
Putra dan Putri memasuki mobil nya saat telah menyelesaikan surat pengunduran Putri , pasalnya Putri akan ikut pulang bersama dengan Elang dan Merpati , itupun atas paksaan dari putra.
di sisi Elang dan Merpati.
Merpati berdiri sambil memegang perut nya yang terasa sakit ia mencoba menahan sakit itu namun rasa nya bertambah sakit .
Elang yang hendak menghampiri Merpati di dalam kamar langsung berlari mendekati Merpati yang terlihat kesakitan , sudah terpampang jelas di wajah Elang rasa kekhawatiran nya yang begitu besar.
"sayang apa perut mu sakit?". Elang langsung memapah Merpati untuk duduk di tepi kasur.
"aaggh perut ku sakit? ". Merpati meringis sambil memegangi perut nya.
Elang yang bingung langsung mengelus lembut perut Merpati, jujur baru kali ini ia melihat Merpati kontraksi karena memang selama ini Elang tidak pernah ada di samping Merpati.
"sayang tolong papa ya jangan buat mama sakit". ucap Elang fokus kepada perut Merpati yang sudah buncit itu.
entah mengapa saat mendapat sentuhan dan ucapan dari Elang perlahan rasa sakit yang Merpati rasakan sedikit menghilang , Merpati bersandar di dada bidang Elang mencoba menetralkan nafas nya yang terengah-engah karena merasa sakit tadi.
__ADS_1
Elang mengusap keringat yang ada di kening Merpati , Merpati memejamkan mata nya sejenak menetralkan rasa sakit nya.
"apakah ini masih terasa sakit? lebih baik kita ke rumah sakit yuk sayang? aku sangat mengkhawatirkan kamu dan calon anak kita". ucap Elang degan sendu , ia benar benar bingung apa yang harus ia lakukan.
"tidak perlu sayang , cukup tangan mu tetap berada di perut ku , aku merasa sangat baikan ". ucap Merpati , Elang pun mengikuti apa yang di ucapkan Merpati.
"pasti kau kelelahan akibat membereskan rumah ini , seharusnya tadi kamu menuruti apa yang aku ucapkan biarlah para pengawal ku yang membersihkan nya". Elang menggerutu merasa kesal dengan sikap ngeyel Merpati.
"maaf". ucap Merpati lirih , tanpa terasa air matanya kini sudah membasahi pipi nya.
"sayang aku tidak maksud memarahi mu , sudah lah jangan menangis ku mohon maaf kan aku sekali lagi karena membuat mu menangis ".
semenjak hamil Elang junior , Merpati memang berubah menjadi cengeng dan sensitif akan hal apapun , itu juga yang membuat Elang bingung akan apa yang harus ia lakukan .
"sayang sudah ya ku mohon jangan menangis , sebaiknya kita harus cepat cepat pergi dari sini , jika nanti kita sudah di rumah tidak akan aku biarkan kamu merasa kelelahan sayang". ucap Elang lalu mengecup kening Merpati .
"baiklah , tapi ku mohon jangan bentak aku , aku tidak suka dengan bentakan itu apalagi kamu memarahi ku , kamu tidak perlu dengan nada tinggi aku pasti akan paham apa yang kamu ucapkan" ucap Merpati.
__ADS_1
tin...tin..
saat sedang berbicara
suara klakson dari luar rumah terdengar sampai kamar Merpati , Elang beranjak dari duduk nya untuk membuka pintu , terlihat Putra dan Putri baru turun dari mobil .
"kalian pulang berdua?". taya Elang bingung pasalnya beberapa hari ini mereka tidak tegur sapa bahkan bertemu dan Elang juga tau dengan perasaan sahabat nya yang mengatakan tidak akan mengganggumu Putri lagi , tapi kini Elang melihat Putra dan Putri pulang bersama.
"ya seperti yang kamu lihat". jawab Putra dengan santai.
"nanti aku butuh penjelasan dari semua ini". ucap Elang tegas namun hanya di balas deheman oleh Putra.
"ya baiklah lang , apakah kalian sudah siap untuk pulang?". tanya Putra.
"sudah tinggal angkat barang ke bagasi ". jawab Elang.
Elang langsung memerintahkan Irvan dan dua anak buah nya untuk memasukkan barang barang nya ke dalam bagasi , setelah selesai Elang langsung menghampiri istri nya yabg ada di dalam kamar.
__ADS_1