
Sesampainya di rumah Elang duduk di kursi yang ada di ruang keluarga dengan tatapan kosong, Putra yang melihat Elang sudah pulang langsung menghampiri Elang.
"Widya saat ini sudah berada di kantor polisi dan para polisi langsung menindak lanjuti kasus pembunuh ini ". ucap Putra memberi tau.
"lalu.motif Widya membunuh ke dua orang tua mu itu karena ia ingin memiliki mu seutuhnya dan harta yang kalian punya , dalam penjelasan Widya dia sangat menyayangi mu bagai anak nya sendiri dia tidak suka jika kamu membagi perhatian mu dengan siapapun walau itu adalah ke dua orang tua mu , Widya mengaku menyesali semua perbuatannya. akibat perbuatannya Widya di vonis hukuman 20 tahun penjara". lanjut Daren.
Elang yang sedari tadi mendengarkan langsung menatap Putra dengan tajam. "apa? 20 tahun penjara? itu tidak adil put dia sudah menghilang banyak nyawa kenapa hanya 20 tahun penjara, dia harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan nya". Elang merasa geram dengan pernyataan itu.
"antar aku menemui wanita gila itu ". ucap Elang langsung melangkah pergi , lalu Putra langsung menyusul nya.
mereka pergi menggunakan mobil , Putra mengemudi dengan kecepatan yang tinggi karena elang yang sudah tidak sabar ingin menemui Widya.
tak butuh waktu lama Putra sudah memarkirkan mobil di halaman Polsek, Elang langsung memasuki Polsek itu.
Elang duduk dengan hati yang berdebar-debar menahan amarah , tak lama kemudian datang seorang polwan bersama Widya yang sudah menggunakan baju Oren.
"Elang kamu datang sayang , kamu pasti ingin membebaskan ku kan iya kan?". ucap Widya dengan senyum yang lebar.
"jangan mimpi kamu akan aku bebaskan, sekarang nikmatilah hasil yang kamu sudah kumpulkan di masa lalu , dan aku tidak akan membiarkan mu di hukum hanya 20 tahun penjara ". Elang langsung menggebrak meja dengan sangat kuat membuat Widya langsung terkejut.
"mana polisi nya aku Elang perkasa tidak terima jika wanita ini harus di penjara 20 tahun aku ingin dia di hukum mati". suara Elang sungguh sangat menggelegar hingga kemana mana.
para polisi pun datang dan mencoba menenangkan Elang hingga Putra langsung menarik Elang keluar dengan kasar .
bughhh...
Putra meninju pipi mulus Elang karena Elang yang terus memberontak. emosi nya kini benar benar telah mengendalikan Elang.
Elang tersungkur di lantai karena tinjuan dari Putra, Elang langsung terduduk di lantai dengan menundukkan kepalanya.
"aku hanya ingin keadilan untuk kedua orang tuaku put apa aku salah hiks..hiks ." Elang menangis tersedu sedu.
Putra langsung mengangkat tubuh Elang agar berdiri, Putra membawa Elang masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"aku tau kamu ingin ke adilan tapi kamu harus sabar Lang". ucap Putra menenangkan Elang.
"aku gak bisa sabar put , kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan". Elang berbicara dengan nada tinggi.
"aku tau Lang aku tau apa yang kamu rasakan , karena aku juga merasakan hal yang sama . kamu harusnya beruntung masih di beri kesempatan untuk merasakan kasih sayang ke dua orang tua mu , sedangkan aku? aku tidak pernah merasakan itu bagaimana sentuhan dan kasih sayang mereka, dan yang paling menyedihkan aku tidak tau siapa orang tua ku". tanpa sadar air mata Putra membasahi pipi nya.
Elang langsung terdiam dan menatap sendu Putra.
Putra langsung menghapus air matanya.
"agg sudahlah jangan melihat aku seperti itu , lebih baik kita pulang saja". ucap Putra langsung memutar balik mobil dan meninggalkan Polsek itu".
flashback of.
Elang duduk di kursi kerja nya ia menggeser layar handphone nya ke kiri dan kanan melihat satu persatu voto Merpati . selama kepergian Merpati Elang semakin diam bahkan ia bekerja sampai tidak fokus sehingga membuat Daren menghandle semua pekerjaan kantor.
