Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
Hasutan Widya


__ADS_3

wajah Merpati seketika langsung memerah merasa malu karena mereka melihat dia dengan Elang sedang bercumbu sedangkan Elang merasa kesal karena merasa terganggu.


Putra menarik tangan nya yang menutupi putri, sedangkan Putri menatap mereka satu persatu.


"tadi mbak Merpati sama kak Elang sedang apa?". tanya Merpati dengan polos.


"m-mbak ngak ngapa ngapain kok cuma ngobrol biasa aja ya kan suamiku?". ucap Merpati beralih menatap Elang dan hanya di balas deheman oleh Elang.


"oowh begitu". angguk Putri. " tapi kenapa mas Putra menutup mataku?". tanya Putri lagi dengan polosnya.


"aku hanya reflek". ucap Putra dengan asal dan dengan mudahnya Putri percaya begitu saja.


Putri mendekati Merpati dan memberikan bingkisan berupa nasi dan lauk yang ia buat tadi di rumah.


"ini aku bawa nasi sama lauk mbak sama kak Elang belum makan kan pastinya?".


"aghh kamu tau saja , makasih ya put ". ucap merpati menerima bingkisan itu dengan senang.


"bagaimana keadaan omma sekarang Mbak?".


"omma belum sadar put".


putri menatap brankar yang terdapat tubuh Alexa sedang tertidur dengan banyak selang medis di tubuh nya, Putri perlahan mendekati Alexa.


"omma. ayo omma sadar lah sehat kembali seperti awal 1 malam saja Putri tidak bercerita dengan omma rasanya hampa sekali"


*


hari semakin siang Putra mengajak Putri untuk pergi ke kampus dan dengan berat Putri mengikutinya ucapan Putra . mereka berdua keluar dari ruangan Alexa, setelah Putra dan Putri pergi Merpati mendekati Elang yang masih setia duduk di kursi sofa yang ada di ruang rawat Alexa.


"apa kamu tidak ke ke kantor suamiku?".


"aku akan ke kantor nanti setelah 2 bodyguard sudah datang kemari".


"kamu menyuruh bodyguard datang kemari?".


setelah sarapan Elang langsung menghubungi ketua bodyguard untuk mengirimkan 2 bodyguard ke rumah sakit tempat Alexa di rawat.

__ADS_1


"iya buat jaga jaga mereka akan menjaga di luar agar lebih aman". jelas Elang sedangkan Merpati hanya mengangguk paham.


"dan kamu tidak pergi ke-butik?".


"aku akan ke-butik nanti setelah jam makan siang selama omma sakit aku tidak akan fullday aku akan ke butik setelah makan siang". jelas Putri.


"baiklah sayang kalau begitu , jangan terlalu lelah okey ". ucap Elang seraya mengelus lembut kepala Merpati.


"baiklah suamiku". balas Merpati dengan senyum manis nya.


tak selang berapa lama akhirnya 2 bodyguard yang di tunggu sudah datang , Elang langsung bersiap untuk pulang mengganti pakaian nya, sebelum Elang pergi Merpati mencium punggung tangan suami nya dan Elang mencium pucuk kening Merpati dengan penuh cinta.


sedangkan di posisi Widya ia sedang kesana kemari mencari seseorang yang ingin ia temui , di meja sebelah kanan seorang wanita sedang melambaikan tangan nya ke arah Widya, Widya yang paham akan lambaian Itu langsung mendekati wanita itu.


"apa kamu menunggu ku lama?". ucap Widya langsung duduk di kursi yang ada di depan wanita itu.


"tidak, baru 10 menit yang lalu". jawab wanita itu.


"oowh baiklah, lalu kenapa kamu mengajak ku ketemuan?".tanya Widya menatap wanita itu dengan lekat.


"aku langsung to the point saja , mana janji tante yang akan membuat Elang balik dengan ku sudah berapa minggu aku tidak mendapatkan tanda tanda Elang mencari ku ". ucap wanita itu dengan serius.


