
"hmmm... ada apa mas?".
"kenapa kamu pulang larut seperti ini?". ucap Putra menatap instan Putri.
Putri meletakkan es batu yanga da di tangannya kedalam baskom "loh ini kan gara gara kamu juga mas! ". jawab Putri seketika berubah kesal.
"loh kok gara gara aku?". Putra mengernyitkan dahi nya.
"ya iyalah ngapa coba kamu gak jemput aku? , bilang nya mah jangan pulang sebelum aku jemput". ucap Putri dengan nada yang mengejek dan tak lupa dengan nada kesal nya. mengingat saat putra mengomelinya tidak boleh pulang sebelum dia yang menjemput nya.
"ya sudah jadi aku terpaksalah jalan kaki aku order taksi pun gak ada yang nerima karena sudah malam jadi terpaksa aku jalan kaki dari kampus sampai sini". lanjut nya lagi dengan wajah cemberut.
astagfirullah aku lupa jemput Putri karena terlalu fokus mencari pelaku itu". batin Putra merasa bersalah.
Putra mencubit pipi Putri dengan gemas. " aawwss ihh apa sih mas cubit cubit gak tau apa orang lagi ngambek". ucap Putri mengalihkan pandangan nya dari Putra.
"heumm iya sih yang ngambek mah, mas minta maaf ya mas lupa jemput kamu". ucap Putra seraya menoel noel lengan Putri.
Putri langsung menatap Putra tajam. " apa kata mas tadi? lupa!? seenak nya saja ngomong lupa dia yang janji dia juga yang ingkar heh". jawab Putri semakin kesal.
"hei hei dengerin dulu dong mas ngomong, mas bukan sengaja melupakan mu tapi mas banyak kerjaan hari ini sehingga aku lupa menjemput mu". ucap Putra menjelaskan berharap Putri tidak akan marah lagi dengan nya.
"kerjaan apa? biasanya mas Putra banyak kerjaan gak pernah tuh lupa jemput Putri".
"oowh ya mas lupa kasih kabar kalo omma masuk rumah sakit kar.." belum selesai Putra menyelesaikan ucapannya Putri langsung memotong nya.
"apa! omma masuk rumah sakit? kenapa? ". ucap nya seketika panik Seakan melupakan jika dirinya sedang ngambek.
"makanya dengerin dulu orang ngomong asal di potong saja". ucap Putra kesal.
"hehe maaf mas". ucap Putri cengir kuda.
"heumm .. jadi gini aku gak tau gimana penjelasan aku di suruh Elang untuk mencoba mengembalikan Vidio CCTV yang telah di potong di ruang baca. omma tiba tiba saja tidak sadarkan diri di ruang baca dugaan saat ini ada yang sengaja melukai omma Alexa".
__ADS_1
"oowh begitu lalu kak Elang , mbak Merpati, sama kak Daren di rumah sakit?. tanya Putri hanya di balas anggukan oleh putra.
"putri mau kesana mas". lanjut nya lagi.
"gak bisa ini udah malem sekarang kamu tidur dan bersihkan badan kamu yang bau keringat itu". ucap Putra membuat Putri langsung menciumi tubuh nya.
"apaan sih bau aja engak nih putri masih wangi". ucap Putri kesal.
"hahah engak kok mas cuma becanda". jawab Putra cengir kuda. " dah sana mandi dan sekali lagi mas minta maaf sama kamu karna mas lupa jemput kamu. kamu jadi jalan kaki".
"heumm iya dehh Putri maafin tapi jangan di ulangi lagi ya mas, klo mas Putra gak bisa jemput kan bisa kabarin Putri jadi aku gak nunggu nunggu".
"iya iya bawel , apakah pipi mu masih sakit ?".
Putri menggeleng "enggak kok udah mendingan , dan oh ya mas. mas Putra jangan bilang bilang ya sama kak Elang aku cuma gak mau ada keributan di rumah ini gara gara aku. aku sadar kok aku hanya orang baru di rumah ini. jadi aku mohon jangan bahas ini ya besok".
