Cinta untuk tuan muda kejam

Cinta untuk tuan muda kejam
laki laki pecundang


__ADS_3

Merpati turun dari mobil dan langsung masuk kedalam perusahaan Elang , ia melihat Della yang sedang ngobrol bersama Daren.


"ehem masih pagi loh udah berdua an aja". Merpati yang tiba tiba datang langsung meledek Della dan Daren.


"eghh Merpati apaan sih ". ucap Della dengan wajah memerah.


"egh kak mer? mau nemuin kak Elang ya?". tanya Daren.


"iya nih. suamiku ada?".


"cie cie sekarang udah berani ya panggil suami aku di kantor haha". Della meledek Merpati.


"aghh mbak Della mah ngeledek terus". ucap Merpati sambil cemberut.


"hehe maaf ya maaf".mencubit pipi Merpati gemas dan Merpati hanya membalas dengan senyuman.


"kak Elang ada di ruangan nya mbak tapi tadi kayaknya ada Tante Widya deh masuk belum lama ini". ucap Daren .


"mau apa dia ke kantor?". ucap Merpati mengernyit dahi nya sedangkan Daren hanya membalas dengan angkatan bahu yang ber isyarat tidak tau.


Merpati pun tidak peduli dan langsung melangkah menuju ruangan Elang dengan hati gembira apalagi saat dokter mengatakan.


"selamat nona anda sedang mengandung 3 minggu".


di ruangan Elang


"Elang. tante mohon maaf padamu Tante tidak sengaja menampar Merpati ". ucap Widya langsung histeris saat melihat vidio dari layar handphone yang di berikan oleh Elang.


"tapi tante udah kelewatan tan! tidak seharusnya tante menampar istri Elang! Tante sekarang berubah tidak seperti tante yang dulu Elang kenal di mana Tante yang dulu ? yang lembut? yang menyayang? dimana itu semua tante?". ucap Elang yang benar benar sudah emosi.


"kamu tanya semua itu Elang? tante berubah itu karena kamu! karena kamu yang sudah terlalu menyayangi nya hingga waktu untuk ku tidak ada lagi". ucap Widya dengan suara yang menggelegar.


" kalau Tante tidak menyayangi mu pasti tante sudah merusak hubungan kamu dengan nya , gampang kok tante merusak hubungan kamu cukup tante bilang bahwa kamu yang membunuh ke dua orang tua nya Tante yakin Merpati wanita upik abu itu pasti akan membencimu". lanjut Widya.

__ADS_1


degg... jantung Elang langsung berdebar setelah Widya mengatakan itu ia mengingat kembali saat ia di bantu oleh Widya memutuskan tali rem mobil Mahesa dan menyuruh bodyguard mengikuti mobil Mahesa untuk membuat perjalanan mereka terganggu sampai mahesa tidak bisa mengimbangi jalan lagi dan akhirnya mobil yang di gunakan Mahesa masuk ke dalam jurang.


Merpati masuk ke dalam ruangan dengan air mata yang sudah tidak bisa ia bendung lagi rasa marah ,kecewa , benci kini sudah menjadi satu.


Elang maupun Putra yang yang terbelalak saat melihat Merpati yang sudah memasuki ruangan tanpa ada aba aba. senyuman yang sedari tadi tersinggung di bibir nya kini berubah air mata yang berderai di pipi mungil Merpati.


"sayang a-aku bisa jelaskan". ucap Elang memegang tangan Merpati namun langsung di hempas oleh Merpati.


"jangan sentuh aku! Elang perkasa aku sangat kecewa dengan mu aku kecewa hiks...hiks..." Merpati bicara dengan nada tinggi sambil terisak menahan sesak di dada nya.


ternyata selama ini laki laki yang sudah menjadi suami nya yang sudah ia sayangi dan cintai yang telah menyebabkan kedua orang tua nya meninggal.


"sayang aku minta maaf aku menyesali semua itu , tolong jangan marah padaku, kamu boleh lapor aku ke polisi kamu boleh hukum aku tapi aku mohon jangan tinggalkan aku". ucap Elang dengan air mata yang sudah membasahi pipi mulus Elang.


