Hais bagaimana sih laki laki ini malah tidur di sini, dari pada aku membangun kan nya lebih baik aku tidur kan dari pada harus membangunkan singa ini.
Merpati langsung membentang kan selimut untuk di jadikan alas tempat tidur nya.
" Lebih baik tidur disini dari pada tidur satu kasur dengan laki laki gila itu".Ucap merpati langsung memejamkan matanya.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 3 pagi suara menggigil dan ngigauan seorang membangunkan merpati dari lelap nya.
"Mama... Papa... Jangan pergi... Mama... Papa.. "
"Ughh x merpati mengerjepkan matanya . "pa sih pria gila itu berisik sekali, mengigau kah? "
Ucap merpati sambil mengucek matanya dan mendekati elang.
Merpati langsung memegang kening elang yang sudah sangat panas, dengan panik merpati keluar kamar mengambil kompresan. Terpaksa ia harus merawat elang karena tidak ingin mengganggu istirahat maid yang lain.
Dengan buru buru merpati kembali ke kamar dan langsung mengompres elang dengan handuk kecil, ia juga membuka obat penurun panas yang ada di kotak obat di dalam laci.
"Bagaimana dia bisa minum obat?, apa aku harus menggunakan mulut ku?, tapi ciuman ku, aghh nyawa orang lebih penting merpati,apalagi ini masih malam mana ada dokter yang masih aktif jam segini".
tidak ada pilihan lain merpati langsung memasukkan obat ke mulut nya dan memasukkan obat kedalam mulut elang.dengan hati hati ia juga memberi minum agar elang meneguk obat itu.
Karena masih merasa ngantuk merpati tidur kembali di samping elang dengan posisi duduk.
Entah apa yang ada di dalam pikiran merpati mau merawat laki laki yang selalu menyiksa nya itu.
Pagi hari pun tiba cahaya masuk dari sela sela jendela membuat elang terbangun dari tidur nya.
Ia merasa benda dingin menempel di kening nya.
"Kenapa ada handuk basah di keningku".
Ucap elang heran dan langsung duduk.
Elang melihat tubuh merpati yang sedang tidur dengan keadaan duduk.
" Apa demam ku kambuh lagi semalam, apa gadis ini merawat ku, ais kenapa tertidur disini sih".
elang langsung berdiri dan melangkah pergi.
*
"Ughh"
Merpati merentangkan tangan seraya mengumpulkan nyawa nya.
Merpati melihat ke arah tempat tidur yang sudah kosong tidak ada siapa siapa.
"Kemana laki laki gila itu, tidak tau berterima kasih semalaman aku tidak tidur karena nya heh".
merpati ngomel ngomel tidak jelas.
__ADS_1
Like. Komen. Dan vote.