Cintai Aku Adikku

Cintai Aku Adikku
Sakit hati


__ADS_3

Richard hanya bisa mendengarkan semua keluh kesah yang dirasakan Sherly selama dirinya sudah pergi dari kehidupan Sherly. Tak bisa dipungkiri hati Richard tertegun mendengar apa yang telah menimpa diri Sherly saat dirinya sudah pergi. Selama ini Richard berfikir jika kelicikan Sherly berasal dari dirinya namun siapa sangka jika ada orang lain yang membuat wanita lugu ini menjadi kolot dan licik.


"Bundaku tak sejahat itu ma." Sahut seseorang yang sedari tadi mendengar curahan hati Sherly pada Richard. Hatinya tak terima ketika mendengar nama wanita tercintanya di fitnah seperti itu. Yang ia tau bahwa ibunda tercintanya tak pernah melakukan hal- hal yang di tuduhkan oleh Sherly.


"Garvin....." Ujar Sherly dan Richard secara bersamaan tak lupa dengan raut wajah keterkejutannya. Richard terlalu fokus pada cerita Sherly sehingga tak memperhatikan sesosok Garvin dan Maura sudah berdiri di belakang Sherly sembari mendengarkan apa yang diceritakan Sherly padanya.


Garvin melangkahkan kakinya ke arah Sherly dan Richard, melepaskan genggaman tangannya pada Maura yang sedari tadi tak ingin dilepas olehnya.


" Bilang sama aku kalau apa yang mama ucapkan itu bohong kan? " Tanya Garvin mengguncang bahu Sherly secara kasar.


Dirinya begitu emosi mendengar tuduhan yang diucapkan Sherly pada ibundanya. Setaunya ibundanya tak mengenal Sherly sebelumnya dan itu semua cerita yang Agler sampaikan padanya.


Flasbackon.


Setelah melihat gerak - gerik Muara dari handphone pintarnya. Garvin bergegas menyusul Muara sebelum apa yang menjadi praduganya menjadi nyata.


Setelah beberapa menit menempuh langkah lebarnya di perusahaan miliknya. Kini tubuh jangkung itu membantu di pintu lobby sembari melihat mobil yang terparkir sempurna di depan lobby tepatnya di depan Maura. Garvin sangat yakin jika mobil yang berhenti itu adalah milik Jo karena memang sebelumnya Jo juga memakai mobil yang sama.


"Silahkan Queen" Ucap Jo setelah keluar dari dalam mobil dan memutarinya. Membukan pintu mobil samping kemudi untuk gadis tercintanya.


Maura hanya tersenyum simpul membalas perlakuan manis Jo. Ketika Maura hendak masuk ke dalam mobil tiba- tiba saja tangannya di cekal oleh seseorang hingga membuatnya mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil.


"Aku ada perlu denganmu" Ungkap Garvin yang melihat Muara hendak masuk ke dalam mobil tak lupa cekalan tangannya pada lengan Maura.


"Maaf kak , aku gak bisa" Sahut Maura berusaha melepas cekalan tangan Garvin pada lengannya.

__ADS_1


"Sebentar saja, aku mohon hanya sebentar." Tutur Garvin lagi dengan memelas, sehingga membuat Maura yang memandang netra Garvin merasa tak tega. Ingin menerima ajakan Garvin namun dirinya juga merasa tak nyaman dengan Jo yang sudah menjemputnya.


Lantas Maura merasa kebingungan, diliriknya ke arah wajah Garvin yang masih setia memandang kearahnya dengan melas. Dan sedetik kemudian pandangannya mengarah pada Jo yang nampak menganggukkan kepala.


"Tak apa Queen, mungkin kak Garvin ada hal penting yang mau di bahas denganmu." Timpal Jo yang mengerti dengan kemauan Garvin pada Maura. Mungkin dengan mengizinkan Maura pergi dengan Garvin nantinya sifat Garvin akan membaik padanya. Tak seperti sebelum- sebelumnya yang melihat diri Jo layaknya musuh.


"Tappp...." Ujar Maura yang belum usai namun tangannya sudah di tarik oleh Garvin . Sudah cukup bagi Garvin berbasa- basi dengan Jo, Dirinya sangat enggan berlama- lama bersama sosok yang sangat membuatnya muak.