"apa katamu tadi? jangan marah? heh". Merpati berucap dengan sinis.


"apa aku seorang anak tidak marah jika aku mengetahui siapa orang yang telah membunuh ayah ku ha? kau saja dari awal tidak pernah mau mendengar penjelasan ku tentang kecelakaan orang tua mu dan tanpa mencari bukti kamu menuduh ayah ku dan membunuh mereke. kamu laki laki biadab. laki laki pengecut. hiks..hikss..." Merpati benar benar di balut dengan emosi.


tanpa permisi Merpati langsung keluar dari ruangan itu sambil terisak para karyawan yang melihat Merpati menangis dari ruangan Presdir mengernyitkan bingung .


"mer, kamu kenapa". ucap Della namun tidak di gubris oleh Merpati , Merpati langsung masuk ke dalam mobil dan meminta supir untuk kembali ke rumah.


di ruangan Elang .


Widya menahan tangan Elang saat Elang mau mengejar Merpati, justru perbuatan itu langsung membuat Elang semakin geram.


"dia istri Elang tante wajar Elang mengejar nya, kenapa tante larang ha? andai Tante tidak bahas masa lalu semua ini tidak akan terjadi". ucap Elang benar benar kecewa dengan Widya .


"maaf Elang, tante tidak tau bahwa ada Merpati di depan".ucap Widya berusaha mendekati Elang namun elang langsung menjauh .


"aku tidak sudi bersentuhan dengan orang yang telah merusak kebahagian ku!". ucap Elang dengan tegas.


Daren masuk kedalam ruangan dan melihat Elang yang sudah menangis seperti anak kecil , Daren menatap Widya dengan tajam sedangkan Widya tidak berani menatap Daren.

__ADS_1


"kejar mbak Merpati kak. biar masalah perempuan ini aku yang urus". ucap Daren dan langsung membuat Elang dan Putra keluar dari ruangan dan di ikuti oleh Putra.


Putra menyarankan menggunakan motor saja agar mereka cepat sampai ke rumah , Elang pun menuruti apa yang di katakan Putra.


Merpati langsung memasuki rumah.


Alexa sedang menunggu kedatangan Merpati untuk memberi tahu bahwa dia saat ini sudah bisa berjalan dan berbicara.


namun Merpati datang langsung melewati Alexa tanpa menoleh ke arah nya sedikit pun.


Alexa yang melihat Merpati menangis merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi ada apa dengan Merpati? kenapa setelah dia pulang dari rumah sakit jadi menangis seperti itu. pikir Alexa.


Alexa ingin sekali menaiki tangga ingin menghampiri Merpati namun kaki nya untuk saat ini belum bisa di gerakkan sepenuhnya.


Merpati keluar dari kamar dengan 2 koper besar di tangan kanan dan kirinya, ia turun dari tangga dengan tergesa gesa.


omma Alexa langsung menghampiri Merpati, Merpati yang melihat Alexa berdiri langsung terbelalak.


"o-omma, omma bisa berdiri?". ucap Merpati dengan sesegukan.


"iya omma sudah bisa berdiri dan bicara". ucap Alexa bahagia menceritakan kesembuhan nya saat ini.


"tapi kamu mau kemana nak ? membawa koper seperti ini? lalu kenapa kamu menangis?".


Merpati mengusap air mata nya " syukurlah kalau omma sudah sembuh Merpati turut bahagia. dan maaf Merpati harus pergi terima kasih omma sudah menyayangi Merpati dan Putri". ucap Merpati langsung memeluk Alexa dan menangis dalam pelukan alexa.


Merpati melepaskan pelukan nya dan mencium punggung lengan Alexa.


"Merpati pamit omma assalamu'alaikum". Merpati langsung menarik ke dua koper nya dan langsung melangkah pergi menuju pintu keluar.


Alexa ingin mengejar Merpati namun tiba tiba kaki nya terasa lemas dan membuat Alexa langsung terduduk di lantai, mbok Darmi dan Sinta yang melihat itu langsung membantu Alexa berdiri dan mendudukkannya di kursi roda.


bersambung...

__ADS_1


like.komen.vote.gift.rate bintang 5 makasih pay pay


__ADS_2