Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
membongkar sifat Widya


__ADS_3

Merpati tidur di samping Elang dan lengan Elang dijadikan bantal seperti biasa. kini Merpati lah yang bergelayut manja dengan Elang sesekali menciumi wajah nya mencubit pipi mulus Elang.


"Sayang sudah cukup. Sakit tau kamu cubit terus". Elang mengelus pipi nya .


"Abisnya gemes aku suka suamiku". Ucap Elang sambil cengir kuda.


"Ihhh tadi kan aku yang mau manja tapi kenapa kamu yang manja sekarang?".


"Ya gak papa dong.. mau aku yang manja atau kamu yang manja kan sama aja". Ucap Merpati yang tiba tiba mencium bibir Elang sekilas.


"Sayang kamu mulai nakal heumm". Ucap Elang dengan senyum yang sulit di artikan.


"Ishhh kenapa sih emang nya gak boleh nih aku cium bibir suami aku sendiri?"


"Boleh sayang boleh". Elang mencubit pipi Merpati dan langsung memeluk nya dengan penuh kasih sayang.


"Oowh ya aku melupakan sesuatu". Elang langsung melepas pelukan nya dan langsung beranjak dari duduk nya. Sedangkan Merpati hanya memperhatikan Elang yang sedang mencari sesuatu.


Elangpun mendekati Merpati setelah barang yang ia cari sudah ada di tanganya. Elangpun memberikan paper bag kepada Merpati dan Merpati hanya menatap nanar paper bag itu.


"Suamiku ini apa?". Tanya nya dengan bingung.


"Buka dong ini buat kamu spesial pokoknya". Ucap Elang dengan senyum yang lebar.


Merpati pun langsung membuat paper bag itu ,matanya langsung terbelalak saat melihat apa isi paper bag yang di berikan Elang.


"I-ini serius untuk ku, suamiku?". Ucap Merpati tidak percaya saat melihat handphone limited Addison diberikan kepadanya.


Bagaimana mimpi Merpati menerima barang itu padahal selama ini ingin melihat nya pun sangat sulit baginya apalagi sampai memiliki nya.


"Di dalam berkas handphone ini, sudar aku isi lengkap tentang kita dan disana juga sudah ku isi nomor telepon ku. Aku membelikan ini supaya aku lebih mudah mengabari mu setiap saat". Ucap Elang menjelaskan.


"Terima kasih suami ku aku sangat bersyukur memiliki suami seperti mu". Merpati langsung memeluk Elang.


Merpati membalas pelukan dari Elang rasanya pelukan ini tidak ingin ia lepas untuk selamanya.


Merpati menciumi aroma tubuh Elang yang membuat nya betah di dalam pelukan itu .

__ADS_1


.


.


.


Keesokan hari nya mereka menjalani aktifitas seperti biasanya.


Setelah mengantarkan Putri pergi ke kampus , Putra langsung mengarah menuju perusahaan Elang dengan kecepatan yang sedang.


Tak butuh waktu lama kini motor Putra sudah terparkir rapih di parkiran kantor.


Putra memasuki kantor ,para karyawan pun menyapa dengan hormat Putra juga membalasnya dengan hormat. Setelah itu Putra langsung melangkah menuju keruangan Elang.


Diposisi Merpati, ia sedang keluar masuk kamar mandi, tubuh nya lemas akibat Mual yang ia rasakan saat ini, Merpati duduk di sofa yang ada di kamar nya ia memijat kepala nya berharap mual dan pusing nya akan hilang . Namun sakit itupun tidak kunjung hilang, ia mengambil handphone yang semalam Elang berikan dan Merpati langsung menelpon Elang.


Tak selang berapa lama, tut..... Telepon terhubung


"Suami ku aku izin keluar ya mau kerumah sakit". Ucap Merpati dengan nada lemas.


"Apa! Kamu sakit? Apa yang kamu rasakan sekarang? Aku akan segera pulang mengantarkan mu kerumah sakit". Ucap Elang dengan nada panik.


"Tapi sayang..." Elang belum menyelesaikan pembicaraan nya dan langsung di potong oleh Merpati.


"Syutt jangan ada tapi tapian , kamu fokus lah bekerja aku bisa ke dokter dengan pak supir ". Ucap Merpati tidak menerima bantahan.