Putra masuk ke dalam ruangan Elang dan menyodorkan berkas berkas kehadapan Elang.
"ini adalah berkas yang harus kita kerjakan di kota A kita harus turun tangan langsung ketempat lokasi". ucap Putra menjelaskannya.
"tidak aku tidak mau ". tolak Elang langsung memalingkan pandangan nya menatap layar handphone nya kembali.
"kita tidak bisa menolak nya Elang , kita harus pergi kesana 2 hari lagi".
"apa kamu tidak bisa mengurusnya sendiri?!". ucap Elang dengan kesal
"bukan aku tidak bisa tapi proyek dari kota A ingin presdir langsung yang turun tangan untuk melihat lokasi pembangunan ".
"baiklah kalau begitu , kamu siapkan keberangkatan kita nanti aku akan bicara kepada Daren untuk sementara waktu mengurus perusahaan ini".
"baiklah aku akan mengurus semua keperluan kita". Putra langsung keluar ruangan.
setelah beberapa menit kepergian Putra, Daren memasuki ruangan dan menyodorkan berkas yang baru saja ia urus.
__ADS_1
"ini kak semua sudah selesai ". ucap Daren dan Elang langsung mengambil berkas itu untuk di cek satu per satu.
"kak ayolah jangan seperti ini terus aku lelah kak aku seperti orang yang mengurus semua pekerja kantor ini hah sama saja aku memegang 2 jabatan sekaligus". ucap Daren mengeluh namun tidak ada tanggapan dari Elang.
"2 hari lagi aku mau mengerjakan proyek di kota A jadi aku harap kamu bisa menghandle semua pekerjaan disini , tapi kamu tenang saja aku tidak akan membuat kamu jauh lagi dari Della aku akan mengangkat Della sebagai sekretaris mu". ucap Elang fokus pada berkas yang sedang ia tandatangani.
sedangkan Daren langsung lompat kegirangan seperti orang gila , Elang langsung menatap tajam adik nya itu , namun tanpa Elang sadari senyum tersinggung di bibir nya melihat tingkah lucu adik nya.
"aaa kakak serius kan? kakak tidak bercanda kan? nanti aku sudah bahagia seperti ini kakak hanya membohongi ku ". ucap Daren menatap lekat kakak nya.
"aku hanya bercanda ". jawab Elang dengan santay dan senyum yang sedari tadi terukir di bibir nya kini berubah datar.
"aaa kakak mah jahat sekali ". ucap Daren dengan wajah cemberut , Daren langsung membalikan tubuh nya ingin menuju kursi kerja nya.
Elang terkekeh melihat tingkah adik nya yang langsung berubah " hahaha tidak tidak aku serius dengan ucapan ku jadi, kamu bisa bekerja dengan sesekali menatap pujaan hatimu ". ucap Elang membuat Daren langsung membalikkan tubuh nya dan berlari memeluk tubuh Elang.
"aaa kakak kamu sangat pengertian terima kasih terima kasih". ucap Daren dengan girang , Elang membalas pelukan adik nya itu dengan senyum bahagia.
setidaknya aku bisa membuat kebahagiaan untuk orang orang yang aku sayangi dan menebus semua kesalahannya ku'. batin Elang
hari itu juga Elang langsung mengumpulkan para pegawai nya . tak butuh waktu lama para pegawai sudah berkumpul di ruang rapat.
"saya ingin menjelaskan bahwa saya 2 hari lagi saya akan pergi ke kota A untuk menghandle proyek disana , jadi perusahaan disini saya serahkan kepada Daren adik saya dan Della sebagai sekretaris dari Daren". jelas Elang membuat para karyawan seketika menatap Della , Della yang paham dengan tatapan rekan kerjanya langsung merasa canggung.
"bagaimana Della? kamu tidak keberatan kan jika kamu saya naik kan menjadi sekretaris Daren?". ucap Elang kini menatap Della.
"tidak kok presdir ". ucap Della dengan senyum kik kuk.
bersambung..like..komen..vote..gift..rate bintang 5..makasih pay pay..
ibu-ibu . kakak-kakak bantu gift untuk novel ini jika kalian suka dengan alur cerita ini makasih.
semakin banyak kalian memberi hadiah semakin semangat author membuat cerita hihiš¤
__ADS_1