Dengan raut wajah yang terbaca, Maura mengikuti langkah Garvin yang tak tau diri. Apalagi sifat Garvin sangatlah tak sopan tanpa berpamitan pada Jo dengan seenak jidat dirinya menarik tangan Maura.


Ingin sekali memarahi sang wakil direktur namun sayang, Banyaknya karyawan yang berlalu lalang membuat Maura membatalkan niatnya.


Ceklekkk...


Garvin berfikir jika Maura akan percaya pada omongannya tanpa adanya bukti. Jika memang Maura tak percaya dan perlu bukti biarlah Jacob tangannya yang akan memberikan bukti tepat pada waktunya nanti.


Flashback on.


Dan disinilah mereka saat ini, Masuk ke dalam restaurant dan mendapati sesuatu yang mengejutkan. Dimana netra keduanya melihat Richard dan Sherly tengah berbicara hal serius. Terlihat dari raut wajah Richard yang melihat dengan seksama wajah Sherly.


Garvin semakin mendekatkan dirinya di belakang Sherly, Biarlah Maura mendengarkan pembicaraan Sherly dan Richard. Dan biarlah Maura tau betapa munafiknya seorang Sherly di belakangnya.


"Iya memang benar kalau ibundamu itu dulunya hanya wanita penghibur yang meminta belas kasih padaku, Dan apa yang aku terima dari bundamu. Dia memfitnahku di depan kakek nenekmu kalau akulah wanita penghibur itu. Dan yang lebih parahnya lagi keluarga besar Agler memperlakukanku layaknya seorang yang menjijikkan. Kau tau Garvin, Hidupku terluntah- luntah di jalanan hanya karena keegoisn bundamu hanya karena ingin memiliki Agler kekasihku dulu." Papar Sherly mengusap air matanya secara kasar, Tak lupa tatapan nyalangnya pada sosok Garvin dengan garis wajah mirip dengan musuh dalam selimutnya.


Tak peduli dengan banyak sepasang mata yang melihat ke arah mereka. Menurut Sherly sudah seharusnya anak kandung Tania mengetahui kebusukan sang Ibunda yang selalu di sanjungnya. Biarlah nantinya Agler tau juga, Dan jikalau Agler marah padanya itu tak masalah bagi Sherly. Membuat hati Garvin sakit saja sudah membuat kebahagian tersendiri untuk Sherly.

__ADS_1


"Lalu kenapa papaku juga jadi korban balas dendammu hahh, bukannya masalahmu pada bundaku bukan sama papaku.? " Tanya Garvin dengan tangan terkepal dan luapan emosi yang membara.


"Karna papamu tak mempercayaiku, Dia malah mempercayai Tania . Orang yang baru dikenalnya, Itulah yang membuatku memiliki rasa dendam juga pada papamu. Papamu hanya memandangku dengan hina ketika orang tuanya menginjak harga diriku." Pungkas Sherly lagi dan hal itu membuat Garvin melenggang pergi dari restaurant tersebut membiarkan Maura yang tadi bersusah payah diajaknya.


Maura memandang nanar punggung Garvin yang mulai meninggalkannya. Hingga beberapa detik kamudian netranya bergulir pada sosok di depannya yang sama- sama memandang ke arahnya.


"Mama, Om . Apa lagi yang kalian sembunyikan hmm? Kenapa kalian begitu akrab bukannya hanya malam itu awal pertemuan kalian." Tanya Maura dengan memicingkan matanya, tentu saja Maura bertanya seperti itu dengan tampang menyelidik.


"Kami sudah kenal lama Ra, Bahkan om Richard ini adalah mantan kekasih mama." Sahut Sherly menjelaskan tak lupa tatapan ibanya agar Maura tak salah paham terhadapnya.


" Rara sayang, Dengerin om ya nak. Om sama mamamu hanya sebatas teman di masalalu tolong jangan salah paham ya." Sahut Richard yang juga menimpali.


"Cihh, teman ataupun mantan aku gak peduli. Tapi kalian udah buat kak Garvin sakit hati. Dan buatmu ma, Jika memang bundanya kak Garvin kayak gitu. Tak sepantasnya mama berterus terang pada darah dagingnya. Dan lagipula apa untungnya sih balas dendam itu." Sergah Maura berapi- api.


***Plakkkk......


Mohon dukungannya bestie, Jangan lupa...


Like❤


coment💌


Vote🥳


Hadiah🌹***

__ADS_1


__ADS_2