
Elang langsung turun dari motor dan memasuki rumah dengan tergesa-gesa. di ruang keluarga Elang melihat omma yang sedang menangis , terlihat raut wajah Bu Marni dan Sinta juga sedang sedih.
Elang langsung menghampiri mereka.
"omma ada apa? kenapa omma menangis?". tanya Elang tapi tidak ada sautan dari Alexa , Elang pun langsung menatap bi Marni.
"bi kenapa omma menangis? Merpati mana bi?". lanjut elang lagi.
"maaf sebelumnya tuan saya tidak bisa menahan nona Merpati untuk pergi...". ucapan bi Marni langsung di potong oleh Elang.
"a-apa ? pergi? , pergi kemana bi?". wajah Elang terlihat sangat panik.
"saya tidak tau tuan tapi yang jelas nona tadi membawa 2 koper besar". jelas bi Marni.
tanpa berkata kata lagi Elang langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamar nya. ia mencari Merpati di sekeliling kamar berharap bahwa omongan bi Marni adalah bohong ia juga mencari Merpati di ruang ganti disana juga terlihat lemari pakaian Merpati sudah kosong, Elang langsung berlari mendekati Putra.
"kita cari Merpati sekarang". ucap Elang dengan tergesa-gesa.
disisi Merpati ia menangis di sepanjang jalan, kabar bahagia yang ingin ia sampaikan kepada suaminya terkubur sudah , kini ia harus mendapatkan kenyataan bahwa suaminya lah yang sudah membuat kedua orang tuanya meninggal.
Putri memeluk pundak Merpati mencoba menenangkan Merpati yang sedang menangis histeris, tiba tiba saja handphone putri dan Merpati berdering secara bersama mereka melihat layar handphone siapa yang menelpon. Merpati langsung mematikan telvon dan handphone nya saat melihat Elang yang menelpon nya.
begitupun putri ia langsung mematikan handphone nya saat Putra menelpon nya.
Merpati pergi mengendarai mobil yang di fasilitas kan untuknya ia juga pergi bersama supir pribadinya yang di berikan oleh omma yang hanya terpaut 5 tahun umur nya oleh Merpati, namanya adalah Irvan.
Merpati sengaja pergi bersama Irvan karena tau perjalanan akan sangat jauh mereka tempuh di tambah umur supir yang di fasilitas kan oleh Elang sudah tua , Merpati tidak akan tega menyuruh supir itu mengantarkan nya dari kota L sampai kota A.
"maaf sebelumnya nona kita mau pergi kemana?". tanya Irvan yang bingung tidak tau arah.
"kita pergi ke desa A saja ya van". ucap Merpati dengan nada sesegukan.
dan Irvan pun langsung membawa nya ke desa A.
jam menunjukkan pukul 10 malam Elang pulang dengan lesu diikuti dengan Putra di belakang nya.
__ADS_1
Elang pun langsung memasuki kamar nya.
ia menangis di atas kasur yang sering ia tiduri bersama Merpati ia mengingat kembali saat mereka bercinta dan saling bercerita , canda tawa bersama di atas kasur ini.
"Merpati kembali sayang , jangan tinggalkan aku , aku tau aku salah hiks...hiks..". Elang menangis sesegukan.
ia merasa lemah untuk saat ini setelah 10 tahun ia tidak pernah menangis karena cinta kini ia menangis kembali karena cinta yang baru ia tanam dengan gadis lugu yaitu Merpati.
Putra memasuki kamar Elang dan mendekati Elang, Putra mengelus lembut punggung Elang , Elang pun langsung mendongakkan kepala nya.
"besok kita cari lagi okey , Merpati dan Putri tidak akan jauh dari sini". ucap Putra mencoba mengelerai kesedihan Elang.
Elang pun beranjak dari tidur nya dan langsung memeluk Putra.
"ayo kita kembali mencari istri ku put aku tidak tenang jika tidak menemukan nya hiks..hiks....
kenapa kebahagiaan ku selalu terusik, kapan aku akan merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya. aku sudah menemukan orang yang membuat hariku berwarna kenapa sekarang dia harus pergi lagi". Elang tak kuasa menahan sesak di dadanya ia terus menangis menginginkan Merpati kembali.
padahal bukan Elang saja yang sedang merasakan sesak di dada tetapi Putra juga merasakan itu saat mengetahui Putri ikut pergi bersama Merpati.
diposisi Merpati.