"apa ! lupa? ". ucap wanita itu seketika menatap Widya tajam sehingga membuat Widya sedikit kik kuk.


" dengarkan dulu akan aku jelaskan , aku lupa karena aku jarang sekali ngobrol dengan Elang akhir akhir, ini di tambah Alexa yang sedang masuk rumah sakit". jelas Widya.


"apa ! omma masuk rumah sakit? apa yang terjadi?". tanya wanita itu dengan serius. " atau jangan jangan kau yang melakukan nya " ucap wanita itu tanpa ragu.


"a-aku benar benar tidak sengaja melakukan nya ".


"wahh kau benar benar gila bagaimana jika Elang tau masalah ini?".


"tidak akan semua bukti sudah aku hilangkan, rekaman CCTV sudah aku hapus dsn aku pindah ke flashdisk ku jadi mereka tidak akan menemui bukti apapun tentang kejadian Alexa". ucap widya menjelaskan.


"kau memang cerdik tante kalau bermain licik seperti ini kau sudah sangat lihai ". ucap wanita itu seraya memuji.


"lalu bagaimana rencana mu selanjutnya untuk mendekati aku dengan elang kembali?". lanjutnya.

__ADS_1


"aku butuh waktu lagi untuk bicara dengan elang. jujur semenjak Elang menikah dia jarang sekali ada waktu ngobrol dengan ku". jelas Widya yang membuat wanita itu terbelalak.


"APA ! Elang sudah menikah? kapan? kenapa kamu tidak memberi tahu ku ha?". ucap wanita itu dengan kesal.


"aku juga tidak tau kapan Elang menikah karena setelah aku pulang dari eropa Elang sudah menikah dengan gadis kampung yang entah dari mana asal usul nya, dan aku fikir kamu sudah tau". jawab Widya.


" aku benar benar tidak tau. jika aku tau Elang sudah menikah aku tidak akan berharap lagi dengan nya". ucap wnaita itu dengan emosi yang sudah naik.


"kenapa?". tanya widya mengernyitkan dahinya sadar bahwa wanita itu sudah di penuhi emosi .


"kamu tanya kenapa? ya sudah jelas lah untuk apa aku mengharapkan suami wanita lain". ucap wanita itu tambah kesal akibat pertanyaan dari widya.


"kau mau mundur begitu saja?".


"bukan aku mau mundur begitu saja tapi memang aku harus mundur untuk apa aku menggangu hubungan orang lain menghabiskan waktu ku saja andai dari awal kau bilang Elang sudah menikah tidak akan mau aku menunggu kabar dari mu heh " ucap wanita itu dengan sinis.


wanita itu langsung bangkit dari duduk dan melangkah pergi.


"OCHA!". panggil Widya langsung membuat Ocha menghentikan langkahnya.


Ocha membalik kan tubuh nya menghadap widya kembali.


"ada apa?". ocha benar-benar sudah malas meladeni Widya.


"aku bisa membantu mu kembali dengan Elang , aku juga tidak setuju dengan wanita pilihan nya itu".


"tidak perlu , aku tidak mau menggangu hubungan rumah tangga orang lain".


"Ocha apa kamu mau kalah dengan wanita upik abu itu?. apa karena wanita upik abu itu kamu menyerahkan cintamu kepada nya?. apa kamu tidak memikirkan hatimu sendiri?".


Ocha terdiam sejenak bahwa apa yang di ucapkan Widya benar juga , dia sejenak berfikir.


"lalu aku harus apa ?, aku sudah tidak punya kesempatan lagi? dan aku tidak mau sampai ada media yang menyebut ku pelakor". ucapnya dengan lirih.


" masih ada, dan aku akan membantu mu dan kamu tenang saja berita itu aku bisa yakinkan tidak akan ada karena tidak banyak yang tahu jika Elang sudah menikah" ucap Widya menyakinkan.


"baiklah kalau begitu aku tunggu kabar baikmu" ucap ocha langsung melangkah pergi .

__ADS_1


like . komen . vote . gift . dan jangan lupa rate bintang 5 pay pay


__ADS_2