"Heumm baiklah , hati hati di jalan". Jawab Elang pasrah.


Tut... Sambungan telepon pun terputus , Merpati langsung menghampiri supir biasanya dan memintanya untuk mengantarkan nya ke rumah sakit,supir itupun langsung menuruti apa yang Merpati ucap.


setelah mendapat telvon dari istri nya Elang menjadi tidak fokus , perasaan nya kacau balau bukan hanya mendengar kabar Merpati sedang sakit tapi entah axa hal lain yang sedang mengusik hati nya saat ini.


saat sedang bengong Putra langsung membuka pintu membuat Elang langsung membuyar kan lamunan nya.


"ngapain kamu kemari?". ucap Elang sambil memijat pelipis matanya.


"memang nya kenapa aku sudah tidak boleh lagi kemari?". tanya Putra dengan sinis".

__ADS_1


"bukan begitu.. biasanya kamu gak pernah kesini semenjak posisi mu di gantikan oleh Daren " ucap Elang yang kini sudah menatap Putra.


"ya gak papa sih lagi pengen ke perusahaan aja aku kangen dengan suasana disini dan aku juga ada hal yang ingin aku sampaikan ". ucap Putra dengan serius, membuat Elang seketika fokus padanya.


"apa yang ingin kamu bicarakan?".


"aku ingin bicara tapi janji kamu tidak akan emosi?".


"iya aku janji". ucapnya langsung tanpa memikirkan apapun karena sudah kepo apa yang ingin di katakan Putra .


"sebelum nya aku minta maaf. aku ingin bicara soal tante Widya".


"ada apa dengan tante widya? ".


"berapa hari yang lalu saat aku masih mengurus perusahaan omma lalu kamu dan Daren di perusahaan , sedangkan Putri sudah pergi ke kampus. tante Widya menampar Merpati di taman belakang rumah dan saat kalian berjaga di rumah sakit Tante Widya pun menampar Putri dengan sangat kuat sehingga menimbulkan bengkak di pipi nya". ucap Daren seketika membuat Elang berdiri di hadapan Putra.


"apa!? kamu serius? kamu sedang tidak bercanda kan? kamu tau aku orang nya tidak suka di bohongi kan putra?" .


"aku serius Lang . kalau kamu tidak percaya kamu lihat sendiri setelah Vidio CCTV yang aku taruh secara tersembunyi di area belakang rumah". Putra menyerahkan sebuah vidio dari handphone nya , Elang pun langsung mengambil nya.


mata Elang langsung memerah menahan emosi saat melihat perlakuan tante nya kepada istri nya, terlihat Widya menampar Merpati dan omma yang menangis.


tangan nya terkepal kuat Elang tidak menyangka seseorang yang selama ini ia anggap baik selalu berprilaku lembut bisa melakukan hal seperti ini.


"dan sebenarnya semua perlakuan Widya padamu itu adalah palsu dia baik kepadamu karena ia ingin menikmati harta mu". lanjut Putra yang membuat emosi Elang tambah membara.


Elang langsung mengangkat handphone nya yang ada di atas meja kerja nya dan langsung menelpon Widya.


"Tante , datanglah ke perusahaan lang group ada yang ingin aku bicarakan ". ucap Elang mencoba menetralkan emosi.


"baiklah aku akan segera kesana". telpon pun langsung berakhir widya yang sedang tiduran di kasur nya langsung beranjak dan bersiap menuju perusahaan Elang.


Widya berangkat menggunakan mobil yang di berikan Elang untuknya, tak butuh waktu lama kini Widya sudah sampai di halaman parkir perusahaan Elang. ia langsung keluar dari mobil dan memasuki kantor dengan wajah songong nya.


Widya memasuki ruangan Elang dengan senyum gembira sedangkan Elang dan Putra langsung menatap nya dengan tajam.


senyum yang sedari tadi tersinggung di bibir nya kini berubah menjadi datar saat melihat tatapan tajam Elang.

__ADS_1


like.komen.vote.gift.rate bintang 5. pay pay.


penasaran gak sih apa yang habis ini terjadi setelah Elang mengetahui sifat Widya?


__ADS_2