Cintai Aku Adikku

Cintai Aku Adikku
Dijodohkan


__ADS_3

Jonathan dan yang lainnya kini sudah duduk di ruang keluarga begitupula Garvin yang memandangnya dengan tatapan tak biasa. Apalagi sekelebat bayangan Jonathan tengah memeluk Maura tadi masih terngiang di pelupuk matanya. Hingga membuat dirinya geram melihat wajah yang sudah babak belur itu ada didepannya.


Maura yang sedari tadi meremas jarinya sekilas melirik ke arah Garvin yang sepertinya manahan amarahnya. Dengan tangan terkepal Maura sangat yakin jika Garvin menahan gejolak amarahnya.


"Masak kamu gak ingat sama Jo ra, dia dulu yang sering main sama kamu loh ra." Ujar Sherly yang membuat Garvin nampak jengah mendengar keras kepalanya sang mama . Padahal Eglar sudah berbicara setajam itu pada dirinya namun Sherly tetep kekeh dengan niatnya.


"Itu dulu ma, Kalau Mauranya gak inget ya bukan salah dia dong. Kan memang itu sudah lama banget." Sahut Garvin menyilangkan kakinya, sangat kentara sekali jika Garvin tengah menahan rasa cemburunya. Ketika Sherly terus- terusan mengingatkan kenangan Maura sewaktu kecil.


Maura mendongak mendengar penuturan Garvin, dalam hatinya dirinya senang ketika melihat wajah Garvin yang tengah cemburu padanya. Namun dirinya juga bingung ketika Sherly sepertinya kekeh dengan tujuannya , entah apa yang dimaunya Maurapun tak mengerti.


"Aku ingat ma, dia Jonathan anak om Richard sahabatnya papa kan.? " Ujar Maura membuat Garvin spontan melihat ke arahnya. Mata elang itu sangat menusuk hatinya hingga terdalam.


"Kamu ingat ra, alhamdulillah." Timpal Sherly sangat antusias mendengarnya membuat Eglar dan Garvin mengerutkan keningnya dengan tingkah Sherly yang sangat membagongkan.

__ADS_1


Sekilas Maura melihat ke arah Garvin yang masih setia melihatnya dengan tatapan menusuk. Apa salahnya jika Muara memberi fakta bahwa memang dirinya mengingat Jonathan sebagai teman masa kecilnya. Apa segitu salahkah Maura mengakuinya fikir Maura bertanya- tanya pada dirinya sendiri.


"Aku king mu Queen. Syukur kalau kamu masih mengingatku Queen." Sahut Jonathan yang bahagia ketika mendengar dari bibir Maura bahwa dirinya masih mengingatnya.


"Hentikan panggilan konyolmu itu keparat." Sergah Garvin berdiri dengan rasa geramnya apalagi mendengar nama Maura dijuluki Queen.


bbHati Garvin simpang siur mendengarnya hingga kata- kata umpatan itu keluar Dari mulutnya Dan didepan sang papa. Wanita yang masih singgah dilubuk hatinya yang paling dalam mempunyai panggilan khusus dengan pria lain. Sungguh hatinya merasakan sakit sedalam- dalamnya, belum lagi masalah yang baru beberapa hari belakangan ini yang dialaminya.


"Garvin, hentikan. " Sergah Eglar yang tak suka mendengar umpatan kasar itu keluar dari mulut sang putra.


"Pa, udah dong jangan marahin Jo. Mama disini yang salah karena udah nyuruh Jo kekamar Maura. " Sahut Sherly menggapai tangan Eglar yang sedari tadi saling bertaut.


Garvin yang mendengar ucapan Sherly hanya bisa berdecih pelan sembari memalingkan wajahnya kearah lain. Garvin sangat yakin jika ada sesuatu dibalik datangnya pemuda disofa sebelahnya ini. Apalagi tadi Garvin melihat dengan jelas ketika pria itu juga sangat berhasrat pada Maura ketika berada didalam kamar Maura.

__ADS_1


Garvin memang tak berniat beranjak dari ruangan itu sebelum pria yang bernama Jo itu keluar dari kediamannya. Apalagi sedari tadi pandangan Jo tak pernah lepas dari Maura dan tentu saja membuat Garvin Geram, ingin mencolok mata itu namun dengan adanya Sherly dan Eglar membuat Garvin berusaha mengurungkan niatnya.


"Jadi begini Pa, Ra dan Garvin dengerin mama ya. Kedatangan Jo kesini atas undangan Mama karena Jo baru pulang dari luar negeri dan mama memintanya kesini hanya untuk meneruskan sesuatu yang sempat tertunda. " Ujar Sherly menjeda ucapanya karena semua menatap ke arahnya kecuali Jonathan yang tersenyum simpul.


"Ra, Dulu Papa kamu sebelum meninggal pernah berucap kalau kamu dan Jonathan harus bersatu setelah hari kelulusan itu tiba. " Papar Sherly lagi membuat Garvin dan Maura mendelik tak percaya. Itu artinya dirinya dan Jonathan dijodohkan oleh almarhum papa kandungnya fikir Maura masih tak percaya.


"Enggak ma, aku gak setuju. " Bukan Maura yang bersuara melainkan Garvin yang spontan berdiri sembari menggebrak meja saking terkejutnya. Semua yang berada dalam ruangan itu terlonjak kaget dengan aksi Garvin.


Maura yang sudah kaget dengan kenyataan harus kembali terkejut ketika Garvin bereaksi.


"Garvin apa-apaan kamu hah, Sopanlah dia mamamu. "Ungkap Eglar juga unit berdiri , Menurutnya Garvin sangatlah berani karna telah menggebrak meja didepannya.


Walaupun Eglar juga sama terkejutnya namun sikap Garvin yang seperti itu sangatlah tak pantas ditujukan do depannya.

__ADS_1


"Tapi pa, itu rencana konyol yang gak mungkin bisa dilaksanakan lagi pula ini sudah zaman Modern bukan zaman siti Nurbaya lagi. " Sergah Garvin yang masih kekeh dengan pendirianya. Tak mungkinkan dirinya rela memberikan wanitanya pada pria lain dengan suka rela.


Ya, walaupun dirinya ketus dan selalu menghindari Maura namun perasaannya masih sama seperti dulu. Bahkan rasa itu semakin besar kala setiap saat melihat wajah ayu itu setiap hari bahkan setiap detik.


__ADS_2