"tapi dia kelewatan Put".
"aku tau mas tapi aku mohon jangan di bahas saat bersama kak Elang ataupun mbak Merpati, aku janji jika dia berulang lagi aku akan membalasnya". ucap Putri dengan mengacungkan jadi telunjuk dan jari tengah nya.
"heumm baiklah kalau begitu aku duluan ke kamar". ucap Putri langsung melangkah menaiki anak tangga.
Putra menatap nanar kepergian Putri.
"lucu sekali dia kalau sudah ngambek bikin gemes, tapi kadang jengkelin juga tuh bocah ". Putra terkekeh sendiri mengingat tingkah Putri.
...........,,...,,,,,,........,,,,,,......
pagi haripun tiba sesuai perjanjian semalem Putra akan mengantarkan Putri ke rumah sakit sebelum berangkat ke kampus, setelah sarapan selesai Putra dan Putri memasuki mobil yang sudah di siapkan oleh bodyguard.
Putra mengemudi dengan kecepatan sedang, mereka berdua menikmati udaranya segar pagi hari yang ada di ibu kota itu.
tak selang lama mobil putra sudah terparkir sempurna di halaman parkir rumah sakit.
__ADS_1
mereka berdua keluar dan melangkah menuju ruangan Alexa. mereka masuk tanpa permisi dan melihat pemandangan yang sangat memanaskan putra langsung menutup mata Putri dengan 5 jari nya sedangkan Merpati langsung melepas tautanya.
tadi pagi Merpati bangun lebih awal ia mengelap bagian tubuh Alexa tak lupa juga dia membersihkan ruangan itu.
kini cahaya sudah mulai masuk ke dalam ruangan itu, Elang men gerjapkan matanya dan membukanya perlahan, ia melihat Omma Alexa yang masih setia pada tidur nya dan beralih menatap Merpati yang baru selesai keluar dari kamar mandi.
Merpati mendekati Elang " suami ku kamu sudah bangun" ucapnya duduk di samping Elang.
Elang memeluk tubuh istrinya dan menciumi aroma tubuh Merpati , tak lupa Elang juga bergelayut manja dengan Merpati.
" eumm aku sudah bangun, kamu pasti lelah ya pagi pagi sudah membersihkan ruangan ini dan merawat omma?".ucap Elang masih bergelayut mandi .
"tidak kok itu sudah hal yang biasa bagiku ". jawab putri sambil mengelus lembut rambut Elang.
"apa aku perlu membawa maid kesini untuk merawat omma?". Elang menikmati rambut nya dimainkan oleh Merpati
"tidak perlu suami ku aku bisa merawat omma, biarkan aku saja yang merawat nya". jawab Merpati langsung menolak.
"makasih sayang aku sangat bersyukur memiliki mu saat ini walau awal nya aku hanya menjadikan mu.." Elang tidak sanggup untuk melanjutkan kata kata nya.
Merpati yang sadar langsung memeluk Elang dengan penuh kehangatan "sudahlah jangan di ingat lagi saat ini yang terpenting kita harus menata masa depan kita".
Elang kemudian menatap lekat Merpati, Elang perlahan mendekati wajah nya dengan Merpati seketika Merpati langsung memejamkan matanya.
tak butuh waktu lama elang langsung menyatukan bibir nya dengan bibir Merpati.
Merpati pun seolah menikmati permainan Elang dan tidak menolaknya, Elang melepaskan tautannya " aku mencintaimu saat ini dan sampai seterusnya".
"aku juga"
Elang langsung melanjutkan tautan nya kehangatan cinta Elang mampu membuat Merpati terbuai dalam permainan nya.
tiba tiba pintu ruangan itu terbuka dengan cukup keras sehingga Merpati langsung melepas tautanya dan reflek langsung mendorong tubuh Elang.
__ADS_1
like.komen.vote.gift dan jangan lupa rate bintang 5 masih pay pay