Irvan menepikan mobil nya di sebuah warung makanan saat Merpati mengatakan lapar.
mereka bertiga langsung keluar dari mobil dan langsung memasuki warung itu untuk mengisi perut nya yang sudah lapar.
2 hari berlalu
Merpati keluar dari mobil saat sudah sampai di sebuah rumah yang sederhana , rumah itu adalah kontrakan yang di kontrakan oleh ibu RT di desa itu.
Merpati langsung membuka pintu rumah itu dan duduk di sebuah kursi panjang yang terbuat dari buluh (bambu) , Merpati mencoba menghilangkan lelah nya setelah 3 hari di perjalanan.
Irvan membuka bagasi mengambil barang barang yang di bawa oleh Merpati dan Putri pun langsung membantu Irvan mengangkut barang barang itu kedalam rumah.
setelah selesai Putri dan juga Irvan duduk di kursi bambu yang ada di sebelah Merpati.
__ADS_1
Putri menaruh ice kopi yang ia beli di warung sebrang gang rumah itu.
karena memang semua keperluan mereka belum lengkap.
"Irvan setelah ini kamu boleh kembali ketempat tuan mu tapi aku mohon tolong jangan memberi tahu nya kalau aku berada disini". ucap Merpati dan langsung mendapat penolakan dari Irvan.
"tidak nona ! kalau aku pergi siapa yang menjaga nona dan nona Putri". ucap Irvan.
"aku bisa mengurus semua nya sendiri kamu tenang saja Irvan". ucap Merpati.
"tidak nona ! aku akan tetap disini menemani kalian seperti janji ku kepada nyonya Alexa untuk terus menjaga nona dimanapun dan kapanpun itu".
"tapi sekarang aku sudah jauh dari omma Alexa , Irvan.
jika kamu terus bersamaku aku jujur saja tidak sanggup membayar mu".
"nona tidak udah memikirkan bayaran untukku, izinkan aku menjaga nona itu saja sudah lebih dari cukup, aku memikirkan ke depan nya nona, jika tidak ada tenaga laki laki di rumah ini siapa yang akan mencukupi keperluan rumah ini? siapa yang akan menjaga kalian?".
"tapi van jika kita tinggal satu rumah apa kata tetangga nanti jika mereka tau kita satu atap yang bukan mahram nya?".
"nona tidak usah khawatir aku bisa berpura pura menjadi suami nona warga juga tidak akan tau kan? lalu bisa menjadi kehamilan nona.
apa kata mereka saat tau nona mengandung tanpa membawa suami ikut serta ke kampung ini?, aku hanya takut mereka berfikir yang negatif tentang nona ".
Putri yang sedari tadi mendengarkan perdebatan antara Merpati dan irvan langsung berbicara mengambil kesimpulan.
"apa yang dikatakan Irvan itu benar mbak, bagaimana jika mereka berfikir mbak pergi ke kampung ini karena kehamilan embak , bagaimana jika mereka berfikir mbak hamil di luar nikah karena pergi tanpa suami dalam keadaan hamil seperti ini?". ucap Putri .
Merpati berfikir sejenak. apa yang dikatakan Putri ada benar nya bagaimana jika para tetangga berbicara yang tidak tidak soal nya dia juga tidak mau kalau sampai anak nya kena imbas nya.
"baiklah kalau begitu aku akan menyetujui nya ".
Irvan langsung menarik nafas panjang dan membuang nya lewat mulut. " terima kasih nona sudah mengizinkan ku, aku janji akan menjaga kalian dengan seluruh jiwa dan raga ku, aku juga akan sadar dengan kedudukan ku yang hanya seorang supir pribadi nona , aku akan menjadi seorang suami jika di depan para warga".
bersambung..like..komen..vote..gift..dan para reders bantu rate bintang 5 nya dong maksih pay pay
__ADS_1