Cintai Aku Adikku

Cintai Aku Adikku
Kebangetan


__ADS_3

Disepanjang perjalanan, Maura nampak melamun melihat ke arah luar mobil. Entah apa yang difikirkannya namun didalam hati kecilnya merasakan kegelisahan.


Sedari tadi Jo yang asik berceloteh nampak menghembuskan nafas kasar kala netranya melihat sekilas ke arah Maura yang tak sekalipun meresponnya. Bahkan Maura berlagak seolah tak mendengar apa yang diucapkan Jo. Walaupun dalam kenyataannya dirinya mendengar namun hatinya memikirkan hal lain.


"Queen,..." Panggil Jo yang kesekian kalinya tak lupa dengan guncangan kecil pada bahu Maura.


"I-ya kak.." Maura tersentak bahkanspontan berucap. Hingga dipersekian detik, Mulut mungil itu sudah terbekap sempurna dengan telapak tangan milik Maura.


"Kak, Maksutnya kakak kah? "Tanya Jo memicingkan matanya penasaran. Apalagi melihat reaksi Maura yang terlihat kaget dengan ucapannya sendiri. Mata membulat dan mulut di bekap sudah membuktikan betapa kagetnya seorang Maura saat ini.


"Oh iya kakak. Itu loh maksutku kak Vera karyawan kantor. Aku lagi kepikiran sama dia Jo." Ujar Maura sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal, bingung tentu saja.


"Segitunya ya ngelamun gara- gara kepikiran si Vera itu. Aku dari tadi ngomong berasa gak dihargai." Ujar Jo tak sekalipun menoleh ke arah Maura, membuat Maura tak enak hati karena merasa bersalah karena tingkahnya.


Maura memandang kesamping memperlihatkan wajah tampan Jo yang biasanya ceria kini nampak datar. Tak ada senyuman di wajah yang biasanya tersenyum dan bercanda. Mungkinkah apa yang baru saja di lakukan Maura membuat seorang Jo merasakan kecewa. Hingga tak ada senyuman yang menghiasi wajah tampannya.


"Maaf Jo, Bukannya gak menghargai kamu tapi fikiranku saat ini lagi penuh dengan kerjaan kantor." Papar Maura mencoba melawan gengsinya kala menyentuh lengan Jo yang tengah sibuk dengan kemudinya.


Maura sangatlah merasa bersalah pada sosok Jo. Karena bukan untuk kali ini saja dirinya membuat Jo kecewa, Setiap harinya bahkan tiap menitnya. Bukan tanpa alasan Maura merasa bersalah pada diri Jo, namun ada hal- hal yang mendasari semua itu.


Jo masih saja diam tak menanggapi ucapan Maura bahkan Jo terfokuskan pada jalanan ibukota yang nampak padat tanpa cela.


"Egois banget sih, Gitu aja marah. Apalagi kalau dia tau kalau gua cuma jadiin dia pelarian. Bisa- bisa di gorok ini leher ." Batin Maura kesal sembari bersedekap dada. Begitulah jika dirinya kesal, Semua unek- unek di dalam hati dikeluarkannya.


Disepanjang perjalanan tak ada yang bersuara ataupun saling melirik satu sama lain. Keduanya tak ada yang mau mengalah bahkan terkesan sama- sama egois.


Hingga dipersekian menit membelah jalanan ibukota, kini mobil mewah milik Jo memasuki pelataran gedung pencakar langit milik Agler Corp. Dan setelah terjadinya masalah sepele tersebut, membuat mobil mewah tersebut nampak sunyi hanya terdengar suara deru mobil.

__ADS_1


Setelah Jo mematikan mesin mobilnya, Maura yang hendak membuka pintu mobil harus diurungkannya. Ketika tangan kanannya di cekal bahkan ditahan oleh Jo untuk tetap duduk. Bukan Maura namanya jika dirinya harus diam saja ketika penjelasannya dicampakkan oleh Jo.


Maura berusaha melepas cekalan Jo dengan kekuatannya yang tak seberapa. Jo hanya diam menyorot tingkah Maura yang kesal padanya. Dengan tatapan datar dan penuh kekesalan juga, Jo menarik tubuh Maura yang sedari tadi tak tinggal diam.


