
Author minta maaf yah kalau alur nya lambat. Soalnya author harus mikirin banyak alur. Disini author enggak fokus di pemeran utama aja tapi kepada pemeran bantu juga.
*
Dikantor elang.
Waktu istirahat pun tiba Elang selalu melirik jam yang ada di tangan kiri nya. Tidak biasa nya Merpati telat untuk memberikan makan siang.
Daren yang kebetulan tugas nya selesai langsung beranjak dari duduk nya untuk menikmati makan siang. Namun langkah nya terhenti melihat kakak nya Elang seperti orang gelisah.
"Kak!, nungguin siapa? " Sapa Daren.
Mendengar suara Daren, Elang langsung bersikap tegas kembali.
"Nungguin makan siang".jawab nya singkat.
" Ha?. Loh kan di kantin ada emang siapa yang mau nganterin?. Oowh aku tau pasti nungguin kakak ipar membawa makanan ya? ".tanya Daren dengan nada meledek.
" Makannya kak jangan suka cuek dan kasar sama istri. Mungkin dia telat lagi cari sensasi kali . Kan mana ada orang dengan baik hati mau menemui orang yang selalu menyiksa nya. Udah lagi kak buat jadiin kakak ipar sebagai balas dendam mu, atau berikan saja kakak ipar padaku bagaimana".lanjut Daren.
elang yang mendengar perkataan Daren pun langsung menatap Daren tajam sehingga membuat Daren gugup.
"apa maksudmu? apa kamu sudah tidak sayang lagi dengan nyawamu itu, kau berani mengambilnya dariku tidak segan segan aku mengambil nyawamu" ucap elang tegas.
"hahhahahaha" Daren malah tertawa dengan ucapan elang membuat elang mengernyitkan dahi nya.
"apa ada yang lucu?"sinis Elang.
"kak aku hanya bercanda kamu sudah begitu geram hahaha bilanh tidak suka tidak sayang aku bencilah nyatanya takut kehilangan hahaa sampai makan pin harus menunggu merpati datang hadeh hadeh, sampai sakit perut aku tertawa haha" ucap Daren yang tidak sadar saat ini 2 mata elang sedang menatap nya tajam.
Mendengar ucapan Daren yang seperti sedang meledeknya membuat api di hati nya langsung membara. Air keringat bercucuran menahan emosi. Daren yang sadar akan tatapan elang langsung berhenti dan langsung keluar dari ruangan.
__ADS_1
"Huwaa.... Hampir mati aku tadi untung aku cepat cepat keluar ihhh".ucap daren gelagapan dan menarik nafas panjang karena berlari cepat keluar ruangan
.
" Liat saja sampai makan siang ini kamu tidak datang ".ucap Elang menggenggam erat tangan nya menahan emosi.
*
Daren terus menulusuri kantin ia menuju meja yang selalu di buat Della duduk. Dan benar saja disana sudah ada Della yang duduk sambil makan.
" Siang mbak Della ".sapa Daren.
Mendengar ada seseorang yang menyapa nya Della langsung mendongokkan kepala nya ke atas. Dan betapa malas nya ia saat melihat orang tersebut adalah Daren. Della pun hanya membalas sapaan itu dengan senyum.
Tanpa aba aba dan permisi Daren langsung duduk dan memesan makanan.
" Pak presdir anda kenapa ya selalu mengikuti saya? ".tanya Della kesal.
" Ya kan saya bebas dong mau sama siapa aja. Dan mbak mau tau ngak kenapa saya selalu mengikuti mu".jawab Daren.
" Sini dong aku bisikin kalau mau jawaban nya. Kalau enggak mau juga nggak papa".jawab santai Daren.
'Dasar anak kecil tingkah nya sangat membosankan'. Batin della sambil memutar bola matanya malas.
Tak mau bertele tele lagi Della langsung mendekatkan daun telinganya ke bibir tipis Daren.
"Karena aku menyukai mu saat pertama kita bertemu".lirih Daren dengan nada berbisik.
Uhuk....uhuk...Mata Della langsung terbelalak dan tersedak mendengar ucapan Daren.
Daren yang melihat della tersedak langsung menyodorkan minuman kehadapan Della. " Mbak minum ".
__ADS_1
Della pun langsung mengambil dan meminum nya sampai tandas.
" Haha pak presdir jangan lah kamu becanda. Bohong itu dosa tanpa saya beri tau anda juga tau bukan".kata Della.
"Apa!. Apa mbak tidak percaya kalau saya mencintai mbak?. Apa perlu saya berteriak di kantin ini supaya semua karyawan/i tau kalau saya mencintai mu? ".tanya daren dengan senyum smirk nya.
" Heh, memang aku takut dengan ancaman anak kecil teriak saja kalau kau tak malu".tantang Della kembali fokus pada makananya.
Mendapat tantangan dari Della. Tanpa aba aba Daren pun langsung berteriak. "DELLA AKU MENCINTAIMU".
Lagi lagi mata Della terbelalak mendengar teriakan daren di tambah mata karyawan langsung menoleh ke arah mereka.
" Apa presdir Daren mencintai bawahan nya? ".
" Aku tidak salah dengar kan? ".
" What!. Wanita yang biasa saja bisa mendapat cinta presdir Daren kenapa aku yang cantik jelita bak peri kesasar tidak bisa mendapatkan cinta nya".
Mendengar bisikan dan celotehan karyawan Della menjadi risih dan meninggal kan makanan nya.
Daren pun langsung meninggalkan uang di meja untuk membayar makanan yang ia pesan tadi demi mengejar della.
"Mbak tunggu mbak".Daren menahan tangan Della.
" Udah deh jangan ganggu saya lagi!. Saya tidak suka di ganggu apalagi sama anak kecil seperti kamu".ucap Della dengan nada kesal nya.
"Aku akan selalu mengganggu mu di setiap detik, menit, jam dan hari mu sampai aku benar benar mendapat cintamu. Dan iyah mungkin sifat ku seperti anak kecil tapi mbak aku akan berusaha dewasa aku berjanji".ucap nya langsung berlutut di hadapan Della.
Karyawan/i yang melihat pun seakan tak percaya melihat itu semua seorang atasan memohon cinta bawahan nya.
Sedangkan Della yang sudah terlanjur kesal langsung meninggalkan Daren begitu saja.
__ADS_1
"benar benar dia sudah membuat malu diriku" geram Della sambil berjalan .
Like. Komen. Dan vote jika kalian suka.