"Apaan sih Jo, Ngapain main peluk hah? Bukannya kamu marah kenapa sekarang main peluk aja. Lepasin gak." Cecar Maura meronta dalam dekapan Jo, Rasa kesalnya bertambah berkali- kali lipat kala melihat tingkah Jo yang seenak jidat memeluk dirinya. Apalagi sedari tadi Jo mendiaminya bahkan terkesan acuh dengan penjelasannya.


"Aku gak suka kamu memikirkan orang lain selain aku Queen, Aku maunya kamu mikirin aku aja. Apalagi tadi, kamu sampai gak fokus sama aku. Malah mikirin orang lain di depan ku." Papar Jo membuat Maura berhenti meronta di dalam dekapan Jo, Namun dirinya memutar bola matanya jengah mendengar penuturan Jo barusan.


"Kebangetan nih cowok." Batin Maura ngedumel di dalam hati.


"Iya aku memang kebangetan Queen, Tapi jika itu menyangkut kamu" Sahut Jo sembari melerai pelukannya, membuat Maura yang tadinya memutar bola matanya malas kini nampak memelototkan mata karena merasa bingung dengan sahutan yang Jo berikan.


Bukannya dirinya berucap dalam hati, lalu mengapa Jo bisa menimpali ucapannya dengan nyambung.


"Nahh lohhh...." Batin Maura lagi.


"Berhenti memikirkan orang lain Queen. Ada aku, aku yang akan menemani setiap harimu." Ujar Jo membelai wajah Maura dengan jarak hanya beberapa centi saja, bahkan hembusan keduanya nampak terasa menerpa kulit wajah masing- masing.


Maura hanya bisa mengangguk tanpa menjawab, Tenggorokannya terasa tercekat dengan keadaan posisi seperti ini. Bukannya Maura masih tak memiliki perasaan pada Jo namun tatapan Jo padanya membuat jantungnya berdetak tak beraturan.


Apalagi kini wajah keduanya semakin dekat dan semakin mendekat. Maura tak bisa berkutik lagi ketika wajah Jo mulai memiring dan semakin mendekat ke arahnya. Seolah jantung yang berdetak dengan kencang itu mampu membuat Maura membatu di tempat.


Mata Maura terpejam kala hembusan nafas panas di wajahnya mulai terasa ke ubun- ubun. Apalagi pucuk hidung Jo juga mulai terasa terkena kulit wajah hingga membuat Maura merinding dibuatnya.


Tinnnnnnn........


Suara klakson yang begitu nyaring membuat keduanya terjingkat kaget. Maura dan Jo kembali ketempatnya semula sembari menetralkan perasaan yang mulai kacau balau akibat serangan klakson tersebut.

__ADS_1


Jo mengumpat dalam hatinya kala dirinya melihat ke arah spion dan netranya melihat mobil yang sangat familiar sudah mengganggu aktivitasnya. Ingin menegur atau marah pun percuma, karena nyali Jo menciut ketika sesosok pria yang keluar dari dalam mobil mewah itu keluar dengan wajah pongahnya.


"Gilaa, Hampir aja..." Batin Maura mengusap dadanya dengan bersandar di kursi kemudi.


Bahkan Maura merutuki kebodohannya kala dirinya malah diam saja dengan apa yang akan dilakukan Jo padanya.


"Kakak kamu kayak jelangkung Queen, Tiba- tiba nongol dibelakang kita. Bukannya tadi udah berangkat duluan." Ujar Jo memperhatikan Garvin yang masuk ke dalam kantornya.


"Iyayah, Bukannya kak Garvin duluan. Kali aja masih mampir kemana gitu Jo." Sahut Maura sembari membuka pintu mobilnya.


"Queen, Nanti aku jemput ya. Jangan lupa bales kalau aku chat." Pinta Jo kala Maura sudah menutup pintu mobilnya.


Maura hanya memperlihatkan jarinya yang berbentuk huruf O, Menandakan bahwa dirinya mengiyakan apa yang diucapkan Jo.


"Yaudah sana, Hati- hati di jalan." Pinta Maura mengibaskan tangannya ke arah Jo, agar Jo secepatnya meninggalkan pelataran kantor Agler Corp. Dan hal itu hanya di tanggapi senyuman menawan oleh Jo.


***Mohon dukungannya ya bestie.


Like❤


Coment💌


Vote🥳


Hadiah.🌹


Bersambung***.

__ADS_1


__ADS_2